PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN IBADAH NYEPI DI PURA

Ibadah Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka) 1942 Saka kali ini terasa berbeda bagi Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Hindu dimana ibadah mereka laksanakan ketika jauh dari kekuarga oleh karena sedang melaksanakan Tugas Negara yaitu melaksanakan Pengamanan Perbatasan RI-PNG, Rabu (25/03/2020).

Personil Satgas yang beragama Hindu dalam hal ini dibawa pimpinan  Peltu I Dewa Agung (Bakes Satgas Yonif 713/ST) dan Personel lainya yang beragama Hindu melaksanakan Peribadatan Penyepian di Pura Arso 10 Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua. Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup, untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka dimulai dengan menyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasionalpun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Peltu I Dewa mengatakan tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta), umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lenlungan (tidak bepergian), dan amati Lelangguan (tidak mendengarkan hiburan), serta bagi yang mampu juga melaksanakan tap, brata, yoga dan semadhi dan pada hari raya Nyepi umat hindu sama sekali tidak melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol  mengungkapkan walaupun di tengah ke kwatiran yang terjadi dimana-mana akibat Covid-19 tapi kami bersyukur personil kami yang beragama Hindu masih bisa melaksanakan ibadah Nyepi di Pura  Arso 10 ini Kabupaten Keerom. Harapan kami semoga personil yang melaksanakan ibadah dapat melaksanakan ibadah dengan baik sehingga mendapatkan sesuatu berkah dari perayaan ibadah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *