LES TAMBAHAN UNTUK ANAK-ANAK KAMPUNG NAFRI

Satgas Yonif 713/Satya Tama melaksanakan kegiatan les tambahan kepada anak-anak SD Inpres Kampung Nafri yang bertempat di Pos Nafri, Kamis (31/10/2019).

Pelaksanaan les tambahan ini dimulai dari pukul 14.00 WIT dengan tenaga pendidik yaitu dari personel Pos Nafri yang bernama Serda Angga P.K dengan murid yang datang sebanyak 4 orang. Diadakannya les tambahan ini tidak lain yaitu untuk memberikan pemahaman kembali kepada siswa siswi SD Inpres dalam pelajaran di sekolahnya yang diberikan ketika pagi hari oleh gurunya.

Kegiatan les tambahan ini dirasa oleh Satgas sangat penting dimana ketika pagi mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolahan dan ketika sore mereka mendapat les tambahan dari personel Pos Nafri. Adapun materi yang diberikan yaitu membuat pantun, belajar matematika dan mengerjakan PR.

Turut hadir dalam kegiatan ini Letda Inf H.R Sitorus (Danpos Nafri), Serda Angga P.K (Wadanpos/Gadik), Astrid awi (siswi SD Inpres Nafri), Susanna Frinkrew (siswi SD Inpres Nafri), Emma Misel Koti (siswi SD Inpres Nafri) dan Bessi Nero (siswi SD Inpres Nafri).

Danpos Nafri Letda Inf H.R Sitorus mengungkapkan “kegiatan les tambahan seperti ini juga sangatlah penting dimana sebagai momen untuk bisa dekat dengan anak-anak di perbatasan sekaligus dan menjadikan media untuk mereka dapat mengingat kembali pelajaran yang ketika pagi hari diberikan oleh guru sekolah sehingga merekapun tidak menggunakan waktu di sore hari untuk hanya bermain saja tanpa ada manfaatnya”, ungkapnya.

PATAH TULANG PINGGANG SATGAS EVAKUASI WARGA NEGARA MALASYA YANG BEKERJA DI PNG

PATAH TULANG PINGGANG SATGAS EVAKUASI WARGA NEGARA MALASYA YANG BEKERJA DI PNG

Tim Kesehatan Satgas Yonif 713/ST Pos Kotis Skouw membantu evakuasi korban kecelakaan lalu lintas atas Nama Ling King Ping berusia 44 tahun Tenaga Kerja Malaysia yang di perbantukan kerja di Negara Papua New Guniea, Kamis (31/10/2019).

Kecelakaan itu terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2019 pukul 10.30 WIT bertempat di Sirra Papua New Guinea ketika Ling King Ping sedang  makan  di depan Basecamp di wilayah tempat kerjanya tiba-tiba ada mobil melintas hilang kendali dan akhirnya mobil tersebut menabrak Ling King Ping di bagian Pinggang sebelah Kiri sehingga terjadi patah tulang pada bagian pinggang sebelah kiri.

Selanjutnya Ko Cong Kien saudara pasien mendatangi pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 713/ST untuk meminta bantuan kendaraan Ambulance yang ketika itu diterima oleh Pasiter Satgas Letda Inf Suleman Nsalah  dan melaporkannya kepada Dansatgas Yonif 713/ST dan Dansatgas langsung memerintahkan  Tim Kesehatan Pos Kotis untuk memberikan bantuan dengan datang ke lokasi Zona Netral PLBN Skouw beserta 5 orang anggota untuk membantu korban untuk kemudian memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke RSUD Jayapura. Dan saat ini pasien sudah dalam penanganan Tim Medis UGD RSUD Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Letda Inf Suleman Nsalah (Pasiter Satgas Yonif 713/ST), Sertu Dadik (Bakes Pos Kotis Skouw Satgas Yonif 713/ST), Pratu Khoirul (Tamudi  Kes Pos Kotis Skouw Satgas Pamtas Yonif 713/ST), Ling King Ping (Pasien evakuasi Tenaga Kerja Warga Negara Malaysia yang bekerja di Negara PNG) dan Ko Cong Kien (Saudara Pasien).

Pasiter Satgas Letda Inf Suleman mengungkapkan “kami Satgas 24 jam siap membantu masyarakat jika masyarakat  membutuhkan bantuan, itu adalah bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat oleh karena itu masyarakat jangan takut meminta bantuan kepada Satgas dan itu bukan hanya di Kotis sini tapi berlaku di seluruh pos-pos jajaran Satgas 713/ST berada”, ungkapnya.

Ko Cong Kien Saudara Pasien mengucapkan terimakasih banyak kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ST yang telah membantu saudara saya ke RSUD Jayapura dan kami mohon doanya semoga saudara saya ini cepat sembuh sehingga dapat melaksanakan aktivitasnya kembali serta doa saya semoga Satgas Yonif 713/Satya Tama juga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

PEDULI KESEHATAN PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST DI DAERAH OPERASI

PEDULI KESEHATAN PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST DI DAERAH OPERASI

Dansatgas Yonif 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol. beserta Tim Kesehatan Pos Kotis mendatangi beberapa Pos dalam rangka kegiatan kunjungan sekaligus pemeriksaan Kesehatan Berkala Personel Jajaran Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama, Rabu (30/10/2019).

Pemeriksaan kesehatan ini tidak lain yaitu untuk menjaga agar personel Satgas tetap dalam keadaan sehat dan prima sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas Negara dengan baik dan penuh semangat. Dalam pemeriksaan kesehatan kali ini dilaksanakan di Pos Kotis Skouw Distrik Muara Tami dan  Pos Yetti serta Pos Kaliasin yang berada di Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Pemeriksaan kesehatan ini rutin dilaksanakan karena Satgas Yonif 713/Satya Tama sendiri mengerti akan pentingnya apa itu menjaga kesehatan demi menunjang tugas pokok.

Pada kesempatan pertama Dansatgas menyampaikan kepada Personel Satgas tentang keberhasilan suatu satuan yang melaksanakan tugas operasi yaitu dimana satuan tersebut berhasil bukan karena berhasil mendapatkan beberapa temuan melainkan satuan itu sendiri bisa menjaga agar personelnya tetap aman dan sehat dalam arti ketika berangkat sehat dan kembali juga harus dalam keadaan sehat dari prinsip itulah Satgas Yonif 713/Satya Tama mengutamakan yang namanya pentingnya menjaga kesehatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol (DanSatgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST), Lettu Inf Suyono (Pasi Intel), Lettu Inf Aji Satrio Utomo (Pasi Ops), Letda Inf Sudirman Mandiangan (Danki Bant), Sertu Dadik (Bakes), Serda Aris Cholili (Ba Penyon), Pratu Choirul (Takes), Prada Bano (Takes) dan Prada Lhavendra (Ta Penyon).

Pelaksanaan pemeriksaan Personel di Pos Kotis, Pos Yetti dan Pos Kaliasin ini ditemukan beberapa Personel Yang mengalami alergi atau gatal-gatal dikarenakan Personel tersebut kurang memperhatikan kebersihan diri dan kebersihan pakaiannya. Langkah yang diambil Bakes yaitu memberi obat dan salep gatal kepada personel yang mengalami alergi dan  gatal-gatal tersebut dan dianjurkan untuk bisa menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungannya.

Selesai kegiatan Dansatgas menyampaikan “Saya selaku Dansatgas Yonif 713/Satya Tama menekankan kepada anggota untuk lebih peka terhadap kesehatan dirinya sendiri dan tentunya lingkungan di sekitarnya tanpa disadari apabila lingkungan itu sendiri kotor atau tidak sehat pasti akan berdampak pada kesehatan anggota semua, maka dari itu pentingnya kesadaran kita terhadap kesehatan karena sehat itu mahal jadi lebih baik mencegah daripada mengobati”, tegasnya. Dansatgas juga menambahkan bahwa pemeriksaan berkala ini akan dilaksanakan kepada semua personel Satgas yang ada di 17 pos yang ada.

SATGAS BERIKAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

SATGAS BERIKAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga setiap orang dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hal itulah yang mau di tanamkan oleh personel Satgas Pos Kout dalam penyuluhan PBHS yang dilaksanakan di SD Inpres Arso 6 Jln. Tangkuban Perahu, Kampung Yamuan Arso 6, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Kamis (31/10/2019).

Dalam penyuluhan ini personel Satgas memberikan materi Cara Mencuci Tangan, Membuang Sampah, Membersihkan Jentik Nyamuk, Menghindari Asap Rokok dan Makanan Bergizi dan Sehat. Turut hadir pada acara acara ini bapak Juaria S.Pd (Kepala Sekolah SDN Inpres Arso 6), bapak Supratman Amd.Pd (Kesiswaan Sekolah SD Inpres Arso 6), Letda Ckm Syaban (Danton Kes Satgas Yonif 713/ST), Prada Rezky (Takes Satgas), Prada Muhamad (Takes Satgas) dan siswa-siswi SDN Inpres Arso 6.

Prada Rezky mengungkapkan PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan misalnya tentang gizi yaitu makan beraneka ragam makanan, minum tablet tambah darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita kapsul vitamin A, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan dan masih banyak lagi. Rizky menambahkan manfaat PHBS itu antara lain anak-anak menjadi tumbuh sehat dan tidak mudah sakit serta anak dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Bapak Jauaria S.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Satgas Yonif 713/Satya Tama dalam hal ini Pos Kout yang telah memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak-anak didik kami sehingga anak-anak didik kami mendapatkan ilmu bagaimana perilaku hidup sehat itu serta dapat menerapkannya dalam kehidupan kesehariannya.

Bapak Jauaria S.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Satgas Yonif 713/Satya Tama dalam hal ini Pos Kout yang telah memberikan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada anak-anak didik kami sehingga anak-anak didik kami mendapatkan ilmu bagaimana perilaku hidup sehat itu serta dapat menerapkannya dalam kehidupan kesehariannya.

PEDULI PENDIDIKAN ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR PERBATASAN

PEDULI PENDIDIKAN ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR PERBATASAN

Sekolah Dasar (SD) Inpres di Kampung Mosso, Kampung Nafri dan Kampung Skouw Mabo, diisi jam pelajaran oleh personel Satgas Yonif 713/Satya Tama yaitu Pos Kotis,Pos Nafri dan Pos Ramil Tami Kota Jayapura Provinsi Papua,Rabu (30/10/2019).

Dalam mengisi jam pelajaran tersebut, Serda Harahap, Serda Angga, Serda Danu menjadi tenaga pengajar di ketiga SD tersebut sejak Satgas Yonif 713/Satya Tama masuk ke medan tugas 2 bulan lalu. Dengan menggunakan seragam dinas kebanggaan Loreng mereka berdiri di depan murid-murid untuk memberikan mata pelajaran kepada para siswa-siswi. Walaupun banyak tugas dan tanggung jawab seorang TNI harus bisa banyak meluangkan waktu dengan mengaplikasikan ilmu yang sudah di latihkan pada saat di homebase sebelumnya.

Pasiter Satgas Letda Inf Suleman yang mendampingi Gadik di Mosso, Danpos Pos Nafri Letda Inf H.R Sitorus yang mendampingi Gadik di Nafri dan Kapten Inf Suprianto yang mendampingi Gadik di Ramil Tami mengungkapkan bahwa menjadi seorang Tenaga Pengajar merupakan suatu hal yang sangat mulia dimana harus dilaksanakan dengan sepenuh hati, meski tugas pokoknya pengamanan perbatasan, tetapi harus mampu bekerja sama dengan Rakyat.

Angga salah seorang Gadik mengungkapkan “Saya mengajar menjadi seorang tenaga pengajar karena Satgas Yonif 713/Satya Tama mempunyai program untuk mempercerdas anak bangsa di perbatasan. Apalagi minimnya guru di Perbatasan Harus banyak waktu yang di luangkan untuk mengajar siswa-siswa di sekolah tersebut,” kata Angga.

Dirinya mengakui sangat senang melihat semangat anak-anak dalam belajar. Angga, Harahap dan Danu mengajar mata pelajaran extrakurikuler, membaca, berhitung dan pelajaran sejarah karena bangsa yang baik ataupun bangsa yang sukses tidak pernah sekali kali melupakan sejarah istilah pribahasa adalah jas merah. Ia berharap kepada pemerintah daerah terutama instasi terkait dalam hal ini dinas pendidikan Kabupaten maupun Provinsi agar kedepannya menambah buku mata pelajaran yang masih kurang agar ke depan perlu dilengkapi lagi.

Diakhir kegiatan Perwira Teritorial Satgas Yonif 713/ST Letda Inf Suleman menyampaikan “Anggota Satgas Yonif 713/Satya Tama masing-masing memiliki talenta dan kreatifitas yang berbeda-beda sehingga perlu disalurkan dalam pelaksanaan tugas dimana saja seperti saat ini di Papua dan prajurit Satgas Yonif 713/Satya Tama harus bisa menjadi contoh bagi siapapun”, tutupnya.

MENGENAL SITUS LUKISAN DINDING GUA PRASEJARAH BUNDA MARIA DI KEEROM PAPUA

MENGENAL SITUS LUKISAN DINDING GUA PRASEJARAH BUNDA MARIA DI KEEROM PAPUA

Dalam tradisi Katolik, Gua Maria adalah tempat yang dipusatkan untuk melakukan ziarah dan devosi kepada Maria. Tempat-tempat tersebut dapat ditetapkan sebagai tempat ziarah karena pertimbangan penampakan supranatural Maria ataupun faktor sejarah sebagai tempat devosi dan ziarah umat Katolik. Hal inilah yang mau disampaikan oleh Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Kout dalam kegiatan mengenal Situs Lukisan Dinding Gua Prasejarah Bunda Maria Arso bertempat di Gua Bunda Maria Arso Jalan Trans Papua Arso 1 Kecamatan Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Rabu (30/10/2019).

Turut hadir pada acara ini Drs. Gusti Made Sudarmika (Kepala Balai Arkeologi Papua), Ibu Katrimah (Kasi Bidang Kebudayaan), Ibu Erlin Novita (Balai Arkeologi Papua), Sertu Sandi Prabowo (Bakom Satgas Yonif 713/ST), Pratu I Wayan Arya (Ta Pionir Satgas Yonif 713/ST), Pdt. Saraq Mandibodibo, S. Si Teologia (Bapak Pendeta), Perwakilan Guru-guru dari Kabupaten Keerom, Siswa siswi SMA dan SMK dari Kabupaten Keerom.

Drs. Gusti Kepala Balai Arkeologi Papua menjelaskan dalam tradisi agama Katolik keberadaan gua Maria mempunya sejarah panjang. Bunda Maria beberapa kali menampakkan diri pada orang-orang terpilih. Salah satu penampakan yang paling terkenal adalah penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous di sebuah gua yang ada di kota Lourdes Perancis pada tahun 1858. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah gua Maria paling populer.

Tempat ziarah ini pulalah yang kemudian menjadi inspirasi untuk membuat tempat ziarah serupa pada komunitas Katolik setempat. Dari situ muncullah tempat ziarah gua Maria di banyak tempat di dunia seperti Gua Bunda Maria Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua ini sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

MENGAJAR ANAK-ANAK PAPUA DENGAN KREATIFITAS

MENGAJAR ANAK-ANAK PAPUA DENGAN KREATIFITAS

Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama pos Skamto pada hari Selasa 29 Oktober 2019 pukul 16.00 WIT dibawah pimpinan Danpos Letda Inf K.P Simanjuntak melaksanakan belajar-mengajar (les tambahan) dengan sambil bermain bagi anak-anak Kampung Yowong Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua di Pos Skamto Satgas Pamtas Yonif 713/ST, Rabu (30/10/2019).

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas belajar anak-anak di Kampung Yowong Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua, pagi hari ini mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetapi di sore hari kami Satgas meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak ini dengan pelajaran tambahan bersama-sama dengan Tenaga Pendidik dari personel Satgas Pos Skamto.

Selain belajar mengajar dan bermain anggota Satgas juga mengajari anak-anak untuk belajar peduli terhadap kebersihan baik itu kebersihan diri sendiri maupun kebersihan lingkungan. Metode belajar mengajar dengan sambil bermain ini dilaksanakan karena Satgas melihat bahwa selama ini ketika dalam proses belajar mengajar dengan anak-anak menggunakan cara yang kaku, maka yang ada adalah anak-anak ini merasa jenuh, anak anak ini merasa kurang tertarik mereka akan cepat bosan dan kurang bisa menerima setiap pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Hadir dalam kegiatan ini Letda Inf K.P Simanjuntak (Danpos Skamto), Sertu Ricco, Serda Erekh Yohanes, Serda Djulikra, Praka Tulus dan anak-anak Kampung Yowong sekitar 30 Orang. Sebelum proses belajar mengajar ini dilaksanakan maka terlebih dahulu Satgas menjemput Anak-anak ini dari rumah mereka masing-masing yang terletak di Kampung Yowong, setelah semua berkumpul di Pos Skamto maka langkah pertama sebelum memulai kegiatan yang dilakukan oleh Personel Pos yaitu  perkenalan singkat dari Personel Pos yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembagian (Sargal) berupa alat tulis seperti buku, pensil biasa dan Pensil warna.

Kegiatan proses belajar membaca, menulis dan menghitung serta mewarnai dilaksanakan di ruang tamu Pos sedangkan belajar sambil bermain dilaksanakan di luar ruangan yang ada di area depan Pos Skamto. Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung Satgas juga membagikan snack berupa buah semangka dan minuman kemasan kepada anak-anak ini agar mereka lebih semangat dalam belajar.

Namun sebelum anak-anak ini kembali pada saat berlangsung aktivitas belajar mengajar personel Satgas melihat ada seorang anak yang sakit lutut dengan luka lecet akibat kecelakaan lalulintas yakni adik Simon umur 10 tahun siswa kelas 3 SD, melihat hal tersebut Bintara Kesehatan Pos Serea Onisius Zay langsung melaksanakan pemeriksaan dan selanjutnya memberikan pengobatan terhadap luka tersebut dan setelah selesai melaksanakan kegiatan belajar mengajar personel Satgas kembali mengantar anak-anak ini kembali ke rumah masing-masing.

7 BUNGKUS GANJA DALAM PLASTIK DIAMANKAN  SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST POS KALIASIN

7 BUNGKUS GANJA DALAM PLASTIK DIAMANKAN SATGAS PAMTAS YONIF 713/ST POS KALIASIN

Hubungan kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik antara Satgas dan masyarakat terbukti membuahkan hasil dimana sekecil apapun informasi dalam masyarakat mereka tidak sungkan-sungkan untuk melaporkannya kepada Satgas. Seperti yang terjadi di kampung Kibay Kaliasin Arso Timur Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Selasa (29/10/2019).

Dimana Pos Kaliasin mendapat laporan dari seorang masyarakat yang berinisial MK yang memberikan informasi bahwa saudara MK melihat ada 2 orang warga yang tidak dikenal menyembunyikan sesuatu barang dalam semak semak di dalam hutan. Mendapat laporan dari Masyarakat tersebut maka Danpos Kaliasin Letda Inf Ida Bagus langsung merespon laporan tersebut dengan mendatangi tempat yang disebutkan oleh saudara MK.

Selang beberapa saat tim sampai di lokasi yang disebutkan oleh saudara MK yang diperkirakan jaraknya 1,3 Km dari Pos Kaliasin. Letda Inf Ida langsung memerintahkan Serda Ayub dan Prada  Arsat Asrul untuk memeriksa barang tersebut dan setelah dibuka dan diperiksa ternyata barang itu  adalah ganja sebańyak 7 bungkus plastik kecil yang disimpan dalam plastik berwarna orange. Setelah dipastikan bahwa itu adalah ganja dan tidak diketahui pemiliknya maka Letda Inf Ida Bagus Sujana dan tim membawa dan mengamankan barang tersebut ke Pos Kaliasin dan saat ini barang tersebut berada di Pos Kaliasin.

Danpos Kaliasin Letda Inf Ida mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada saudara MK yang dengan berani melaporkan apa yang dia ketahui dan itu mencurigakan kepada personel pos, harapannya demikian juga dengan masyarakat lainnya ketika melihat sesuatu yang mencurigakan bisa langsung melaporkannya kepada personel pos karena kami siap menampung dan membantu masyarakat, bisa kita bayangkan jika 7 bungkus ganja itu disalah gunakan bagaimana rusaknya orang yang mengkonsumsinya.

Saudara MK juga mengungkapkan terimakasih kepada Satgas karena sudah merespon laporan saya, saya sebagai masyarakat hanya bisa membantu Satgas dengan memberikan informasi dan jika nanti ada sesuatu yang mencurigakan saya siap untuk melaporkannya ke pos Satgas dalam hal ini pos yang terdekat adalah Pos Kaliasin.

SATGAS YONIF 713/SATYA TAMA KEGIATAN GADIK DI SD N INPRES KRIKO

SATGAS YONIF 713/SATYA TAMA KEGIATAN GADIK DI SD N INPRES KRIKO

Kegiatan mencerdaskan anak-anak Perbatasan Papua ini selalu digiatkan dan digalakkan oleh Satgas Yonif 713/Satya Tama dimana dijadikan sebagai momentum Satgas bukan hanya menjaga Perbatasan dan mencegah terjadinya tindakan illegal namun sebagai sarana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dan sekaligus mencerdaskan anak-anak Perbatasan Papua, Pitewi, Selasa (29/10/2019).

Satgas Yonif 713/Satya Tama dalam hal mencerdaskan atau dibidang Pendidikan selalu diutamakan bahkan sebelum melaksanakan Penugasan para personel Satgas yang telah dipilih sebagai Tenaga Pendidik telah diberikan pelatihan dan pengalaman mengajar di Gorontalo sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika melaksanakannya di Perbatasan Papua.

Pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 tepat pukul 09.00 WIT Pos Pitewi melaksanakan kegiatan Tenaga Pendidik di SD N Inpres Kriko tepatnya di Jalan Tapat Batas Desa Kriko Kecamatan Arso Kabupaten Keerom. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Bapak A. Yani (Guru Sekolah SD N Inpres Kriko), Letda Inf Prabowo Teguh Julianto (Danki B Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST), Sertu Roin Yusuf (Batih Pos Pitewi), Praka Suardi, Pratu Dede Mahmud, Pratu Edi, Pratu Butarbutar, Pratu Panggabean dan Prada Akbar serta siswa-siswi sebanyak 13 orang.

Dalam pelaksanaan belajar mengajar kali ini personel Satgas memberikan materi pelajaran Matematika dan pengetahuan umum yang diikuti oleh siswa siswi dengan penuh semangat. Mereka mendengarkan dan memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh Personel Satgas, diakhir kegiatan belajar mengajar Personel Gadik Pos Pitewi memeberikan bantuan berupa buku tulis kepada para siswa dan siswi degan maksud dan tujan agar mereka lebih semangat lagi untuk menimba ilmu dan mengikuti kegiatan belajar mengajar demi masa depan mereka yang cerah agar dapat mengharumkan nama Sekolah, keluarga bahkan Bangsa dan Negara.

Dalam kesempatannya Bapak A. Yani (Guru Sekolah SD N Inpres Kriko) menyampaikan rasa bangganya kepada Satgas Yonif 713/Satya Tama “Saya mewakili siswa dan siswi dari SD N Inpres Kriko sangat mengucapkan banyak terimakasih karena kemurahan hatinya bapak-bapak TNI dapat meluangkan waktunya lebih dekat dengan anak-anak murid kami di Perbatasan, semoga kedepannya Satgas selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan tentunya keberhasilan sehingga dapat kembali lagi ke Gorontalo dengan selamat dan dapat berkumpul dengan keluarga”, ungkapnya.

DANSATGAS BERIKAN MATERI WUJUDKAN BELA NEGARA DI PERBATASAN RI-PNG

DANSATGAS BERIKAN MATERI WUJUDKAN BELA NEGARA DI PERBATASAN RI-PNG

Dansatgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan Sosialisasi aturan perundang-undangan yang terkait dengan Aturan Lintas Batas, Kepabeanan, Narkotika dan Bela Negara, Papua, Selasa (29/10/2019).

Sebelum memberikan materinya Dansatgas menggugah semangat peserta dengan memberikan Yel-Yel Papua Damai, NKRI Harga Mati. Hal ini dilakukan Dansatgas karena jam pemberian materi sudah siang dan biasanya sehabis makan siang menyebabkan mata mengantuk, sehingga inisiatif Dansatgas agar peserta tergugah semangatnya kembali.

Bela Negara menjadi materi yang dipercayakan oleh Panitia untuk di bawakan oleh Dansatgas, Bela Negara di wilayah perbatasan karena saat ini Yonif 713/Satya Tama lah yang sedang bertugas di wilayah perbatasan khususnya perbatasan RI-PNG Skouw.

Dalam penyampaiannya Dansatgas menjelaskan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama diantaranya yaitu melaksanakan pengamanan Perbatasan RI-PNG dan mencegah pindahnya Patok batas MM 1 sampai MM.3A, mencegah pelintas batas illegal, penebangan kayu ilegal, penyeludupan, peredaran narkoba dan lain-lain. Dansatgas juga menjelaskan ancaman-ancaman bangsa di Perbatasan RI-PNG seperti Narkoba, Ilegal Loging, penyakit menular, satwa dilindungi, human trafficking, vanili, miras, gelembung ikan dan ilegal fishing.

Dalam penyampaian materi kali ini ada beberapa masyarakat yang memberikan pertanyaan diantaranya Bapak  Korinus Yenusi dari Kelurahan Awiyo yang menyarankan supaya ada kerjasama terhadap pemerintah dengan aparat dalam hal ini TNI terkait dengan bela negara, supaya Bela Negara itu dimasukkan kedalam kurikulum pelajaran atau dibuat suatu kegiatan Bela Negara terhadap para pemuda dengan harapan diantara pemuda itu muncul rasa kecintaan kepada negara. Dalam hal ini Dansatgas menjelaskan bahwa hal ini sudah ada dalam rencana kegiatan Satgas dan kami sudah sampaikan ke bapak Walikota tentang rencana ini dan beliau siap mendukung program ini.

Terakhir Dansatgas mengajak semua elemen masyarakat bahwa bela negara itu merupakan tugas kita semua, tugas Bela Negara bukan hanya tugas TNI dan POLRI tetapi tugas kita semua, untuk itu kami mengharapkan semua masyarakat mau bekerjasama dengan Satgas kalau ada informasi yang perlu disampaikan silahkan menghubungi Dansatgas atau Pos Satgas terdekat kami.

Bapak Mathius selaku panitia kegiatan sosialisasi ini mengucapkan terimakasih banyak kepada ke empat pemberi materi secara khusus kepada Dansatgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama yang telah berkenan memberikan materi Bela Negara, semoga dengan materi yang diberikan anak-anak muda semakin timbul rasa Nasionalismenya sehingga kedamaian itu bisa tercipta, sehingga Papua Damai NKRI Harga Mati.