GEBRAKAN SATGAS YONIF 713/ST UNTUK CERDASKAN ANAK-ANAK PERBATASAN

Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama seperti halnya di dua Pos jajarannya yaitu Pos Skamto dan Pos Ramil Tami tepatnya di Kampung Yowong dan Ramil Tami kembali melaksanakan gebrakan dalam dunia pendidikan yakni  dengan berlaku sebagai tenaga pendidik untuk mencerdaskan anak-anak disekitar Pos, Rabu (15/01/2020).

Dalam kegiatan sebagai tenaga pendidik ini para prajurit memang harus putar otak atau harus membuat gebrakan agar kegiatan tidak monoton, berjalan lancar dan tidak ada bosannya. Salah satu caranya adalah dengan mengaplikasikan ilmu belajar yang langsung dipraktekan di lapangan agar mereka dapat lebih memahami, karena biasanya siswa-siswi akan mudah menyerap ilmu apabila di praktekkan secara langsung.

Kegiatan menjadi tenaga pendidik ini seperti biasa di mulai dari pada pagi hari, para tenaga pendidik ini tidak hanya memberikan berbagai materi yang seperti halnya di sekolah akan tetapi juga memberikan ilmu dasar baris berbaris yang baik dan benar, karena dengan latihan baris berbaris itu dapat menunjukkan dan meningkatkan kedisiplinan karena ketika satu orang tidak mengikuti aba-aba maka baris berbaris akan tidak rapih akan kacau.

Danu Ristanto anggota Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST menyampaikan gebrakan yang kami lakukan adalah bagaimana ilmu yang di dapat itu langsung di praktekkan supaya siswa-siswa dapat langsung memahami materi yang disampaikan ditambah lagi para siswa ini sudah terbiasa, sudah kenal dengan kami para tenaga pendidik ini makanya rasa canggung siswa siswi pun agak mengurang sehingga di dalam menyerap ilmu dapat lebih mudah.

“Hanya yang menjadi kendala bagi kami sebagai tenaga pendidik adalah dimana kami harus membuat inovasi baru yang membuat para siswa siswi ini tidak bosan, salah satu  caranya yaitu dengan membuat gebrakan-gebrakan baru dalam setiap pengajaran”, ungkap Danu Ristanto.

Sertu Rico pun yang kesehariannya menjabat Bintara Komunikasi dalam artian ilmu radio sudah di luar kepalanya, akan tetapi di Satgas ini dia dituntut harus oron (serba bisa) dari mulai pimpin regu, menjadi guru dan jadi pengisi acara apabila masyarakat kampung Yowong membutuhkan.

Anak-anak antusias, walau sebagian besar ingin buru-buru pulang namun mereka tetap menikmati suasana belajar. Meskipun dalam keterbatasan dari pihak Satgas Yonif 713/ST, kedua tenaga pendidik ini mengatakan anak-anak seusia SD dan SMP harus diisi dengan jiwa Nasionalisme dan mengajari hal-hal yang positif serta cinta lingkungan hidup kenapa demikian karenakan di masa yang akan datang tentunya jenjang anak baru gede harus serba tau dan dapat belajar bagaimana cara untuk menghargai hal-hal kecil sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *