FASILITAS UMUM TIDAK KETINGGALAN MENJADI SASARAN PENYEMPROTAN SATGAS CEGAH COVID 19

FASILITAS UMUM TIDAK KETINGGALAN MENJADI SASARAN PENYEMPROTAN SATGAS CEGAH COVID 19

Setelah pos-pos Satgas Yonif 713/ST mendapatkan penyemprotan desinfektan Covid-19 maka Satgas berinisiatif kini giliran fasilitas umum yang menjadi sasaran penyemprotan desinfektan oleh personil Satgas. sasaran kali ini meliputi sekolah-sekolah, pemancingan umum dan fasilitas umum lainnya yang berada di wilayah pos jajaran yakni di Koya Barat Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, selasa (31/03/2020).

Virus Covid-19 atau yang disebut dengan Corona ini sangatlah cepat dan pesat penularannya, tidak hanya Negara Indonesia saja yang dilanda oleh virus ini namun termasuk beberapa Negara di dunia sehingga mengakibatkan kekhawatiran dari pemerintah Indonesia ataupun seluruh masyarakat Indonesia oleh pengaruh virus ini dan nyatanya sudah banyak memakan korban jiwa. Covid-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa Negara termasuk Indonesia.

Corona virus adalah kumpulan virus yang dalam menginfeksi sistem pernapasan. pada banyak kasus virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (Pneumonia). Infeksi virus Covid-19 dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala maupun gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas dan nyeri dada. Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona, yaitu demam (suhu tubuh di atas 38 derajat celcius), batuk dan sesak napas.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengatakan bahwa penyemprotan desinfektan terhadap fasilitas umum ini kami lakukan bekerja sama dengan Puskesmas Koya Barat bersama dr. Putri Panggabean dan timnya besar harapan sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya bersih dari virus Corona ini sehingga masyarakat nantinya akan bisa beraktivitas termasuk siswa-siswi yang akan bersekolah serta terhindar dari virus Covid-19.

CEGAH VIRUS CORONA COVID-19 SATGAS BERJIBAKU SEDIAKAN SARANA CUCI TANGAN

CEGAH VIRUS CORONA COVID-19 SATGAS BERJIBAKU SEDIAKAN SARANA CUCI TANGAN

Untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 pada personil  Satgas Yonif 713/ST yang tersebar di pos-pos maka Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol memerintahkan kepada seluruh jajaran untuk menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan hand sanitizer di pos masing-masing, Senin (30/03/2020).

Tempat cuci tangan ini diperuntukkan bagi seluruh personil untuk mencegah penularan Covid-19 dimana selesai melaksanakan kegiatan setiap personil diwajibkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19 yang sudah merebak dimana-mana dan sudah banyak menelan korban jiwa.

Dansatgas Letkol Inf Dony mengungkapkan bahwa “pembuatan tempat cuci tangan ini merupakan sebuah upaya yang kami lakukan dalam pencegahan virus Corona ini supaya tidak menimpa personil kami dan tentunya ini baru salah satu cara dan masih banyak cara dan metode lainnya yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 dan ini bukti dan keseriusan kami dalam mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 ini. Harapannya usaha sudah kita kerjakan selebihnya kita hanya berharap dan berserah diri kepada Yang Kuasa”, tegasnya.

DITENGAH MEREBAKNYA COVID 19 SATGAS TETAP LAKSANAKAN PEMERIKSAAN

DITENGAH MEREBAKNYA COVID 19 SATGAS TETAP LAKSANAKAN PEMERIKSAAN

Ditengah merebaknya wabah Covid-19, jajaran Satgas Yonif 713/Satya Tama tetap laksanakan pemeriksaan di pos-pos yakni Pos Kout Km 31, Pos Skamto, Pos Koya Koso, Pos Pitewi dan Pos Ramil Tami Kota Jayapura Provinsi Papua. Hal ini disamping menjadi tugas Satgas untuk menciptakan keamanan dan ketertiban juga untuk membatasi peredaran barang-barang terlarang yang mungkin dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan merebaknya Covid-19 ini, Senin (30/03/2020).

Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi dan memberikan himbauan kepada para pengendara supaya untuk beraktivitas di luar dikurangi dan selalu menjaga jarak untuk mengantisipasi virus tersebut dan harus ada kepedulian dari masyarakat, jika masyarakat tidak peduli maka dapat dibayangkan penyebaran virus ini akan semakin berkembang sehingga sulit diatasi dan membutuhkan waktu yang lama.

Dansatgas Yonif 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol menyampaikan Wabah virus Covid-19 ini semakin mengkhawatirkan kita, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan, menjaga jarak, menjaga kebersihan dan banyak-banyak berdoa beribadah semakin mendekatkan diri kepada Yang Kuasa. “Pemerintah pun sudah menetapkan Lockdown atau beraktivitas di rumah dan jaga jarak, maka dari itu saya sampaikan penekanan kepada jajaran untuk menggelar pemeriksaan guna memberikan himbauan kepada masyarakat supaya dikurangi beraktivitas di luar. Ini memang realita yang harus kita hadapi secara bersama-sama dengan harapan penyakit atau virus ini akan cepat di atasi”, tegasnya.

SATGAS LAKSANAKAN PERAWATAN RANDIS UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS

SATGAS LAKSANAKAN PERAWATAN RANDIS UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS

Keberadaan kendaraan dalam pelaksanaan tugas menjadi salah satu pendukung keberhasilan tugas, untuk itu supaya menjaga kendaraan tetap baik maka perlu dilakukan perawatan dengan baik pula, seperti yang dilakukan oleh Satgas Yonif 713/ST saat ini yaitu dengan mengganti oli mesin beberapa kendaraan inventaris Satgas yang ada di Pos Kotis Skouw dan Pos Kout Km 31 Kota Jayapura Provinsi Papua, Minggu (29/03/2020).

Pergantian Oli Pos Kotis dilaksanakan oleh Prada Bima sebagai Tamudi Satgas Yonif 713/ST bersama satu tim personil Pos Kotis terhadap kendaraan dinas yang ada di Pos Kotis, sedangkan pergantian Oli Pos Kout dilaksanakan oleh Serda Faisal Bamontir Satgas Yonif 713/ST bersama satu tim personil Pos Kout terhadap kendaraan dinas yang ada di Pos Kout. Masih banyak orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk ganti oli kendaraan, ada yang berpendapat bahwa oli harus diganti saat kilometernya sudah menyentuh angka 5 ribu atau 10 ribu. Tak jarang juga orang mengatakan bahwa oli harus diganti setiap 6 bulan sekali.

Akan tetapi, banyak bengkel menyarankan untuk ganti oli setiap 5 ribu kilometer karena kondisi jalanan yang dianggap tidak normal, seperti kondisi kemacetan. Dalam kondisi macet, jarak tempuh mobil menjadi sangat kecil padahal mesin terus berputar yang tentunya mengurangi “umur” oli. Lalu bagaimana baiknya? Gunakan tanggal dan kilometer pada catatan servis sebagai patokan. Jika tanggal waktu servis sudah tercapai, meskipun kilometer belum 10 ribu, ada baiknya kita melakukan penggantian oli kendaraan/mobil.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengatakan waktu penggantian oli tidak boleh dianggap sepele! Jika waktunya sudah tiba dan penggantiannya ditunda-tunda, kualitas oli semakin lama akan terus menurun, mesin mobilpun akan terpengaruh sehingga menjadi rusak. Untuk itu kami selaku Satgas selalu melaksanakan pergantian Oli kendaraan tepat waktu hal ini untuk menjaga agar kondisi mesin mobil selalu baik sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas.

BERIBADAH DITENGAH MEREBAKNYA COVID-19 MEMBUTUHKAN HIKMAT DAN HIKMAH

BERIBADAH DITENGAH MEREBAKNYA COVID-19 MEMBUTUHKAN HIKMAT DAN HIKMAH

Ditengah semakin meluasnya penyebaran virus Corona Covid-19 semua umat beragama dituntut untuk berhikmat dan hikmah dalam menjalankan ajaran agamanya. Segala sesuatu pasti demi kebaikan bersama, demikian halnya personil Kristen Satgas Yonif 713/ST Pos Kotis yang sampai saat ini masih berkesempatan untuk melaksanakan ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Perbatasan Rl-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST), namun suatu ketika kebijakan berubah maka umat juga harus mengambil hikmah dari semuanya itu, Minggu (29/03/2020).

Dalam ibadah sengsara yang ke Vl ini pembacaan Alkitab terambil dari MATIUS 27 : 27-31 dengan TEMA YESUS DI LUDAHI Kesaksian Yesus terhadap ketidakadilan atas diri-Nya, terlihat aneh di mata setiap orang yang membaca dan mengikuti kisah pengadilan atas hidupNya. Penderitaan yang dialami oleh Yesus bukanlah tindakan yang disebabkan oleh kesalahan-Nya tetapi oleh karena perasaan benci dari para Imam-imam, Tua-tua, Para elite agama Yahudi. Matius jelaskan kepada pembaca bahwa, Dia diolok sampai di ludahi, tetapi Dia tetap diam.

Yesus diludahi, arti kata seseorang diludahi mukanya merupakan tindakan penghinaan, permusuhan, kemarahan yang sangat merendahkan seseorang. Yesus diludahi, penghinaan, tanda permusuhan dan, merendahkan yang luar biasa di terima-Nya. Dia diludahi para Prajurit Roma. Penghinaan yang sangat ekstrem, memang dalam Lukas 18:31-32 Ia akan di ludahi, dan kata-kata ini menggenapi Nubuat “Mukaku tidak Aku sembunyikan ketika direndahi dan diludahi (Yesaya 50:6)”, Yesus diludahi para tentara, tetapi Ia tidak berkata apa-apa karena Ia menanggung apa yang seharusnya kita terima, Yesus bisa membalas, tetapi Dia tidak melakukan-Nya karena mau menyelamatkan kita.

Pertanyaan bagi kita, sudahkah kita menghargai dan menghormati pengorbanan Yesus itu dengan kelakuan yang benar, tindakan yang benar, pelayanan yang benar? Jangan sampai semua yang kita kerjakan itu tidak sesuai dengan maksud dan kehendak Kristus, yang pada akhirnya tidak mendatangkan berkat dan selamat, lalu berubah menjadi olok-olok yang meludahi wajah Kristus. Pabintal Satgas Letda Arm Jeckson Siallagan, S.Th mengatakan penderitaan Yesus digenapi, Dia diserahkan kepada Bangsa-bangsa, disesah, di olok-olok Salib, di Makhotai duri, memegang tongkat lalu dihina-semua akan berakhir, semua dilakukan untuk keselamatan dunia. Untuk itu selaku umat Tuhan kita harus senantiasa bersyukur kepada Nya, tegasnya.

MENJAGA PELINTAS BATAS ILEGAL PERSONIL SATGAS LAKSANAKAN PATROLI

MENJAGA PELINTAS BATAS ILEGAL PERSONIL SATGAS LAKSANAKAN PATROLI

Perbatasan RI-PNG telah ditutup untuk beberapa bulan kedepan hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan untuk mengantisipasi pelintas batas ilegal dan lain sebagainya yang biasanya melewati jalan-jalan tikus maka personil Satgas Yonif 713/ST melaksanakan Patroli untuk meminimalisir pelanggaran tersebut sehingga akan menciptakan wilayah Perbatasan yang aman, Sabtu (28/03/2020).

Wilayah penugasan Satgas Yonif 713/ST yang cukup luas dengan kondisi wilayahnya banyak ketinggian atau pengunungan yang masih rimbun dan di tumbuhi berbagai jenis pohon-pohon besar mengharuskan setiap prajurit yang melaksanakan patroli harus bekerja keras, naik dan turun gunung dan lembah. Patroli keamanan ini sendiri dilaksanakan untuk mencegah pelintas batas ilegal, untuk menciptakan suasana aman dan tentram, terlebih sekarang ini lagi ramai dimasyarakat mengenai Covid-19 yang sudah menyebar di banyak negara termasuk Indonesia dan lebih khusus lagi Papua dan diantara negara tersebut sudah banyak menelan korban jiwa, untuk itu tidak menutup kemungkinan para pelintas batas ilegal ini bisa menularkan virus itu ke negara kita Indonesia, untuk itulah mengantisipasinya salah satu metode yang kami lakukan yaitu dengan melaksanakan Patroli untuk mencegah pelintas batas ilegal.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han,. M.I.Pol mengungkapkan bahwa kegiatan Patroli yang kami lakukan disamping untuk mencegah pelintas batas ilegal namun juga untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ini yang kemungkinan dibawa oleh Pelintas Ilegal. Untuk itulah ini menjadi suatu keharusan bagi kami dan bagi masyarakat untuk peduli terhadap orang-orang baru atau pendatang yang ada disekitar kampung masing-masing dan hal ini untuk kebaikan kita bersama dan kesehatan kita bersama.

SATGAS BERIKAN PERTOLONGAN KEPADA MASYARAKAT YANG TERTIMPA POHON

SATGAS BERIKAN PERTOLONGAN KEPADA MASYARAKAT YANG TERTIMPA POHON

Aksi simpatik gerak cepat anggota Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Ramil Tami Serka Speiken menolong dan mengobati masyarakat yang mengalami kecelakaan tertimpa ranting pohon saat melakukan penebangan pohon di kebunnya bertempat di Pos Ramil Tami Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Sabtu (28/03/2020)

Berawal ketika personil Pos mendapat laporan dari salah satu warga bahwa Bapak Melki Palora (52 tahun) yang berasal dari Kampung Skouw Sae datang ke Pos dan  memerlukan bantuan pengobatan, maka dari itu Serka Speiken langsung menangani dengan cepat korban yang mengalami luka pada bagian kepala karena terkena ranting besar dalam pelaksanaan penebangan pohon. Serka Speiken dengan senang hati, tulus dan iklas sebagai Tenaga Medis Satgas Yonif 713/Satya Tama membantu Bapak Melki Palora yang sedang terluka. “Setelah saya berikan obat luka karena perlu di jahit, saya dibantu dengan Pratu Deden melaksanakan penjahitan di bagian luka sobek tersebut tepatnya di kepala dengan jahitan kurang lebih 7 jahitan”, ungkap Speiken.

Dilain tempat Dansatgas 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, menyampaikan “Ini sebagai bentuk kedekatan dan kepedulian antara anggota Satgas untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat maka dari itu saya tekan kepada jajaran harus selalu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya entah dalam hal kesehatan maupun kebutuhan pangan, karena keberadaan Satgas harus menjadi berkat bagi masyarakat dipenugasan ini”, Ungkapnya. Diakhirpun Bapak Melki Palora dan keluarganya sangat mengucapkan terimakasih kepada Pos Ramil Tami yg telah membantu dalam segi pengobatan dengan senang hati, tulus dan iklas, doa kami Tuhan akan senantiasa memberkati bapak-bapak TNI dalam penugasan sampai selesai.

SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PENYEMPROTAN CAIRAN DESINFEKTAN GUNA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI JAJARAN POS

SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PENYEMPROTAN CAIRAN DESINFEKTAN GUNA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI JAJARAN POS

Dalam penyebaran Virus Covid-19 atau yang disebut dengan Corona ini sangatlah cepat dan pesat perkembangannya, tidak hanya Negara Indonesia saja yang dilanda oleh Virus ini namun termasuk beberapa Negara di dunia sehingga mengakibatkan kekhawatiran dari Pemerintah Indonesia ataupun seluruh masyarakat Indonesia oleh pengaruh virus ini, termasuk juga Satgas Yonif 713/ST yang sedang dalam melaksanakan penugasan di Perbatasan RI-PNG Sektor Utara dengan melakukan tindakan pencegahan yaitu melalui penyemprotan cairan Desinfektan di jajaran Pos yaitu Pos Kotis, Pos Ramil Tami, Pos Muara Tami, Pos Mosso dan Pos Nafri Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Jumat (27/03/2020).

Mengingat karena penyebaran Virus ini sangatlah cepat sehingga Komandan Satgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol memerintahkan kepada personel Tim Kesehatan untuk segera melaksanakan tindakan pencegahan dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan di jajaran Pos guna mencegah penyebaran Virus Covid-19. Virus Covid-19 atau Corona merupakan semacam Virus yang menyerang melalui sistem pernapasan Virus ini dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa maupun lansia. Infeksi virus ini disebut Covid-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa Negara termasuk Indonesia. Corona virus adalah kumpulan virus yang dalam menginfeksi sistem pernapasan.

Pada banyak kasus virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Infeksi virus Corona atau COVID-19 dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala maupun gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius), Batuk dan Sesak napas.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapten Inf Supriyanto (Danki C Satgas Yonif 713/ST), Lettu Inf Sulaiman (Dankima Satgas Yonif 713/ST), Letda Inf Megantara (Danpos Muaratami Satgas Yonif 713/ST), Letda Inf  Chairul Fajrin (Danpos Mosso Satgas Yonif 713/ST) dan Letda Inf Sitorus (Danpos Nafri Satgas Yonif 713/ST). Komandan Satgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol menegaskan kepada seluruh personel Satgas untuk lebih memperhatikan kembali kesehatan pribadinya masing-masing “Saya tekankan untuk kepada personel Satgas Yonif 713/ST agar lebih disiplin dan peduli terhadap lingkungan maupun kesehatan diri sendiri, karena dengan melaksanakan dan menerapkan hidup sehat maka apapun bentuk penyakit termasuk dalam hal ini malaria ataupun Virus Corona tidak akan dapat menyerang, maka dari itu perlu kepedulian dari diri sendiri, senior dan pimpinan untuk secara rutin mengingatkan apabila ada personelnya yang kurang peduli terhadap kesehatan pribadi”, tegasnya.

KETIKA SAKIT WARGA SANGAT SENANG DATANG BEROBAT KE POS SATGAS

KETIKA SAKIT WARGA SANGAT SENANG DATANG BEROBAT KE POS SATGAS

Pos Kout Km 31 Satgas Yonif 713/Satya Tama dibawah pimpinan Wadan Satgas Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat Arso 1 bernama Bapak Atlantika (55 tahun) yang datang langsung ke Pos Kout bertempat di Jalan Transit Km 31, Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Jumat (27/03/2020).

Bapak Atlantika yang mengalami gejala batuk, alergi dan flu ini memilih pengobatan ke pos di karenakan lebih simpel dan dekat serta terlebih pelayanannya personil Pos Kout yang penuh dengan keramahan menjadikannya dan  masyarakat lainnya sangat senang datang berobat ke Pos. “Yah mungkin kedekatan antara Anggota TNI dengan kami rakyat ini jadi saya lebih memilih kesini, ngak hanya saya banyak juga yang sering datang langsung ke pos ini”, ungkapnya dengan nada gembira di tengah batuk, alergi dan flu yang dia alami. Dengan pelayanannya yang ramah itu sudah menjadikan satu obat bagi kami sehingga kami memiliki motivasi yang besar untuk sembuh.

Setelah mendapat pelayanan pengobatan dari anggota Pos Kout KM 31, Bapak Atlantika yang berasal dari Arso 1 ini mengucapkan banyak terimakasih atas dedikasi tinggi dalam membantu kami masyarakat baik itu dilakukan di dalam pos maupun di luar pos serta berdoa personil Pos senantiasa diberikan oleh Yang Kuasa kesehatan, kekuatan dan keberhasilan. Dilain tempat, Dansatgas 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.l.Pol mengatakan kegiatan ini sudah masuk dalam kategori teritorial yang menunjukkan kedekatan antara kami Satgas dengan Rakyat. “Kami menyadari TNI tanpa dukungan rakyat tidak ada artinya, tidak ada kekuatannya, fungsi kami ada disini tidak hanya mengutamakan tugas pokok sebagai pengaman perbatasan kedua negara melainkan harus bisa sebagai pelayan masyarakat dan membantu apabila masyarakat sekitar mengalami kesulitan di sekelilingnya”, terangnya.

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN IBADAH NYEPI DI PURA

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN IBADAH NYEPI DI PURA

Ibadah Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka) 1942 Saka kali ini terasa berbeda bagi Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Hindu dimana ibadah mereka laksanakan ketika jauh dari kekuarga oleh karena sedang melaksanakan Tugas Negara yaitu melaksanakan Pengamanan Perbatasan RI-PNG, Rabu (25/03/2020).

Personil Satgas yang beragama Hindu dalam hal ini dibawa pimpinan  Peltu I Dewa Agung (Bakes Satgas Yonif 713/ST) dan Personel lainya yang beragama Hindu melaksanakan Peribadatan Penyepian di Pura Arso 10 Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua. Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup, untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka dimulai dengan menyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasionalpun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Peltu I Dewa mengatakan tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta), umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lenlungan (tidak bepergian), dan amati Lelangguan (tidak mendengarkan hiburan), serta bagi yang mampu juga melaksanakan tap, brata, yoga dan semadhi dan pada hari raya Nyepi umat hindu sama sekali tidak melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol  mengungkapkan walaupun di tengah ke kwatiran yang terjadi dimana-mana akibat Covid-19 tapi kami bersyukur personil kami yang beragama Hindu masih bisa melaksanakan ibadah Nyepi di Pura  Arso 10 ini Kabupaten Keerom. Harapan kami semoga personil yang melaksanakan ibadah dapat melaksanakan ibadah dengan baik sehingga mendapatkan sesuatu berkah dari perayaan ibadah ini.