KEDATANGAN GURU DARI PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST SELALU DI DAMBAKAN MURID-MURID SEKOLAH

Serda Elia, Serda Denu dan Prada Suhendri adalah prajurit dari Satgas Yonif 713/Satya Tama yang menjadi tenaga pendidik dimiliki oleh Satgas Yonif 713/ST  yang di dalam setiap keberadaannya sebagai tenaga pendidik selalu di dambakan setiap siswa-siswi sekolah.

Hal ini  terjadi karena di dalam setiap melaksanakan mengajar sebagai tenaga pendidik Serda Elia, Serda Denu dan Prada Suhendri selalu melaksanakannya dengan penuh humoris, canda tawa tanpa mengurangi makna dari setiap pelajaran yang ingin disampaikan. Di tambah lagi karena Serda Elia, Serda Denu  dan  Prada Suhendri di dalam dirinya mempunyai tekad dan motivasi tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi para siswa dan siswi di SMP Muara Tami, SD Inpres Yowong  dan TK Aisyiya Arso  1 Kabupaten Keerom Propinsi Papua, Rabu (29/01/2020)

Kedatangan mereka selalu di dambakan setiap anak murid di ruangan kelas. Memang dalam penugasan mengajar bukanlah tugas pokok namun dengan mengajar ini tugas pokok juga akan dapat menjadi memiliki nilai lebih berarti karena dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat di Papua secara khusus bagi anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Dengan demikian Sumber Daya Manusia masyarakat Papua akan semakin meningkat dan dapat bersaing dengan anak-anak dari wilayah lainnya yang terdapat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Elia, Denu dan Suhendripun menyampaikan “Kami disini beserta rekan-rekan dari Satgas Yonif 713/ST akan terus berupaya selalu untuk dapat mewujudkan Sumber Daya Manusia unggul khususnya di Bumi Papua ini melalui pendidikan”, ungkapnya. Selama kegiatan mengajar ini canda dan tawa anak-anak pun mengiringi kegiatan belajar mengajar yang diberikan oleh Personel dari Satgas Pamtas Yonif 713/ST.

Ibu Ety, Ibu Ida, Ibu Elisabet dan Bapak Darwin selaku Guru di SMP Muara Tami, SD N Inpres Yowong dan TK Aisyiya mengatakan bahwa Bapak TNI secara keilmuan guru sudah memilikinya, akan tetapi mungkin ada sedikit beda yang tadinya belajar dengan guru tidak ada praktek langsung tetapi dari bapak-bapak TNI selalu membuat praktek langsung, hal ini menjelaskan bukti bahwa Prajurit TNI mampu mengajar tanpa ada rasa canggung dan takut”, ungkap mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *