BERIBADAH DITENGAH MEREBAKNYA COVID-19 MEMBUTUHKAN HIKMAT DAN HIKMAH

BERIBADAH DITENGAH MEREBAKNYA COVID-19 MEMBUTUHKAN HIKMAT DAN HIKMAH

Ditengah semakin meluasnya penyebaran virus Corona Covid-19 semua umat beragama dituntut untuk berhikmat dan hikmah dalam menjalankan ajaran agamanya. Segala sesuatu pasti demi kebaikan bersama, demikian halnya personil Kristen Satgas Yonif 713/ST Pos Kotis yang sampai saat ini masih berkesempatan untuk melaksanakan ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Perbatasan Rl-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST), namun suatu ketika kebijakan berubah maka umat juga harus mengambil hikmah dari semuanya itu, Minggu (29/03/2020).

Dalam ibadah sengsara yang ke Vl ini pembacaan Alkitab terambil dari MATIUS 27 : 27-31 dengan TEMA YESUS DI LUDAHI Kesaksian Yesus terhadap ketidakadilan atas diri-Nya, terlihat aneh di mata setiap orang yang membaca dan mengikuti kisah pengadilan atas hidupNya. Penderitaan yang dialami oleh Yesus bukanlah tindakan yang disebabkan oleh kesalahan-Nya tetapi oleh karena perasaan benci dari para Imam-imam, Tua-tua, Para elite agama Yahudi. Matius jelaskan kepada pembaca bahwa, Dia diolok sampai di ludahi, tetapi Dia tetap diam.

Yesus diludahi, arti kata seseorang diludahi mukanya merupakan tindakan penghinaan, permusuhan, kemarahan yang sangat merendahkan seseorang. Yesus diludahi, penghinaan, tanda permusuhan dan, merendahkan yang luar biasa di terima-Nya. Dia diludahi para Prajurit Roma. Penghinaan yang sangat ekstrem, memang dalam Lukas 18:31-32 Ia akan di ludahi, dan kata-kata ini menggenapi Nubuat “Mukaku tidak Aku sembunyikan ketika direndahi dan diludahi (Yesaya 50:6)”, Yesus diludahi para tentara, tetapi Ia tidak berkata apa-apa karena Ia menanggung apa yang seharusnya kita terima, Yesus bisa membalas, tetapi Dia tidak melakukan-Nya karena mau menyelamatkan kita.

Pertanyaan bagi kita, sudahkah kita menghargai dan menghormati pengorbanan Yesus itu dengan kelakuan yang benar, tindakan yang benar, pelayanan yang benar? Jangan sampai semua yang kita kerjakan itu tidak sesuai dengan maksud dan kehendak Kristus, yang pada akhirnya tidak mendatangkan berkat dan selamat, lalu berubah menjadi olok-olok yang meludahi wajah Kristus. Pabintal Satgas Letda Arm Jeckson Siallagan, S.Th mengatakan penderitaan Yesus digenapi, Dia diserahkan kepada Bangsa-bangsa, disesah, di olok-olok Salib, di Makhotai duri, memegang tongkat lalu dihina-semua akan berakhir, semua dilakukan untuk keselamatan dunia. Untuk itu selaku umat Tuhan kita harus senantiasa bersyukur kepada Nya, tegasnya.

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN IBADAH NYEPI DI PURA

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN IBADAH NYEPI DI PURA

Ibadah Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka) 1942 Saka kali ini terasa berbeda bagi Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Hindu dimana ibadah mereka laksanakan ketika jauh dari kekuarga oleh karena sedang melaksanakan Tugas Negara yaitu melaksanakan Pengamanan Perbatasan RI-PNG, Rabu (25/03/2020).

Personil Satgas yang beragama Hindu dalam hal ini dibawa pimpinan  Peltu I Dewa Agung (Bakes Satgas Yonif 713/ST) dan Personel lainya yang beragama Hindu melaksanakan Peribadatan Penyepian di Pura Arso 10 Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua. Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup, untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka dimulai dengan menyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasionalpun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Peltu I Dewa mengatakan tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta), umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lenlungan (tidak bepergian), dan amati Lelangguan (tidak mendengarkan hiburan), serta bagi yang mampu juga melaksanakan tap, brata, yoga dan semadhi dan pada hari raya Nyepi umat hindu sama sekali tidak melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol  mengungkapkan walaupun di tengah ke kwatiran yang terjadi dimana-mana akibat Covid-19 tapi kami bersyukur personil kami yang beragama Hindu masih bisa melaksanakan ibadah Nyepi di Pura  Arso 10 ini Kabupaten Keerom. Harapan kami semoga personil yang melaksanakan ibadah dapat melaksanakan ibadah dengan baik sehingga mendapatkan sesuatu berkah dari perayaan ibadah ini.

DITENGAH MEREBAKNYA VIRUS COVID-19 PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST BERSYUKUR MASIH DAPAT MENGIKUTI IBADAH MINGGU

DITENGAH MEREBAKNYA VIRUS COVID-19 PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST BERSYUKUR MASIH DAPAT MENGIKUTI IBADAH MINGGU

Ditengah merebaknya Virus Covid-19 yang sudah tersebar di beberapa Negara termasuk Indonesia sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat termasuk dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dalam hal ini ibadah-ibadah di Gereja. Posisi Satgas Yonif 713/ST saat ini bertugas di Perbatasan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian bersyukur masih berkesempatan melaksanakan ibadah di Gereja dibandingkan dengan beberapa wilayah perkotaan yang telah menetapkan bahwa dua minggu kedepan ibadah dilaksanakan secara Live Streaming, Minggu (22/03/2020).

Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen melaksanakan ibadah di Gereja yang berdekatan dengan pos, namun di beberapa Gereja tradisi bersalaman ditiadakan sementara waktu untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini, seperti personil Pos Kotis yang melaksanakan ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Pabintal Satgas Letda Arm Jeckson Siallagan, S.Th bersama personil Pos Kotis yang beragama Kristen.

Pembacaan Alkitab pada Minggu Sengsara yang ke V ini terambil dari Matius 26:57-68 dengan Tema “Ia harus di hukum mati” Kisah hidup dan pelayanan Yesus akan mengusik setiap orang yang mengikuti kisah pelayanan Yesus. Ketika Yesus di adili oleh Pemuka Agama Yahudi; mereka tidak dapat menemukan satu alasan apapun untuk menghukum dan membinasakan Yesus. Satu-satunya tindakan yang dapat menyeret dan menjatuhkan Yesus adalah ucapan dan pengakuan dari Yesus tentang siapa diri-Nya; Yesus di hakimi bukan karena Ia bersalah, tetapi karena ketidak cocokan konsep tentang siapa Mesias; justru bertentangan dengan pemahaman mereka. Bagaimana pemahaman kita tentang Yesus yang sesungguhnya; memang Yesus menderita untuk kita, tetapi juga Ia mengalahkan dan menelanjangi kejahatan (I Yoh 3: 86). Kita semua dipanggil sebagai Gereja untuk mengalahkan kejahatan. Orang percaya atau kristen juga akan mendapat hukuman, menderita karena kebenaran, untuk itu kita di panggil dan ingatkan, bahwa “Yesus harus mati”, supaya kejahatan di kalahkan harus dan kebenaran hadir secara nyata dalam hidup manusia percaya.

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST DENGAN KHUSYUK MENGIKUTI IBADAH SENGSARA IV

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST DENGAN KHUSYUK MENGIKUTI IBADAH SENGSARA IV

Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen dalam minggu sengsara IV ini kembali mengikuti ibadah di gereja yang terletak dekat pos masing-masing. Seperti halnya Pos Kotis yang dengan khusyuk mengikuti ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw dibawah pimpinan Letda Arm J. Siallagan, S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Kotis yang beragama Kristen dan Pos Kout di GKI Betlehem Arso 1 Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu bersama personil Pos Kout yang beragama Kristen, Minggu (15/03/2020).

Dalam Ibadah Minggu Sengsara IV ini Pembacaan Alkitab terambil dari Matius 26 : 47 – 56 yang mengambil tema “CIUMAN PENGKHIANATAN” Peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani menjadi kisah yang luar biasa. Luar biasa karena serombongan orang yang datang menangkap Yesus belum secara pasti mengenal Yesus. Dalam Injil Sinoptik Yudas mengidentifikasikan Yesus kepada prajurit dengan cara mencium Yesus atau lebih dikenal “Ciuman Yudas”, Yudas berkata : orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia, lalu majulah Yudas mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi”, lalu mencium Dia, ciuman merupakan ungkapan kasih sayang kepada seseorang. Dalam cara keagamaan, ciuman dianggap sebagai tindakan Suci, lihat Paulus kepada Jemaat di Korintus, Roma dan Tesalonika, selalu menekankan salam dengan kata cium Kudus, tetapi…Ciuman Yudas…bukan kasih sayang dan hormat kepada Yesus, tetapi “Ciuman Pengkhianatan” yakni, Ciuman kebaikan dibalas dengan kejahatan : dengan Ciuman Yudas menjual, mengkhianati Yesus, Guru.

Kebenaran untuk di Salib. Ciuman yang seharusnya dipakai oleh Yudas untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih kepada Yesus yang harus di saksikan kepada orang banyak untk menghormati Yesus, kini Ciuman itu berubah menjadi “Ciuman kejahatan”. Yesus mengetahui bahwa Ciuman Yudas yang jahat itu; karena itu Yesus berkata : “ Hai teman, untuk itukah engkau datang?. Sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi yang tidak menyenangkan itu tetap di jalani Yesus dalam ketaatan kepada Sang Bapa.

Bagaimana dengan hidup kita, kesaksian, pelayanan, apakah dengan sungguh-sungguh mengasihi Yesus dibuahkan dengan tindakan hidup yang benar dengan memuliakan Tuhan, sehingga banyak orang mau mencari Yesus? Tuhan sudah berikan hikmat kepada kita, untuk lebih dewasa dalam melayani hidup ini. Situasi yang tidak menyenangkan disekitar kehidupan kita merupakan teman, yang hanya dapat kita jalani dengan berserah kepada Dia, Yesus Tuhan, sahabat setia. Simon mengatakan kalau kita mengasihi Yesus, maka kita dapat mengendalikan diri kita di bawah kuasa kasih Yesus; belajar dari Petrus yang tidak dapat mengendalikan diri, ia memutuskan telinga hamba imam, Yesus ingatkan kita, sebab kita tidak dapat mengendalikan diri, kita akan binasa diatas perbuatan kita sendiri. Iman kepada Yesus Kristus harus dibuktikan dalam perbuatan baik.

IBADAH BERSAMA MENJADI SALAH SATU WADAH UNTUK MENDEKATKAN SATGAS DENGAN MASYARAKAT

IBADAH BERSAMA MENJADI SALAH SATU WADAH UNTUK MENDEKATKAN SATGAS DENGAN MASYARAKAT

Dengan melaksanakan ibadah secara bersama-sama antara Satgas dengan masyarakat menjadi salah satu hal positif hal yang baik yang bisa lebih mendekatkan lagi hubungan kekeluargaan antara personil Satgas Yonif 713/ST dengan masyarakat di penugasan. Seperti yang dilaksanakan oleh personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen yang bersama-sama dengan masyarakat jemaat Pospel GKI Oikumene Edom Skouw melaksanakan ibadah keluarga bersama yang dilaksanakan di rumah jemaat dalam hal ini keluarga Bapak Ely Fingkreuw di Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Jumat malam (13/03/2020).

Ibadah kali ini dipimpin oleh Pelayan Firman Serda Stenly (Danru Provost Satgas Yonif 713/ST) dan pelayanan liturgi Prada Eldia (Ta Waltis Satgas Yonif 713/ST), dan ibadah dimulai pada pukul 18.30 s.d 20.00 WIT. Stenly dalam kotbahnya yang mengambil pembacaan Alkitab dari 1 Korintus 16:14 “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam Kasih” Artinya ketika Tuhan mempercayakan kita dengan jabatan, pekerjaan maka kita sebagai hambaNya harus melakukannya dengan Kasih, kita harus melakukannya dengan baik,kita harus melakukannya dengan tulus, iklas, kita harus melakukannya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, kita harus melakukannya dengan tidak mengharapkan imbalan dan lain sebagainya.

Karena dinamika yang terjadi sekarang ini banyak orang yang di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak lagi dengan kasih, banyak orang sekarang ini yang dalam melaksanakan pekerjaannya mengharapkan imbalan, yang dalam melaksanakan pekerjaannya membeda-bedakan suku, agama dan ras. Untuk itu lewat Firman Tuhan saat ini mengajak semua jemaat yang hadir untuk senantiasa melaksanakan segala pekerjaan hendaklah dilaksanakan dengan penuh Kasih. Hadir dalam ibadah ini Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST), Letda Inf Josua P. Saragih (Danton Waltis Satgas Yonif 713/ST), Serda Stenly (Danru Provost Satgas Yonif 713/ST), Pratu Billy.dan Prada Eldya serta Jemaat Pospel GKI Oikumene Skouw sebanyak 7 orang.

REFLEKSI DIRI DALAM PENUGASAN LEWAT KEGIATAN IBADAH MINGGU

REFLEKSI DIRI DALAM PENUGASAN LEWAT KEGIATAN IBADAH MINGGU

Melaksanakan tugas pengamanan Perbatasan menjadi suatu kebanggaan bagi setiap Prajurit Yonif 713/Satya Tama yang berasal dari Gorontalo Sulawesi. Namun seiring dengan perjalanan waktu terkadang timbul rasa jenuh dalam diri setiap prajurit, namun itu tidak menjadi kendala dalam menjalankan tugas karena setiap personil selalu menanamkan tekad dalam hati untuk memberikan yang terbaik dalam penugasan ini, salah satu caranya yaitu dengan selalu mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ibada seperti yang dilaksanakan oleh personil Pos Kotis yang beragama Kristen mengikuti ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Distrik Muara Tami dan Pos Kout di GKI Betlehem Arso 1  Kota Jayapura Provinsi Papua, Minggu (08/03/2020).

Dalam ibadah Minggu Sengsara yang ketiga ini Pembacaan Alkitab terambil dari Kitab Injil MATIUS 26 : 1-5 dengan Tema “ANAK MANUSIA AKAN DISERAHKAN UNTUK DI SALIB” Akhir dari kehidupan dan pelayanan Yesus, Ia menegaskan bahwa Anak Manusia akan diserahkan untuk disalib. Penegasan ini mengatakan bahwa Penyaliban bukanlah suatu kejutan bagi Yesus, kelak ketika para murid-murid menyaksikannya, tidak ada rasa takut saat Dia diserahkan, dan juga bukan tanda kekalahan-Nya. Penyaliban Yesus adalah tanda dari Puncak kemenangan Yesus yakni menebus kutuk dan menyelesaikan semua dosa dan pelanggaran manusia. Yesus tahu 2 hari lagi akan dirayakan Paskah, disitulah Anak Manusia di serahkandan di salibkan, Yesus tahu karena Dialah Tuhan yang turun dari Surga.

Tanpa Penyaliban, Surga hanyalah sebuah cerita. Dengan adanya penyaliban Yesus, kita memiliki Surga, dan kita mendapat pengampunan dosa dan penyakit kitalah yang penyebabnya. Inilah berita berita besar yang harus kita katakan dalam keyakinan hidup kita sebagai orang percaya, terus memberitakan Salib Kristus lambang kemenangan dan keselamatan dalam karya setiap orang percaya. Wadan Satgas Yonif 713/ST Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu mengatakan “Kita semua belajar, para pemuka Agama, bersekongkol di belakang Yesus untuk membunuh Sang kebenaran. Oleh karena itu sebagai Gereja kita di minta untuk berbicara secara tegas dan nyata. Apa yang Tuhan kehendaki harus kita buat secara nyata dan jelas dalam kesaksian. Sebagai Gereja, kebenaran harus ditegakkan sebab bicara Yesus, mengatakan Sorga adalah tempat kebenaran itu sendiri. Yesus sudah di Salibkan, mari kita belajar dalam ketenangan dalam menghadapi segala perkara, Yesus telah mati buat kita dan mari kita beritakan kebesaran-Nya”, ungkapnya.

SATGAS YONIF 713/ST MENGAJI DAN HADIRI SYUKURAN HUT GEREJA POSPEL GKI OIKUMENE EDOM YANG KE -2

SATGAS YONIF 713/ST MENGAJI DAN HADIRI SYUKURAN HUT GEREJA POSPEL GKI OIKUMENE EDOM YANG KE -2

Sebagai umat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa seluruh personil Satgas Yonif 713/ST menyadari sepenuhnya bahwa keberadaan Satgas di penugasan sampai dengan saat ini merupakan anugerah dan berkat dari Yang Maha Kuasa. Untuk itu mendekatkan diri kepada Yang Kuasa menjadi suatu keharusan di tengah-tengah sedang melaksanakan Tugas. Seperti yang dilaksanakan oleh Personil Pos Ramil Tami yang melaksanakan kegiatan mengajar mengaji di Mushola Al-Hikmah Paleo Skouw Mabo dan Pos Kotis mengikuti ibadah Syukur HUT ke 2 Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Kamis malam (06/03/2020).

Serda Danu Ristanto (Ba Intel Satgas Yonif 713/ST Pos Ramil Tami) dengan satu tim personil Pos Ramil Tami melaksanakan kegiatan mengajar mengaji dengan memberikan pengajaran ayat hafalan dan belajar Adzan. Sedangkan Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Kotis yang beragama Kristen mengikuti sekaligus memimpin ibadah Syukur Hut ke-2 Pospel GKI Oikumene Edom yang mengajak semua jemaat berperan aktif untuk pertumbuhan gereja dengan senantiasa memberitakan Injil itu lewat seluruh totalitas hidup serta bersandar kepada Yang Maha Kuasa.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol menyampaikan bahwa “keberadaan kami dalam penugasan ini mempunyai tekad untuk senantiasa mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar melalui berbagai bentuk dan metode, seperti yang personil kami lakukan saat ini yaitu dengan melaksanakan mengajar mengaji kepada anak-anak di Skouw Mabo dan menghadiri sekaligus memimpin ibadah syukur bersama jemaat Pospel GKI Oikumene Edom Skouw. Hal baik ini akan terus kami kerjakan sampai akhir penugasan dan kami bertekad hal baik ini akan terus kami bawa sampai ke Home Base”, tegasnya.

Pendeta Jhon Watofa sebagai Ketua Jemaat Pospel GKI Oikumene Edom Skouw dan Bapak Rofiq sebagai pengurus mushola Al-Hikmah mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada personil Satgas Yonif 713/ST yang selama ini telah memberikan sumbangsih positif yang cukup bermanfaat bagi kami masyarakat Perbatasan. Tidak ada kata lain yang kami ucapkan terimakasih karena kami tidak bisa membalas segala kebaikan bapak-bapak semua.

SEBAGAI BENTUK KEDEKATAN DENGAN MASYARAKAT SATGAS GELAR YASINAN BERSAMA

SEBAGAI BENTUK KEDEKATAN DENGAN MASYARAKAT SATGAS GELAR YASINAN BERSAMA

Sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat dan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat maka Satgas Yonif 713/ST Pos Ramil Tami melaksanakan yasinan bersama dengan  masyarakat Kampung Skouw Mabo dan Transat Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Kamis malam (05/03/2020).

Kegiatan Yasinan Bersama ini dilaksanakan bertempat di Mushola Al-Hikmah Paleo Kampung Skouw Mabo dan Pos Ramil Tami dipimpin oleh Serda I Gede Suteja (Baminlog Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST) bersama satu tim personil Pos Ramil Tami. Hadir dalam kegiatan Yasinan Bersama ini Serda I Gede Suteja (Baminlog Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST) bersama satu tim personil Pos Ramil Tami, Bapak Ustad Hartaji, Bapak La Filu (Imam Masjid kampung Transat), Ibu Hj. Aisa (Ketua Majelis Takhlim ibu-ibu Kampung Transat), masyarakat Skouw Mabo dan Kampung Transat berjumlah 50 Orang. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam Yasinan bersama ini adalah melaksanakan Sholat Magrib berjamaah, melaksanakan Ramah Tamah kepada masyarakat Kampung Skouw Mabo dan Kampung Transat, melaksanakan ceramah dilanjutkan yasinan serta melaksanakan Sholat isya berjamaah.

Serda Suteja dalam kesempatan ini berkata salah satu cara yang efektif untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat dimanapun kita berada adalah dengan bersama-sama mengikuti kegiatan agama dalam hal ini ibadah, yasinan dan sebagainya. Untuk itu kegiatan Yasinan sekarang ini perlu dilaksanakan setiap saat dengan cara masyarakat dan Satgas membaur menjadi satu untuk menaikkan doa-doa, permohonan kepada Yang Kuasa. Bapak La filu selaku Imam Masjid Kampung Transat sangat mengucapkan terimakasih kepada personel Satgas Yonif 713/ST dalam hal ini Pos Ramil Tami karena telah hadir dalam kegiatan Yasinan di Masjid Paleo Kampung Skouw Mabo ini semoga dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya kita bisa saling bersama-sama.

TINGKATKAN IMAN DAN TAQWA SATGAS DAN MASYARAKAT LAKSANAKAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

TINGKATKAN IMAN DAN TAQWA SATGAS DAN MASYARAKAT LAKSANAKAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

Dantonkes Satgas Yonif 713/ST Letda Ckm Muhammad Syaban beserta satu regu Personil Pos Kout melaksanakan sholat subuh bersama masyarakat di Masjid Fiisabilillah di Kampung Sanggaria Arso 1 Kecamatan Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Kamis subuh (05/03/2020).

Kegiatan Sholat subuh ini sebagai salah satu upaya yang dilaksanakan Satgas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga hubungan Satgas dan masyarakat semakin dekat dengan demikian masyarakat dan Satgas bisa bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, disamping untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan sholat subuh ini selain menjadi kewajiban atas perintah Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta, kegiatan Sholat Subuh berjama’ah ini juga dilaksanakan untuk semakin terjalinnya hubungan kekeluargaan antara Personel Satgas dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap warga masyarakat Arso 1 Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Ketika kita sering melakukan sholat subuh berjama’ah bersama masyarakat diharapkan akan semakin terjalin hubungan yang baik antara Satgas Yonif 713/Satya Tama dan masyarakat sekitar pos.

Serda Fais mengucapkan “Mari kita awali setiap kerja kita dengan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa dengan melaksanakan Sholat Subuh bagi umat muslim, dengan berdoa bagi umat lainnya karena bekerja dan beribadah itu harus seimbang karena dengan beribadah, beriman merupakan kunci pokok utama untuk meraih keberhasilan, ketika kita bekerja sekuat tenaga maka yang akan menentukan itu berhasil atau tidak hanyalah Yang Kuasa artinya ketika kita sudah bekerja dan berdoa sikap kita selanjutnya hanya berserah kepada Tuhan”, tegasnya. Masyarakat sekitarpun begitu senang dengan kehadiran bapak-bapak TNI dalam Sholat Subuh ini seperti yang di sampaikan oleh bapak Rajiman, jika sebelum-sebelumnya yang hadir dalam sholat subuh adalah masyarakat saja tapi saat ini diramaikan oleh bapak-bapak TNI dari   Satgas Yonif 713/ST, harapannya kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus menerus.

TINGKATKAN IMAN DAN TAQWA PERSONEL SATGAS AJARKAN  ANAK-ANAK SKOUW MABO MENGAJI

TINGKATKAN IMAN DAN TAQWA PERSONEL SATGAS AJARKAN ANAK-ANAK SKOUW MABO MENGAJI

Iman dan Taqwa harus menjadi pondasi yang kuat bagi  manusia, ketika iman dan taqwa seseorang itu kuat maka ia akan mampu menghadapi lika-liku kehidupan dan akan maju sebagai pemenang, ketika iman dan taqwanya tidak kuat maka ia akan jatuh dan akan kalah. Menyadari hal itu maka Satgas Pamtas Yonif 713/ST Pos Ramil Tami melaksanakan kegiatan mengajar mengaji kepada anak-anak Kampung Skouw Mabo di Mushola Al-Hikmah Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Serda Danu Ristanto, Minggu sore (01/03/2020).

Kegiatan belajar mengaji ini dilaksanakan disamping untuk meningkatkan iman dan taqwa namun juga untuk meningkatkan kemampuan anak-anak Kampung Skow Mabo dalam membaca Al-quran dalam hal ini ayat hafalan dan juga belajar Adzan. Serda Danu Ristanto mengatakan kini dunia memiliki perubahan sangat cepat dan dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol. Salah satu pengaruh terbesar dari pergeseran dunia di zaman sekarang tentu saja dipengaruhi oleh teknologi. Kecepatan teknologi dan informasi akan memengaruhi gaya hidup seseorang, termasuk anak-anak.

Jadi bagaimana peran orangtua dalam membesarkan sang buah hati agar memiliki mental dan iman yang kuat dalam beragama? Ya, pastinya memberikan pendidikan agama untuk bekal kehidupan mereka nantinya, seperti yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami Satgas Pamtas Yonif 713/ST saat ini. Hadir dalam kegiatan mengajar mengaji ini Serda Danu Ristanto (Ba Intel Kompi C Satgas Yonif 713/ST) beserta satu tim personel Pos Ramil Tami, Bapak Rafiq (Pengurus Masjid) dan 23 anak-anak Skouw Mabo. Bapak Rafiq selaku pengurus mushola mengucapkan “terimakasih kepada Bapak Danu dan teman-teman lainnya karena telah membantu mengajar mengaji anak-anak kami disini. Untuk itu kami bersyukur bahwa Satgas hadir juga untuk meningkatkan iman dan taqwa anak-anak Skouw Mabo melalui kegiatan belajar mengaji ini”, tegasnya.