“KESEHATAN DOOR TO DOOR” SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT KAMPUNG NAFRI

“KESEHATAN DOOR TO DOOR” SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT KAMPUNG NAFRI

JAYAPURA – Secara umum kondisi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan RI-PNG sangat perlu diperhatikan, baik dari segi kesejahteraan ekonomi, tempat tinggal, sandang, pangan maupun bila dilihat dari segi kesehatannya. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pola hidup yang sehat dan layak, selain itu kendala selama ini berupa minimnya fasilitas umum seperti sekolah dan Puskesmas serta Pustu (Puskesmas Pembantu) maupun kurangnya tenaga pengajar ataupun tenaga kesehatan, Jayapura, Sabtu (31/08/19).

Pos Kout Satgas Yonif 713/ST menerima laporan dari masyarakat bahwa banyak masyarakat yang mengeluh tidak bisa langsung datang berobat di Pos ataupun ke Puskesmas terdekat dikarenakan posisinya yang jauh serta terbatasnya sarana transportasi. vSatgas Yonif 713/ST dengan cepat dan sigap menindaklanjutinya dengan mendatangi rumah-rumah masyarakat secara langsung untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Hal tersebut ditanggapi langsung oleh Dansatgas Yonif 713/ST untuk menurunkan Tim Kesehatan Pos Kout yang dipimpin langsung oleh Komandan Pleton Kesehatan Letda Ckm Muh. Syaban.

Kegiatan ini dilakukan oleh 15 Orang personel Satgas dipimpin oleh Letda Ckm Muh. Syaban yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Peleton Kesehatan Satgas dimulai sejak pukul 10.00 WIT s.d 17.00 WIT.

Satgas Yonif 713/ST sangat memperhatikan keadaan kesehatan di masyarakat sekitar dengan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk konsistensi Satgas Yonif 713/ST untuk mengatasi masalah maupun kesulitan kesehatan masyarakat di tempat penugasan khususnya masyarakat Kampung Nafri Jayapura.

Letda Ckm Muh. Syaban mengungkapkan “Tercatat 53 Orang ikut serta dalam pengobatan yang dilakukan, dengan berbagai macam keluhan diantaranya,  batuk,  flu,  sakit kepala,  sakit pinggang, dan kulit” pungkasnya.

Terpisah salah satu warga yang mengikuti langsung pengobatan ini, Bapak Imanuel Tukayo,  mengatakan warga sangat antusias untuk ikut mendapat pengobatan dan sangat senang dengan kemurahan hati Bapak TNI sehingga rela datang langsung ke rumah – rumah masyarakat.

“Kami warga Kampung Nafri, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Tentara, memberikan pengobatan kepada kami yang sakit tanpa kami harus jauh-jauh berobat ke Puskesmas”, ujarnya.

Dalam kesempatan ini Dansatgas Yonif 713/ST menyampaikan “Kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan agar bisa membantu dan meringankan keluh kesah masyarkat di Papua khususnya dari segi kesehatan”, Ungkap beliau.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

“TENTARA MENGAJAR” SATGAS YONIF 713/ST MENJADI TENAGA PENDIDIK DI DESA KIBAY

“TENTARA MENGAJAR” SATGAS YONIF 713/ST MENJADI TENAGA PENDIDIK DI DESA KIBAY

Dalam rangka mencerdaskan generasi pemuda bangsa, Satgas Yonif 713/ST mengajar di sekolah, sebagai mana yang di lakukan oleh Pos Kali Asin yang mengajar di Sekolah Dasar Impres Desa Kibay, Jayapura Sabtu (31/08/2019).

Personel satgas yang mengajar di sekolah merupakan salah satu program dari Satgas Yonif 713/ST selama 9 bulan kedepan dan merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan terutama di bumi Papua. Dengan adanya TNI mengajar di sekolah-sekolah. Para siswa dapat menambah ilmu pengetahuannya, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI.

Kegiatan tersebut diawali dengan perkenalan dilanjutkan dengan pembelajaran tentang wawasan kebangsaan serta tidak pernah lupa selalu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang sudah menjadi prosedur tetap.

Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. menuturkan bahwa “Kegiatan tentara pergi mengajar di sekolah merupakan sarana bagi kami untuk dapat memberikan bimbingan dan pembelajaran terkait wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum sehingga para murid dapat menambahkan pengetahuan dan menumbuhkan kecintaannya terhadap NKRI sejak dini”, Ungkapnya.

Praka Ketut salah satu anggota Pos Kali Asin juga memberikan nasihat serta motivasi kepada para murid untuk selalu taat terhadap peraturan sekolah, patuh kepada guru yang sebagai pengganti orangtua di sekolah, hormati orang yang lebih tua, jangan nakal dan selalu rajin belajar ataupun beribadah agar cita-cita yang diinginkan tercapai.

Keceriaan dan Antusias para murid terlihat selama proses pembelajaran yang di berikan oleh personel Satgas Yonif 713/ST. Pihak sekolah pun begitu sangat mendukung kegiatan ini dengan harapan bisa lebih sering dilaksanakan supaya pemikiran dan kreatifitas murid bisa tetap lebih berkembang dan harapan besar dapat menambah pengetahuan serta kemajuan di bumi Papua.

“Saya sangat setuju dan mendukung dengan tindakan yang dilakukan bapak- bapak tantara dengan kegiatan menjadi tenaga pendidik, karena dapat memajukan dan mencerdaskan generasi pemuda”, tandas seorang Bapak yang merupakan orang tua murid.

Diakhir kegiatan personel Satgas Yonif 713/ST selaku tenaga pendidik memberikan bantuan kepada para murid sekolah dasar impres berupa alat tulis dan buku untuk menunjang kegiatan belajar mengajar kedepannya.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

DOKTER SATGAS YONIF 713/ST LAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN MASYARAKAT PERBATASAN

DOKTER SATGAS YONIF 713/ST LAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN MASYARAKAT PERBATASAN

Dokter Satgas Pamtas Yonif 713/ST dr. Aldwin memberikan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan di Pos Kotis Skouw. Masyarakat datang langsung ke Pos Kotis Skouw untuk memeriksakan kesehatan mereka yang mana Pos Kotis ini relatif dekat dari rumah tempat tinggal mereka, Jayapura, Sabtu (31/8/2019).

Pengobatan ini sendiri diberikan oleh satgas pamtas lewat dokter satgas yaitu bapak dokter Aldwin SEPA PK 2016 yang berasal dari Sumatera Barat, namun besar dan tinggal di Jakarta Pusat, dalam hal ini dokter satgas tidak bekerja sendiri tapi bekerja secara tim. Dokter satgas dibantu oleh beberapa Bintara dan Tamtama kesehatan yang ada di pos Kotis Skouw.

Pos kesehatan yang berada di Pos Kotis ini memberikan pengobatan secara cuma-cuma alias gratis dan tidak dipungut biaya sehingga tidak menjadi beban bagi masyarakat yang akan berobat. Setelah dokter dan tim melaksanakan periksaan maka masyarakat yang sakit akan diberikan obat sesuai dengan diagnosa dan keluhan yang ada, apakah itu sakit pusing, asam urat, kolesterol, bahkan malaria sekalipun.

Disatu sisi pelayanan kesehatan ini belum bisa maksimal karena keterbatasan peralatan dan keterbatasan obat obatan yang ada di pos Kotis sehingga untuk penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut maka dokter dan Tim Kesehatan akan menyarankan masyarakat untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis lebih cepat dan lengkap sehingga menghindari hal-hal yg tidak di inginkan.

Dansatgas Yonif 713/ST dalam hal ini diwakili oleh dokter Satgas mengungkapkan bahwa pengobatan ini diberikan sebagai bagian dukungan bahwa jika masyarakat sehat maka itu juga akan berpengaruh untuk membantu pelaksanaan tugas kami karena dalam menjalankan tugas kami tidak bisa sendiri namun harus dengan dukungan masyarakat.

Bapak Muhammad yang merupakan salah satu pasien yg berobat menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan ini. “kami masyarakat Skouw berharap agar Satgas Yonif 713/ST selalu bisa membantu masyarakat sekitar dalam bidang kesehatan khususnya karena keterbatasan tenaga medis yang ada di tempat kami”, ungkapnya.

Sehingga dalam hal ini masyarakat yang tinggalnya jauh dari puskesmas ataupun tempat kesehatan bisa lebih cepat mendapat pertolongan apabila terkena penyakit oleh Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 713/ST.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

BERSIHKAN GUA MARIA SATGAS YONIF 713/ST BERSAMA MASYARAKAT

BERSIHKAN GUA MARIA SATGAS YONIF 713/ST BERSAMA MASYARAKAT

Satgas Yonif 713/ST khususnya Pos Kout yang bertempat di Jalan Trans Km 31 Arso Kota Kec. Arso Kab. Keerom telah selesai melaksanakan Karya Bhakti Bersama masyarakat sekitar, Jayapura, Jum’at (30/08/2019).

Pelaksanaan Karya Bhakti ini dilaksanakan di Gua Maria Sandurun Sanggaria Yaner Fowor Bersama-sama dengan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan Karya Bhakti ini berlangsung dengan semangat dan antusias dari masyarakat sekitar dan tentunya dari personel Pos Kout.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Bapak Piter Gusbager, S. Hut, MUP. (Wakil Bupati Keerom), Kapten Inf Freddy Simon Pasaribu (Wadan Satgas Yonif 713/ST), Bapak Abdul Halik (Kabak Humas Kab. Keerom), Bapak Ruben Rumbo Rumbo (Kabak Umum Kab. Keerom), Drs. Edy Y. Buntan M.Si (Asisten ll Bid. Kesejahteraan dan Perekonomian), Bapak Supriadi (Kepala Distrik Arso Barat), Bapak Slamet (Kepala Bid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas P dan K), Letda Ckm Syaban (Danton Kes Satgas Yonif 713/ST), Peltu I Dewa (Dansikes Satgas Yonif 713/ST), Sertu Wagiman (Babinsa Ubiu), Serda Marsono (Babinsa Sangke/amyu) dan Kopda Uchok (Babinsa Bate).

“Kegiatan ini bisa menambah dan mempererat persatuan dan kesatuan antara Satgas Yonif 713/ST Bersama dengan Masyarakat sekitar, kekompakan serta tidak membeda-bedakan antara suku, agama dan budaya semuanya membaur menjadi satu untuk menciptakan kedamaian di Keerom”, Ungkap Kapten Inf Freddy Simon Pasaribu (Wadan Satgas Yonif 713/ST).

Adapun tanggapan dari Dansatgas “Kegiatan seperti ini harus sering-sering dilaksanakan demi menjalin hubungan komunikasi dan tali silaturahmi antara Satgas Yonif 713/ST dengan Masyarakat Sekitar”, Ungkap Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gresinand, SH., M.Tr.Han., M.l.Pol. Kegiatan Karya Bhakti selesai dilaksanakan pada pukul 11.00 WIT dengan aman dan lancar.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

GELIAT PASAR SKOUW PERBATASAN SATGAS YONIF 713/ST

GELIAT PASAR SKOUW PERBATASAN SATGAS YONIF 713/ST

Hari Kamis merupakan hari pasar bagi masyarakat di perbatasan, hari untuk berbelanja bagi masyarakat perbatasan RI-PNG selain hari Kamis hari pasar juga diadakan setiap hari Selasa dan Sabtu dimana ketika hari pasar ini tiba maka semua masyarakat baik yang dari negara tetangga PNG maupun masyarakat warga Indonesia, mereka berbondong-bondong untuk berbelanja kebutuhan di pasar Skouw yg terletak di perbatasan, Skouw, Kamis (29/08/2019).

Seperti halnya yg terjadi hari ini Kamis  tanggal 29 Agustus 2019 dibawa pimpinan Sertu Arfin yang menjabat sebagai Danru Jaga hari ini,  masyarakat PNG berbondong bondong datang ke pasar Skouw, namun sebelum mereka sampai dipasar maka masyarakat ini akan diperiksa terlebih dahulu di Penjagaan Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST yang jaraknya tidak jauh dari Pasar Skouw kira-kira sekitar 100 meter. Dengan sigap personel pos selalu memeriksa setiap orang yang akan menuju pasar, mereka boleh menuju pasar setelah mereka memberikan ID Card dan diperiksa serta dicatat oleh personel jaga di buku yang telah disiapkan di pos jaga seperti Pasport dan kartu kuning.

Dengan teliti pemeriksaan ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman, untuk mencegah hal hal yg tidak di inginkan apakah itu penyelundupan narkoba, pelintas batas ilegal dan lain sebagainya.

“Masyarakat sangat senang bisa berbelanja di pasar Skouw dengan berbagai pertimbangan mereka tidak perlu pergi ke kota lagi untuk belanja karena sebagian besar kebutuhan yang mereka butuhkan sudah ada di pasar Skouw ini, kalau ke kota pasti membutuhkan biaya tambahan akan menempu jarak yang lumayan jauh”, ungkap ibu Gracia.
Ibu Gracia adalah salah satu warga PNG yang setiap hari pasar selalu datang ke pasar Skouw untuk belanja kebutuhan sehari hari dan sekaligus untuk dijual lagi di PNG karena ibu Gracia mempunyai warung kecil yang ada dirumahnya.

“Dalam tugasnya setiap anggota pos melaksanakan pemeriksaan dengan teliti dan tidak mengesampingkan faktor keamanan, hal ini untuk mencegah kerugian baik kerugian material kerugian personel”, ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gresinand, SH., M.Tr.Han., M.l.Pol.
Dansatgas juga menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan seperti ini dilaksanakan setiap hari dan bukan hanya dilaksanakan pada hari pasar saja.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

MAMA LUSI BANYAK TERIMA KASIH KEPADA SATGAS YONIF 713/ST

MAMA LUSI BANYAK TERIMA KASIH KEPADA SATGAS YONIF 713/ST

Setelah keluarganya yang sakit dibantu diobati, Mama Lusi (45, warga Skouw keturunan PNG) bersama empat orang keluarganya, mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ST yang tengah perjalanan kembali dari Patroli Patok Perbatasan MM.1Hal itu dikatakan Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dalam rilisnya, Skouw, Jayapura, Selasa (27/8/2019).

Dijelaskan Dony, pertemuan dengan Mama Lusi (45) dan keluarganya itu terjadi ketika dirinya dan Tim Satgas kembali melaksanakan patroli Patok Perbatasan Negara MM.1 yang berada di sektor utara perbatasan RI-PNG.

“Ketika itu (Rabu, 22/8/2019), saya dan anggota dalam perjalanan pulang dari patroli menuju Pos Kotis,” ujar Dony.

Dikatakan lebih lanjut, didalam perjalanan ditengah hutan, dikarenakan perasaan iba, dirinya menghentikan perjalanan tim patroli untuk membantu mengobati warga yang sakit.

“Sesuai dengan prosedur, saat patroli kami membawa personel kesehatan, sehingga saat bertemu warga yang sakit di tengah perjalanan, maka kami putuskan berhenti untuk memberikan bantuan pengobatan,” tegasnya.

“Mama Lusi dan empat orang keluarganya (anak dan cucunya) berada di hutan menuju ke Wutung (PNG) untuk berkebun,”tambahnya.

Setelah dibantu pengobatan oleh Satgas, Mama Lusi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satgas Yonif 713/ST, karena telah membantu mengobati keluarganya, meski dirinya tahu Satgas dalam kondisi lelah dari melaksanakan patroli ke patok perbatasan di daerahnya.

*Mama Lusi : Banyak Terima Kasih, Bapak TNI Membantu Keluarga Saya* Setelah keluarganya yang sakit dibantu diobati, Mama Lusi (45, warga Skouw keturunan PNG) bersama empat orang keluarganya, mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ST yang tengah perjalanan kembali dari Patroli Patok Perbatasan MM.1 Hal itu dikatakan Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dalam rilisnya, Skouw, Jayapura, Selasa (27/8/2019). Dijelaskan Dony, pertemuan dengan Mama Lusi (45) dan keluarganya itu terjadi ketika dirinya dan Tim Satgas kembali melaksanakan patroli Patok Perbatasan Negara MM.1 yang berada di sektor utara perbatasan RI-PNG. “Ketika itu (Rabu, 22/8/2019), saya dan anggota dalam perjalanan pulang dari patroli menuju Pos Kotis,” ujar Dony. Dikatakan lebih lanjut, didalam perjalanan ditengah hutan, dikarenakan perasaan iba, dirinya menghentikan perjalanan tim patroli untuk membantu mengobati warga yang sakit. “Sesuai dengan prosedur, saat patroli kami membawa personel kesehatan, sehingga saat bertemu warga yang sakit di tengah perjalanan, maka kami putuskan berhenti untuk memberikan bantuan pengobatan,” tegasnya. “Mama Lusi dan empat orang keluarganya (anak dan cucunya) berada di hutan menuju ke Wutung (PNG) untuk berkebun,”tambahnya. Setelah dibantu pengobatan oleh Satgas, Mama Lusi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satgas Yonif 713/ST, karena telah membantu mengobati keluarganya, meski dirinya tahu Satgas dalam kondisi lelah dari melaksanakan patroli ke patok perbatasan di daerahnya. “Mama Lusi dan keluarga banyak ucap terimakasih untuk Bapak TNI yang sudah membantu keluarga saya, dengan punya rasa yang capek, bapak bapak masih mampu membantu kami” pungkasnya.”Mama Lusi dan keluarga banyak ucap terimakasih untuk Bapak TNI yang sudah membantu keluarga saya, dengan punya rasa yang capek, bapak bapak masih mampu membantu kami” pungkasnya.

SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST HADIRI RAPAT KOORDINASI PLBN SKOUW DENGAN TIM DARI BPK RI DAN BNPP PUSAT

SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST HADIRI RAPAT KOORDINASI PLBN SKOUW DENGAN TIM DARI BPK RI DAN BNPP PUSAT

Tim BPK RI dan BNPP pusat  Senin, 26 Agustus 2019 pkl 12.30 WIT mengadakan kunjungan kerja ke PLBN Skouw dan langsung diterima oleh Kepala PLBN Skouw bapak Yan Z Numberi. Setelah diterima oleh Bapak Yan Z Numberi selanjutnya Tim bersama staf PLBN Skouw langsung menggelar rapat di ruang rapat gedung PLBN Skouw dengan agenda rapat koordinasi tentang  pelaksanaan tugas tugas pokok PLBN Skouw dengan staf terkait, Jayapura, Senin (26/08/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bapak Bernard AM M (BPK RI), bapak Hery B (BPK RI), bapak  Ricko C (BPK RI), bapak Aditia K (BNPP), bapak M. Hasanuddin (BNPP), bapak Yan Z Numberi (Kepala PLBN Skouw), bapak Alnes Salamahu (Karantina Kesehatan),bapak Ahmad Syarif (Karantina Pertanian), bapak Marselinus A. Mapan (Imigrasi), Iptu Kasrun SH (Kapolsub Sektor), bapak Bagja Lugina (Bea Cukai) dan Letda Arm Jackson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas)

Dalam keterangannya Bapak Yan Z Numberi mengatakan bahwa PLBN Skouw sekarang ini dari segi fasilitas sudah baik namun didalamnya masih ada beberapa hal yg harus dibenahi demi menunjang tugas tugas PLBN seperti belum adanya alat Deteksi yang ditempatkan diluar gedung, belum adanya dan masih minimnya fasilitas kendaraan dinas dan masih banyak hal lainnya sehingga dalam hal ini bapak Yan Z Numberi menyarankan kepada tim BPK RI dan BNPP untuk segera menyampaikan hal tersebut ke atasan yang terkait sehingga segera didukung demi kelancaran pelaksanaan tugas tugas di PLBN Skouw.

Tidak hanya staf PLBN yang menyampaikan pendapatnya dalam hal ini Satgas juga diberikan kesempatan untuk menyarankan yang dalam hal ini Dansatgas yang diwakili oleh Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th Pabintal sekaligus Papen Satgas menyampaikan, “beberapa hal untuk mendukung pelaksanaan tugas Satgas antara lain menyarankan untuk dapat kiranya didukung alat-alat dalam  melaksanaan sweeping dan juga menyarankan supaya dibangun tembok/pagar disepanjang perbatasan hal ini untuk menutup gerak maju para pelintas batas illegal”, ungkapnya.

Didalam keterangannya bapak Edward AM M selaku ketua TIM mengungkapkan akan  menampung semua saran dan pendapat dari masing masing staf dan akan disampaikan kepada pimpinan untuk bisa segera direalisasikan.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

TURUNI TEBING TERJAL TEPI LAUT, SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST TEMUKAN PATOK BATAS PENINGGALAN HINDIA BELANDA DI SKOUW

TURUNI TEBING TERJAL TEPI LAUT, SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST TEMUKAN PATOK BATAS PENINGGALAN HINDIA BELANDA DI SKOUW

Setelah menempuh perjalanan yang cukup terjal dan menuruni tebing yang curam, selain melaksanakan patroli Patok Perbatasan Negara MM.1, Satgas Pamtas Yonif 713/ST menemukan patok batas peninggalan Belanda dengan Australia yang berada di sektor Utara Perbatasan RI-PNG.

Hal itu dikatakan Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dalam rilisnya, Skouw, Jayapura, Selasa (27/8/2019).

Dikatakan Dansatgas, patroli Patok Perbatasan Negara RI-PNG yang dilaksanakan pada Rabu (22/08/2019) itu dipimpin langsung dirinya bersama dengan para perwira Satgas.

“Pengenalan medan bagi kami sangatlah penting, sehingga sebagai Satgas yang baru bertugas menggantikan Yonif PR 328, saat patroli Patok Perbatasan MM-1, selain anggota diajak juga beberapa perwira,” ucapnya.

Dikatakan Dony lebih lanjut, patroli patok perbatasan merupakan salah satu tugas pokok yang mereka terima, untuk memastikan apakah terdapat perubahan baik posisi maupun kondisinya.

“Ini penting, selayaknya rumah kita, jika tidak pernah dibersihkan maka akan rusak atau hilang,” tegasnya.

Untuk diketahui selain Patok Perbatasan MM1 yang berada di Sektor Utara Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 713 bertanggungjawab untuk mengawasi lima (5) patok lainnya.

“Keseluruhannya ada enam, yaitu patok MM.1, MM.2, MM.2.1, MM.2.2, MM.2.3 dan MM.3A”tegasnya

” Patok MM atau Monument Meridian, yaitu tugu veton bertuliskan nomor titik koordinat pada plat yang distempel sekitar 165 cm,”terang Dony.

Meski berjarak relatif dekat, lanjut Dony, karena perjalanan yang cukup terjal dan sulit, mereka tiba di lokasi setelah menempuh waktu sekitar 3 jam 45 menit).

“Saat menuju patok di pinggir laut, karena terjal dan curam, kami menuruni tebing dengan tali yang dilengkapi tali jiwa, selayaknya panjat tebing,” jelas Doni.

“Turun tebing dengan tali merupakan salah satu keterampilan prajurit, meski tebing cukup curam, alhamdulillah, seluruh Tim berhasil tiba di lokasi patok dengan aman,”tambahnya.

Setelah tiba di lokasi, lanjut Dony, sambil istirahat mereka melaksanakan pembersihan disekitar Patok Perbatasan MM.1.

“Kami tiba sekitar pukul 11:45 WIT , sehingga sambil menunggu tiba waktu shalat dzuhur, melaksanakan pembersihan sekitar patok,” tuturnya.

Menurut Dony, keindahan alam di sekitar Patok Perbatasan yang berada di tepi laut itu, mampu mengobati rasa letih dan lelah yang mereka rasakan.

“Saat perjalanan untuk kembali ke Kotis, sekitar 300 meter kami menemukan patok perbatasan peninggalan Belanda dan Australia yang berada di lereng tebing yang curam yang berhadapan dengan laut Pasifik,” kata Dony.

Dikarenakan patok itu tidak menjadi tanggungjawab dan tidak terdata dalam data Satgas, maka temuan tersebut segera di laporkan ke pimpinan mereka yaitu Kodam XVII/Cen dan Korem 172/PWY.

“Patok tersebut dibuat oleh negara Belanda dan Australia pada tahun 1930, yang digunakan sebagai batas wilayah pendudukan dua negara tersebut. Saat ditemukan, Patok yang diukur dengan metode astronomis itu, meski ditemukan dalam kondisi baik, namun brastablet-nya telah hilang”tutur Dony.

*Turuni Tebing Terjal Tepi Laut, Satgas Yonif 713 Temukan Patok Batas Peninggalan Hindia Belanda di Skouw* Setelah menempuh perjalanan yang cukup terjal dan menuruni tebing yang curam, selain melaksanakan patroli Patok Perbatasan Negara MM.1, Satgas Pamtas Yonif 713/ST menemukan patok batas peninggalan Belanda dengan Australia yang berada di sektor Utara Perbatasan RI-PNG. Hal itu dikatakan Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dalam rilisnya, Skouw, Jayapura, Selasa (27/8/2019). Dikatakan Dansatgas, patroli Patok Perbatasan Negara RI-PNG yang dilaksanakan pada Rabu (22/08/2019) itu dipimpin langsung dirinya bersama dengan para perwira Satgas.

“Pengenalan medan bagi kami sangatlah penting, sehingga sebagai Satgas yang baru bertugas menggantikan Yonif PR 328, saat patroli Patok Perbatasan MM-1, selain anggota diajak juga beberapa perwira,” ucapnya. Dikatakan Dony lebih lanjut, patroli patok perbatasan merupakan salah satu tugas pokok yang mereka terima, untuk memastikan apakah terdapat perubahan baik posisi maupun kondisinya. “Ini penting, selayaknya rumah kita, jika tidak pernah dibersihkan maka akan rusak atau hilang,” tegasnya. Untuk diketahui selain Patok Perbatasan MM1 yang berada di Sektor Utara Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 713 bertanggungjawab untuk mengawasi lima (5) patok lainnya. “Keseluruhannya ada enam, yaitu patok MM.1, MM.2, MM.2.1, MM.2.2, MM.2.3 dan MM.3A”tegasnya ” Patok MM atau Monument Meridian, yaitu tugu veton bertuliskan nomor titik koordinat pada plat yang distempel sekitar 165 cm,”terang Dony. Meski berjarak relatif dekat, lanjut Dony, karena perjalanan yang cukup terjal dan sulit, mereka tiba di lokasi setelah menempuh waktu sekitar 3 jam 45 menit).

“Saat menuju patok di pinggir laut, karena terjal dan curam, kami menuruni tebing dengan tali yang dilengkapi tali jiwa, selayaknya panjat tebing,” jelas Doni. “Turun tebing dengan tali merupakan salah satu keterampilan prajurit, meski tebing cukup curam, alhamdulillah, seluruh Tim berhasil tiba di lokasi patok dengan aman,”tambahnya. Setelah tiba di lokasi, lanjut Dony, sambil istirahat mereka melaksanakan pembersihan disekitar Patok Perbatasan MM.1. “Kami tiba sekitar pukul 11:45 WIT, sehingga sambil menunggu tiba waktu shalat dzuhur, melaksanakan pembersihan sekitar patok,” tuturnya. Menurut Dony, keindahan alam di sekitar Patok Perbatasan yang berada di tepi laut itu, mampu mengobati rasa letih dan lelah yang mereka rasakan. “Saat perjalanan untuk kembali ke Kotis, sekitar 300 meter kami menemukan patok perbatasan peninggalan Belanda dan Australia yang berada di lereng tebing yang curam yang berhadapan dengan laut Pasifik,” kata Dony.

Dikarenakan patok itu tidak menjadi tanggungjawab dan tidak terdata dalam data Satgas, maka temuan tersebut segera di laporkan ke pimpinan mereka yaitu Kodam XVII/Cen dan Korem 172/PWY. “Patok tersebut dibuat oleh negara Belanda dan Australia pada tahun 1930, yang digunakan sebagai batas wilayah pendudukan dua negara tersebut. Saat ditemukan, Patok yang diukur dengan metode astronomis itu, meski ditemukan dalam kondisi baik, namun brastablet-nya telah hilang”tutur Dony. “Untuk itu, kita plot dan diperoleh menggunakan koordinat UTM 499919.866 – 9712092.920. Selanjutnya, sebagai kelengkapan data telah kami dokumentasikan juga foto maupun video sebagai bahan laporkan ke Komando Atas,” pungkasnya. (Dispenad).

“Untuk itu, kita plot dan diperoleh menggunakan koordinat UTM 499919.866 – 9712092.920. Selanjutnya, sebagai kelengkapan data telah kami dokumentasikan juga foto maupun video sebagai bahan laporkan ke Komando Atas,” pungkasnya. (Dispenad).

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

SATGAS YONIF 713/ST BERSAMA RRI PAPUA PROGRAM SIARAN TNI MENYAPA

SATGAS YONIF 713/ST BERSAMA RRI PAPUA PROGRAM SIARAN TNI MENYAPA

Setelah sepekan melaksanakan tugas Pamtas Yonif 713/ST tepatnya pada hari Jumat, 23 Agustus 2019 pkl 17.00 – 17.30 WIT Satgas Yonif 713/ST berkesempatan untuk siaran di RRI Jayapura jln. Beringin No. 23 Entrop Jayapura Selatan Kota Jayapura. Siaran yang dilangsungkan secara live dilaksanakan lewat Siaran Pro 1 FM 96,0 – 97,6 – 93,5 MHz AM 1053 Khz. Jayapura, Jum’at (23/08/2019).

Hadir dlm giat tsb antara lain Bpk Joko Purnomo (Pimpinan RRI Jayapura), bapak Mayor Inf Dony Gredinand SH., M.Tr.Han M.I.Pol (Dansatgas Yonif 713/ST), Bpk Engel Silubun (Kepala siaran RRI Jayapura) bapak Robin Manurung (Kepala Pengembangan RRI Jayapura), Lettu Inf Suyono (Pasi Intel Satgas), Lettu Inf Sulaiman (Dankima Satgas),Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas), Letda Inf Suleman (Pasiter Satgas)

Adapun Tema dalam siaran RRI Jayapura adalah “TNI Menyapa”, Dimana dlm siaran tsb disampaikan ttg tugas tugas pokok Satgas Pamtas Yonif 713/ST di Sektor Utara RI-PNG dan perkenalan Satgas Yonif 713/ST di Bumi Papua.
Siaran Radio Jayapura diharapkan Masyarakat Papua dapat mengenal dan menerima Satgas Pamtas Yonif 713/ST, dimana Program2 yg direncanakan/disiapkan dpt diterima masyarakat setempat dan berjalan dgn baik sehingga Hadirnya TNI di Masyarakat dapat merebut hati dan pikiran rakyat.
Dan satgas mengimbau pemerintah dpt mempercepat pembangunan di daerah perbatasan dan apapun permasalahan dpt diselesaikan.

Kepala/Pimpinan RRI Jayapura bapak Joko Purnomo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ST yang berkenan hadir dan mengisi siaran di RRI Jayapura, dan ini pengalaman yg berharga karena dalam siaran sore ini Dansatgas Mayor Inf Dony Gredinand SH,M.Tr.Han., M.I.Pol berkenan hadir langsung karena sebelum sebelumnya jarang seorang Dansatgas berkenan hadir dan siaran.
Sebuah peryataan beliau

“Bersama Rakyat TNI Kuat”

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405

KUNJUNGAN KEPALA STAF UMUM PANGLIMA TNI LETNAN JENDERAL TNI JONI SUPRIYANTO KE WILAYAH PERBATASAN SKOUW

KUNJUNGAN KEPALA STAF UMUM PANGLIMA TNI LETNAN JENDERAL TNI JONI SUPRIYANTO KE WILAYAH PERBATASAN SKOUW

Skouw, Jumat 23 Agustus 2019 pukul 09.00 Wit bertempat di Pos Kotis Skouw Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST telah tiba Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto beserta Rombongan dalam rangka Kunjungan kerja di Wilayah perbatasan RI-PNG sektor Skouw, Jayapura (25/08/2019)

Dengan menggunakan jalan darat rombongan tiba di pos Kotis Satgas Pamtas RI – PNG dan langsung diterima oleh Dansatgas Mayor Inf Dony Gredinand, SH., M. Tr.Han. M.I.Pol.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring (Pangdam XVII/Cendrawasih), Brigjen TNI (Mar) R. Widad P. Aji,MBA, GRAD. DIP. S.S (Waasintel Panglima TNI), Marsma TNI M. Khairil Lubis (Waaspops Panglima TNI), Kolonel Arm Rio Firdianto (Sesmin Kasum TNI), Kolonel Inf Jonatan Binsar Panjaitan Sianipar (Danrem 172/PWY), Kolonel cba Suparmanto (rombongan), Letkol Cpl Eko (Kapendam XVII/Cendrawasih), Mayor Inf Dony Gredinand. S.H., M.Tr. Han., M. I. Pol (Dansatgas Yonif 713/ST) dan Letda Inf Dimas (Adc Kasum TNI)

Tepat pukul 09.00 Wit Kepala Staf Umum TNI tiba di Pos Kotis Skouw Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST dilanjutkan menerima Jajar kehormatan dan langsung mengecek Pos Kotis Skouw, selesai melaksanakan pengecekan di Pos Kotis rombongan langsung mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN), kembali dari Pos Lintas Batas Negara Kepala Staf Umum TNI beserta rombongan mengunjungi Pos Satgas Ban, Mengunjungi Pasar Skouw dan setelah selesai melaksanakan kunjungan Kepala Staf Umum TNI dan rombongan kembali ke Kota Jayapura.

Adapun agenda kunjungan Kasum TNI datang ke wilayah perbatasan RI-PNG  adalah dalam rangka mengecek situasi keamanan di wilayah perbatasan khususnya sektor Skouw sekaligus mengecek Kondisi bangunan di wilayah perbatasan seperti :Pos Satgas Pamtas,  Pintu Perbatasan, Pos Satgas Ban, dan Pasar Skouw.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol
No. Hp. 085297874405