SOSIALISASI BELA NEGARA PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST UNTUK CIPTAKAN NASIONALISME

Prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini Batalyon Infanteri 713/Satya Tama yang berada di Pos Kout KM 31 menggelar Sosialisasi Bela Negara dan Peraturan Baris Berbaris di SMP N 3 Arso bertempat di Arso 6 Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Jumat (01/11/2019).

Personel Pos Kout KM 31 Satgas Yonif 713/Satya Tama memberikan materi Bela Negara, Mengenal Arti dari Negara terutama kecintaanya kepada Republik Indonesia serta Manfaat dan pengaruh dalam ilmu tersebut bagi pelajar di lanjutkan dengan latihan Baris Berbaris ala Militer dengan penuh kedisiplinan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa sejumlah 120 siswa putra dan siswi putri yang nanti apabila bisa mencerna dan meperagakan dengan baik akan diberikan hadiah untuk menumbuhkan keberanian, semangat dan motivasi tinggi.

Letda Ckm Syaban Komandan Peleton Kesehatan Satgas Yonif 713/Satya Tama tidak hanya jago mengobati, merawat prajurit sakit, akan tetapi pintar dalam segi apapun, dalam kegiatan Bela Negara ini menyampaikan “Konsep bela negara ini soal kesadaran cinta kepada negara. Bela negara wajib akan tetapi pelaksanaannya sukarela. Tak ada latihan militer, ini tentang kedisiplinan diri pribadi serta menumbuhkan kecintaanya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” ungkapnya

Siswa dan siswi yang berseragam Pramuka ini Lebih ke pendidikan untuk membentuk kedisiplinan dan kepemimpinan. Dalam latihan misal tampil kedepan cara memimpin rekannya sendiri seperti apa, lalu masuk kelas untuk mengikuti pelajaran bela negara hal ini memperdalam tentang Pancasila dasar negara. Jadi titik beratnya adalah untuk menumbuhkan cinta tanah air dan semangat nasionalisme

Para siswa siswi pun sangat antusias dalam pelaksanaan latihan bela negara ini, Papen Satgas Yonif 713/Satya Tama Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th mengungkapkan “Tentang Bela Negara ini konteksnya luas, Bela Negara juga termasuk menjaga lingkungan sekeliling sekolah maupun dirumah agar bersih dari sampah, mencintai produk lokal, menghargai sesama rekan, dan selalu gotong royong seperti ciri khas Negara Indonesia”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *