PENINGKATAN EKONOMI PERBATASAN DANSATGAS YONIF 713/ST RAPAT BERSAMA MAYJEN TNI AFINI BOER DEPUTI V BIN PUSAT DAN STAKEHOLDER DI PLBN SKOUW PAPUA

Deputi bidang Intelijen Teknologi (Deputi V BIN Pusat) Mayjen TNI Afini Boer bersama tim hadir di PLBN Skouw Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dalam rangka menggelar rapat dengan Satgas Yonif 713/ST dan Stakeholder yang ada di Perbatasan, Konsulat RI-PNG terkait dengan wacana bapak Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan ekonomi di wilayah Perbatasan, Senin (18/05/2020)

PLBN Skouw merupakan wilayah penugasan Satgas Yonif 713/ST yang keamanannya menjadi tanggung jawab Satgas, dan seluruh aktivitas yang ada di Perbatasan ini juga harus dalam sepengetahuan Satgas hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Untuk itulah pada kesempatan kali ini Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol bersama Perwira Staf terlibat langsung mengikuti dan memberikan pendampingan kepada Deputi V Bin Pusat bapak Mayjen TNI Afini Boer dan tim yang mengadakan pertemuan dengan Satgas, Stakeholder yang ada di Perbatasan dan Konsulat RI-PNG di kantor PLBN Skouw untuk mencari data-data terkait upaya peningkatan ekonomi di Perbatasan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melengkapi data dan masukan dari Satgas, Stakeholder yang ada dan Konsulat RI-PNG tentang Wilayah dan seluruh aktivitas yang ada di perbatasan ini yang nantinya menjadi masukan kepada bapak Presiden RI Joko Widodo yang ingin menghidupkan perekonoomian di wilayah Perbatasan RI-PNG ini. Mayjen TNI Apini Boer Deputi 5 BIN Pusat mengatakan dalam waktu dekat kami akan Vicon dengan bapak Presiden untuk itu kami membutuhkan data data yang ada di Indonesia maupun PNG meliputi beberapa aspek yang kami ingin ketahui yaitu aspek potensi ekonomi lokal, kemananan, konektifitas, data kependudukan, teknologi informasi dan komunikasi, Kerja, Pembiayaan dan Perdagangan.

Bapak Abraham selaku Konsulat RI-PNG mengatakan kalau dari sisi ekonomi, marketing yang ada di pasar Indonesia cukup besar dari pembeli Vanimo, logistik bahan pokok merupakan prospek yang bagus yang dibutuhkan warga Negara PNG. Akses ke Vanimo sudah mempunyai pelabuhan besar Pelabuhan Wiwek akan tetapi belum Standar Internasional (pasokan barang lewat laut), logging kayu dan sawit milik perusahaan asal Malaysia ijin konsesi 99 tahun dan sudah berjalan hampir sdh 15 tahun, lazim disana tidak bisa di hak milik, akan tetapi sewa ijin dengan batas waktu 99 tahun. Masyarakat PNG mempunyai semboyan tersendiri “bukan saya yang memiliki tanah, tetapi tanah yang memiliki saya maka dari itu mereka disana apabila mau membeli tanah uangnya dititip ke pemerintah.

Artinya disini, mau berkembang sulit dan berat negara Cina dan negera Malaysia yang sudah berada di sana itu tetap bertahan. Pasokan barang-barang sembako (beras) dari Jayapura dan Perdagangan Bahan bangunan lebih bagus tapi Badan POM mempunyai standard tinggi maka volume ekspor ke PNG terbatas, padahal masyarakat PNG sangat membutuhkan sembako tersebut. Vanimo sebuah prosfek yang ideal karna tidak punya pilihan pergi belanja ke lain-lain selain ke Indonesia. Kebutuhan logistik pangan, Indonesia khususnya Jayapura suplayer terbesar karena dengan kedekatannya dan suku budaya, pasokan lain-lain umum seperti biasa logistik dibutuhkan tetapi tidak besar, sehingga perbatasan ini sangat layak untuk di kembangkan, tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *