Prajurit 713/ST terus membekali dan mengisi kemampuan menjadi Tenaga Pendidik

Dalam rangka menjalani latihan penyiapan Pratugas Prajurit Batalyon Infateri 713/ST melaksanakan latihan sebagai tenaga pendidik atau biasa di sebut Guru. Selasa (21/05/2019) .

Dalam menyongsong penugasan yang tidak lama lagi akan dihadapi, Yonif 713/ST terus membekali dan mengisi kemampuan prajuritnya untuk siap menghadapi segala macam bentuk tugas dan tantangan yang akan dihadapi di Perbatasan RI-PNG Tahun 2019 yang akan datang.

Berbagai macam dinamika kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan menjadi salah satu tanggung jawab Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan disamping menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat di daerah penugasan yaitu dengan menjadi tenaga pendidik di setiap sekolah yang ada di wilayah terpencil.

Danyonif 713/ST, Mayor Inf Dony Gredinand., S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol lantas memerintahkan anggotanya mempersiapkan diri sebagai tenaga pengajar di tempat tugas nantinya.

Dalam menyebutkan kegiatan penyiapan dan pembekalan kemampuan mengajar secara praktis ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Dinas pendidikan Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 1 minggu mulai tanggal 21 Mei 2019 di dua sekolah yaitu SMP N 1 Telaga Biru, SDN 2 Telaga Biru,

Sebanyak 32 orang prajurit Yonif 713/ST yang menjadi calon tenaga pengajar di Satgas Pamtas RI-PNG Tahun 2019 nantinya dibagi merata pada sekolah-sekolah tersebut.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya dalam hal pendidikan di Papua,” ujar Bapak Suleman Djafar, S.Pd di sela-sela perbincangan pembukaan kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *