SATGAS LAKSANAKAN IBADAH HARI RAYA PENTAKOSTA DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW DI TENGAH PANDEMI COVID-19

SATGAS LAKSANAKAN IBADAH HARI RAYA PENTAKOSTA DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Hari ini Minggu 31 Mei 2020 bagi umat Kristen dirayakan sebagai Hari Raya Pentakosta (Pencurahan Roh Kudus). Ibadah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan anjuran dan prosedur dari pemerintah seperti dalam ibadah tetap menjaga jarak antara jemaat yang satu dengan jemaat lainnya, sebelum ibadah mencuci tangan dan tidak boleh berjabat tangan. Ibadah Pentakosta di Perbatasan ini dipimpin oleh Lettu Arm Jeckson Siallagan, S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST).

Dan pembacaan Alkitab hari ini terambil dari Yoel 2 : 28 – 32, dengan tema: “Ketika Roh Kudus Dicurahkan” Yoel 2:28-32 ini merupakan bagian yang dikutip oleh Rasul Petrus saat dia berkhotbah setelah peristiwa turunnya Roh Kudus ke atas murid-murid dan orang-orang percaya pada masa itu. Bagian ini dikutip oleh Petrus dengan maksud untuk membantah tuduhan orang banyak bahwa murid-murid sedang mabuk oleh anggur. Selain itu juga mau mengatakan bahwa apa yang terjadi pada diri Petrus dan teman-temannya merupakan penggenapan dari nubuat nabi Yoel.

Bahwa pada masa yang sudah Allah tentukan, Ia akan memperlengkapi orang-orang pilihannya dengan Roh Kudus sehingga mereka dapat menyampaikan Firman Allah kepada orang banyak dari berbagai bahasa. Ada beberapa hal yang mau disampaikan kepada kita ketika Roh Kudus dicurahkan yakni apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel, juga apa yang dijanjikan oleh Yesus ketika Ia naik ke sorga, sudah digenapi, Roh Kudus yang telah dicurahkan itu memperlengkapi para murid, orang-orang percaya juga kita semua di masa kini dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Sudah tentu Kuasa yang dimaksudkan itu adalah Kuasa Allah yang dinamis, yang memampukan kita keluar dari ketakutan, kecemasan, keputus asaan, dari tekanan, dari penindasan dan menjadikan kita orang-orang yang kuat, berhikmat dan penuh sukacita dan selalu mau memberi hidup, tenaga dan waktu kita bagi Tuhan, dengan demikian, ketika Roh Kudus telah dicurahkan, maka murid-murid dan semua orang percaya termasuk kita yang hidup di saat ini, diutus untuk bersaksi tentang Yesus Kristus Sang Penyelamat dimana saja Tuhan menghadirkan kita, segala hal yang baik yang dapat kita peroleh dan nikmati di dunia ini, baik sebagai pribadi, keluarga, juga persekutuan.

Jangan sampai membuat kita melupakan Tuhan Allah yang telah Menganugerahkan semua itu kepada kita. Roh Kudus yang dicurahkan itu mau mengingatkan kita bahwa semua yang kita peroleh, miliki dan nikmati dalam hidup ini berasal dari Allah, Hari Tuhan itu pasti dan sudah semakin dekat. Tanda-tanda yang mendahului kehadiran hari Tuhan itu sudah terjadi di semua belahan bumi ini. Yang kesemuanya itu menuntut dari diri setiap pribadi harus ada “Pertobatan”. Orang percaya saja belum tentu selamat, apalagi orang berdosa yang tidak bertobat. Berusahalah menjalani hidup ini seperti yang Allah kehendaki, supaya ketika waktu-Nya tiba kita termasuk orang-orang yang dipanggil-Nya untuk menikati keselamatan itu dan bukan kedapatan sebagai orang-orang yang akan mengalami kebinasaan kekal. Amin

PERSONIL POS KOTIS SATGAS YONIF 713/ST LAKSANAKAN PEMBERSIHAN GEREJA DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW

PERSONIL POS KOTIS SATGAS YONIF 713/ST LAKSANAKAN PEMBERSIHAN GEREJA DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW

Disamping melaksanakan tugas pokok melaksanakan Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sektor Utara Personil Satgas Yonif 713/ST dalam hal ini Pos Kotis juga melaksanakan banyak tugas lainnya seperti yang dilaksanakan saat ini pembersihan tempat ibadah Gereja Pospel GKI Oikumene Edom Perbatasan RI-PNG Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Rabu (27/05/2020).

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengungkapkan “Disamping mengemban tugas negara melaksanakan Pengamanan Perbatasan RI-PNG ini kami juga selalu membangun hubungan dengan semua kalangan masyarakat, semua kalangan agama dan terlebih kami membangun hubungan kepada Tuhan lewat kegiatan-kegiatan ibadah-ibadah”, ungkapnya. Untuk menciptakan semuanya itu maka perlu adanya kerjasama dengan masyarakat seperti yang dilaksanakan oleh personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST bersama warga jemaat melaksanakan pembersihan gereja dan lingkungannya dengan harapan gereja dan lingkungannya akan bersih sehingga jemaat nyaman untuk beribadah karena kami menyadari bahwa keberhasilan tugas semuanya tidak terlepas dari pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salah satu bagian tanggungjawab sebagai umat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa maka membersihkan tempat ibadah merupakan sebuah sikap menghormati Sang Pencipta, dengan tempat ibadah yang bersih maka akan memberikan rasa nyaman bagi jemaat/jamaah yang akan melaksanakan ibadah kepada Tuhannya. Pabintal Satgas Lettu Arm Jeckson Siallagan S.Th mengungkapkan meskipun di tengah pandemi virus Covid-19 ini yang menyebabkan berbagai tempat ibadah tidak melaksanakan ibadahnya secara berkumpul di tempat ibadah baik itu di Masjid, Gereja, Pura, Wihara dan Kelenteng namun kebersihan tempat ibadah harus tetap di jaga. Dansatgas juga menambahkan bahwa saya selalu menekankan kepada seluruh prajurit saya untuk selalu dan selalu memperkuat ibadahnya, selalu meminta perlindungan dari Tuhan agar didalam melaksanakan tugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan keberhasilan sampai akhir penugasan.

SATGAS YONIF 713/ST RAYAKAN IDUL FITRI 1441 H DI PERBATASAN RI-PNG DALAM PANDEMI COVID-19

SATGAS YONIF 713/ST RAYAKAN IDUL FITRI 1441 H DI PERBATASAN RI-PNG DALAM PANDEMI COVID-19

Satgas Yonif 713/ST dan seluruh jajarannya yang bertugas di Papua Sektor Utara Perbatasan RI-PNG merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H tahun 2020 ini dalam suasana tidak biasa seperti tahun-tahun sebelumnya karena pada saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid 19. Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini dilakukan di pos-pos dengan sederhana, dengan tidak melibatkan masyarakat dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan berkumpul secara kelompok, memakai masker, jaga jarak dan lain sebagainya, Minggu (24/05/2020).

Dan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H ini dipimpin oleh personil pos masing-masing. Dan setelah selesai melaksanakan Sholat Idul Fitri selanjutnya personil saling memaafkan dengan tidak berjabat tangan namun dengan melipat tangan di depan dada serta dengan menggunakan masker. Dan diakhir kegiatan melaksanakan ramah tamah makan dan minum dari apa yang sudah disiapkan oleh personil sebelumnya, seperti ketupat, opor ayam,sate, kue,es buah dan lain sebagainya.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol dalam keterangannya mengatakan “Pertama-tama saya mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin. Untuk Idul Fitri tahun ini memang kita rayakan dalam masa-masa Pandemi Covid-19, namun itu semua tidak mengurangi makna dari Idul Fitri itu sendiri. Semoga dengan selesainya kita melaksanakan ibadah Puasa kita akan lebih baik dalam segala hal”, ungkapnya.

POS KOUT SATGAS YONIF 713/ST SALURKAN ZAKAT FITRAH

POS KOUT SATGAS YONIF 713/ST SALURKAN ZAKAT FITRAH

Personel Satgas Yonif 713/Satya Tama yakni Pos Kout KM 31 menyerahkan Zakat Fitrah ke Masjid Fiisabilillah Arso 1 Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua untuk nantinya disalurkan kepada orang yang membutuhkannya seperti Orang Tua Rentan, Orang yang tidak mampu dan lain sebagainya, Rabu (20/05/2020).

Setiap umat Islam menjelang Idul Fitri diwajibkan membayar zakat fitrah, maka dari itu Personel Satgas Yonif 713/Satya Tama berkoordinasi dan dibantu oleh Bapak Agus dan Bapak Sunyoto untuk mendata masyarakat yang bertempat di Kampung Sanggaria Arso 1. Ustadz Anwar Husein menjelaskan kepada Personel Satgas Yonif 713/Satya Tama “Percuma saja menjalankan ibadah puasa, sholat sunat teraweh dan sholat sunat witir apabila tidak membayar zakat, zakat fitrah itu dibayarkan sejak di nyatakan 1 ramadhan bagi seseorang sampai dia menemui 1 syawal maka diwajibkan bagi umat Islam membayar zakat firah”, ungkapnya. Zakat fitrah adalah zakat untuk membersihkan diri dan sifatnya wajib karena bagian dari rukun lslam poin ke 4 serta menjadi sebab di terimanya puasa kita yang selama dijalankan pada saat bulan ramdhan.

Dilain tempat Letkol Inf Dony Gredinand, S.H, M.Tr.Han., M.I.Pol sebagai Dansatgas 713/Satya Tama mengungkapkan “Alhamdulillah syukron, sebagai bentuk rasa syukur kami umat Islam karena dekat-dekat menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan mudah-mudahan bisa ketemu di bulan 1 syawal yang sudah ditunggu-tunggu oleh umat Islam apabila bulan ramadhan sudah berakhir”, tegasnya. Tujuan membayar zakat fitrah ini merupakan wujud rasa syukur atau terimakasih atas segala nikmat yang telah di berikan oleh Allah SWT dalam hidupnya maka dari itu manfaat zakat ini ialah mensucikan harta yang kita miliki untuk membawa keberkahan dalam hidup.

BENTUK TOLERANSI PERSONIL SATGAS DAN MASYARAKAT BERSAMA BERSIHKAN GEREJA

BENTUK TOLERANSI PERSONIL SATGAS DAN MASYARAKAT BERSAMA BERSIHKAN GEREJA

Sebagai wujud toleransi sesama umat beragama, personil Satgas Yonif 713/ST Pos Skamto dibawah pimpinan Sertu Khairil bersama satu tim personil Pos Skamto dan warga jemaat Gereja Kalvari melaksanakan pembersihan gedung gereja Kalvari yang terletak di Kampung Yowong Kabupaten Arso Barat Kota Jayapura Provinsi Papua, Rabu (06/05/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Sertu Khairil (anggota pos Skamto Satgas Yonif 713/ST), bersama satu tim Personil Pos Skamto, Bapak Medan Warobai (Ketua Jemaat Gereja Kalvari), Bapak Ayor Baba (jemaat Gereja Kalvari) dan Bapak Lazarus (jemaat Gereja Kalvari). Khairil berkata gedung Gereja sebagai tempat beribadah bagi umat Kristen sangat penting untuk di jaga kebersihannya hal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi setiap jemaat yang akan beribadah, demikian juga halnya dengan tempat ibadah lainnya.

Bisa dibayangkan bila tempat ibadah kotor seperti Gereja, Masjid, Pura, Vihara dan Kelenteng maka akan mengurangi hikmatnya jemaat untuk beribadah, sehingga menjaga kebersihan tempat ibadah adalah sesuatu hal yang mutlak harus dilakukan. Pembersihan gedung Gereja ini sendiri dilaksanakan di dalam dan diluar gedung Gereja. Personil Satgas dan Jemaat Gereja saling bahu membahu melaksanakan pembersihan ini. Bapak Medan Warobai selaku Ketua Jemaat Gereja Kalvari mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota Pos Skamto karena telah turut serta membantu membersihkan Gereja dan ini adalah bentuk toleransi umat beragama karena kami tahu personil Pos yang ikut melaksanakan pembersihan ini tidak semuanya beragama Kristen.

Dijelaskan oleh Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol bahwa kegiatan semacam ini bukan yang pertama kali kami lakukan namun sudah sering dan itu semua dilaksanakan di seluruh pos jajaran kami. Kami di dalam melaksanakan tugas di Papua ini tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dan lain sebagainya, kami hadir untuk semua kalangan. Kita adalah sama sesama ciptaan Tuhan oleh karena itu kita harus saling membantu, saling menghargai antara satu dengan yang lainnya. Kebebasan memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing harus dihormati, karena tidak ada agama yang mengajarkan ketidak baikan semua mengajarkan kebaikan.

MENGISI BULAN SUCI RAMADHAN PERSONIL POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PEMBERSIHAN MASJID

MENGISI BULAN SUCI RAMADHAN PERSONIL POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST MELAKSANAKAN PEMBERSIHAN MASJID

Masih dalam suasana bulan Ramadhan  personil Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST dibawah pimpinan Serda Qorib Tubagus Anwar (Bakom Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST) melaksanakan pembersihan tempat Ibadah Masjid bersama Masyarakat Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Rabu (29/04/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Serda Qorib Tubagus Anwar (Bakom Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/ST) bersama satu tim personil Pos Ramil Tami, Yusuf (Pemuda Skouw) dan Zulkarnain (Masyarakat Skouw). Personil Satgas dan masyarakat saling bahu membahu, bekerjasama melaksanakan pembersihan Masjid baik di dalam maupun diluar Masjid, dengan tujuan untuk menjaga kebersihan masjid sehingga memberikan kenyamanan bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah terlebih saat ini dalam suasana Bulan Suci Ramadhan.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengungkapkan pembersihan ini kami lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah yang akan melaksanakan ibadah di Masjid ini terlebih sekarang ini dalam suasana Bulan Suci Ramadhan, karena Bulan Suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketaqwaan. Bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat seperti Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an,

“Ramadhan merupakan syahrul Quran (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah Swt berfirman yang artinya : “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185) dan masih banyak manfaat lainnya”, tuturnya.

IBADAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19

IBADAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Dengan Physical Distancing (Jaga jarak) jemaat Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat Personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen dan Jemaat Gereja Santo Mikael Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat personil Pos Kaliasin yang beragama Kristen melaksanakan ibadah Minggu di tengah merebaknya Virus Covid-19, hal ini dilakukan dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak (Psysical Distancing), Minggu (26/04/2020).

Ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom dipimpin oleh Guru Injil Thomas Manupandu yang berdomisili di Mosso dan di ikuti personil Pos Kotis yang beragama Kristen dibawah pimpinan Lettu Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST) dan ibadah di Gereja Santo Mikael Kibay dipimpin oleh Pendeta Yulianus Kuntui yang berdomisili di Kibay dan di ikuti oleh Personil Pos Kaliasin yang beragama Kristen dibawah Pimpinan Serda Rahel (Danru 1 Pos Kaliasin Satgas Yonif 713/ST) dan pembacaan Alkitab terambil dari LUKAS 24 : 36-49 dengan Tema : KEBANGKITAN KRISTUS MEMBERI KEKUATAN

Ketidak berdayaan dan hilangnya sosok yang di kagumi dan di hormati oleh murid-murid Yesus tentang kematian-Nya, telah melumpuhkan semangat iman yang menyala-nyala saat bersama Yesus. Dalam kesendirian dan hilangnya harapan membuat murid-murid merasa takut akan kehidupan yang hendak di jalani. Sampai-sampai Yesus yang bangkit sesuai janji-Nya di anggap hantu. Hal ini menunjukkan bahwa murid-murid telah tenggelam dalam ketidak pastian hidup yang kosong dan hampa tanpa Yesus.

Selama kita masih hidup dalam dosa, maka kita adalah orang orang yang tidak percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus , dan masih melihat Tuhan Yesus sebagai bayangan kematian yang ada hidup dan sedang berada di sekitar kita sebagai bayangan yang kosong dan tidak berpengaruh, inilah orang-orang yang percaya Yesus sebagai hantu atau bayangan kosong yang sedang dipercayai dan di sembah. Hal inilah yang menyebabkan mereka terus dan terus hidup dalam dosa sampai saat ini. Sebaliknya, jika kita sebagai orang Kristen yang percaya Yesus dengan sungguh dan benar, maka kita melihat Yesus sebagai Yesus yang adalah benar – benar Yesus yang akan tinggal tetap bersama kita.

SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH MINGGU KE II DI TENGAH COVID 19 YANG BELUM TUNTAS

SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH MINGGU KE II DI TENGAH COVID 19 YANG BELUM TUNTAS

Personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ ST dibawah pimpinan Letda Inf Josua Prayoga Saragih (Danton Waltis Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Kotis yang beragama Kristen dan Pos Kaliasin Satgas Yonif 713/ST dibawah pimpinan Serda Rahel (Danru 1 Pos Kaliasin Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Kaliasin yang beragama Kristen melaksanakan ibadah Paskah Minggu ke ll di gereja yang berdekatan dengan Pos. Ibadah ini dilaksanakan ditengah keprihatinan yang melanda dunia dengan merebaknya virus Covid 19 yang sampai saat ini belum ada penangkalnya dan sudah banyak korban jiwa serta berbagai usaha telah dilaksanakan agar wabah virus Covid 19 ini segera berakhir dan sampai saat ini belum juga berakhir namun penderitanya semakin banyak, Minggu (19/04/2020).

Dalam ibadah Paskah Minggu ke ll ini pembacaan Alkitab terambil dari Kitab Efesus 2:1-10 dengan Tema: KEBANGKITAN KRISTUS JAMINAN KEBANGKITAN ORANG PERCAYA Alkitab mengatakan semuanya adalah kasih karunia, itu berarti pengampunan dosa, keselamatan dan kehidupan yang dijalani setiap orang adalah bukan jasanya, bukan prestasinya, bukan usahanya, bukan karena kebaikannya, tetapi semua itu adalah pemberian cuma-cuma dari pihak Allah melalui Yesus Kristus, yang sebenarnya manusia tak pantas menerimanya. Dengan lain perkataan, semua itu adalah karena kasih Allah bagi manusia semata-mata. Itulah yang dimaksudkan dengan kasih karunia, anugerah Allah. Manusia dahulu adalah orang durhaka, orang berdosa, pemberontak, orang yang sesat dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan, jauh dari kehidupan kekal bersama Allah.

Orang yang hidup dalam hawa nafsu duniawi, hidup dalam daging. Tetapi karena kasih Allah, Ia memberikan Anak-Nya menjadi jembatan, pengantara yang mendamaikan Allah dan manusia. Jadi melalui pengorbanan Yesus, manusia telah menerima kasih karunia Allah. Pengampunan dosa dan keselamatan dikerjakan Allah dalam diri Yesus. Kasih karunia Allah yang telah terima dari jasa pengorbanan Yesus, bukan untuk memanjakan manusia, bukan membuat manusia salah menggunakannya membentuk kebebasan hidup, bukan membuat manusia lupa diri tanpa tanggung jawab di dalam dunia selama ia hidup, kasih karunia Allah tidak menganak-emaskan manusia untuk hidup menurut kehendak-Nya.

Tetapi manusia harus bertanggung jawab dan hidup dalam kasih karunia itu untuk memuliakan Allah, menjadi berkat bagi keluarga, jemaat, masyarakat, negara dan bangsa, serta semua orang yang kita temui. Manusia yang menerima kasih karunia Allah, harus menjadi penyalur kasih karunia itu kepada orang lain yang diwujud-nyatakan dalam pemikiran, perkataan, perbuatan dan cara hidup yang memberi kesaksian serta teladan kepada sesama. Manusia patut mati, binasa dalam dosa, tetapi karena kasih karunia Allah manusia di ampuni dan dibebaskan dari dosa dan maut. Karena itu tidak ada alasan bagi manusia untuk memegahkan diri, sebab semua adalah kasih karunia. Manusia akan berutang kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, jika hanya menjadi penerima kasih karunia dan tidak memberi atau berbuat kebaikan terhadap Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, maupun terhadap sesama. Dalam diri manusia terpancar kasih karunia Allah. Manusia hidup dan diselamatkan hanya karena kasih karunia Allah, percaya dan bersyukurlah akan hal ini.

SATGAS GELAR YASINAN BERDOA COVID 19 SEGERA BERAKHIR

SATGAS GELAR YASINAN BERDOA COVID 19 SEGERA BERAKHIR

Ditengah mewabahnya virus covid 19 yang membuat semua manusia berada dalam kondisi kekawatiran maka Satgas Yonif 713/ST melaksanakan kegiatan keagamaan dalam hal ini Yasinan dengan tujuan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Muasa supaya dijauhkan dari wabah ini dan wabah ini cepat berakhir, seperti yang dilaksanakan Pos Kout dan Pos Ramil Tami di Pos masing-masing yang berada di Distrik Muara Tami dan Distrik Arso Barat Kota Jayapura Provinsi Papua, Jum’at malam (17/04/2020).

Pos Kout melaksanakan Yasinan di Mushola yang ada di dalam Pos Kout dan dipimpin oleh Letda Ckm Saban (Dantonkes Satgas Yonif 713/ST) bersama dengan personil Pos Kout yang beragama Islam, sedangkan Pos Ramil Tami melaksanakan Yasinan di mushola Koramil 1702/22 Muara Tami dan dipimpin oleh Kapten Inf Supriyanto (Danki C Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Ramil Tami yang beragama Islam. Dalam hal ini personil Satgas menyakini bahwa dengan mendekatkan diri kepada Tuhan maka kekawatiran yang ada akan berkurang, hidup akan damai,tenang walaupun dalam kondisi maraknya virus Covid-19 yang sampai saat ini sudah banyak menelan korban jiwa di beberapa penjuru dunia dan tidak terkecuali di negara kita Indonesia.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengungkapkan bahwa semua orang pasti kwatir, semua orang pasti takut akan virus ini dan tidak terkecuali dengan personil Satgas, namun dengan semua yang terjadi maka yang terpenting dari semua itu adalah mendekatkan diri kepada Yang Kuasa seperti yang dilaksanakan ini yaitu melaksanakan Yasinan, disamping menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan serta makan dan minum makanan dan minuman yang bergizi. Ketika kita dekat dengan Tuhan, kita membangun hubungan dengan Tuhan maka kekwatiran kita akan berkurang atau tidak ada karena kita memiliki Tuhan yang memiliki hidup ini. Kami juga mengajak semua orang mari kita bersama-sama memohon kepada Tuhan supaya virus Covid-19 ini cepat teratasi, yang sakit di sembuhkan dan yang sembuh bisa menjaga kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan serta dapat beraktivitas dengan baik.

SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH DI TENGAH KEPRIHATINAN COVID-19 DENGAN MENJAGA JARAK AMAN

SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH DI TENGAH KEPRIHATINAN COVID-19 DENGAN MENJAGA JARAK AMAN

Ibadah Paskah 12 April 2020 kali dirayakan dalam suasana keprihatinan dimana dilaksanakan di tengah maraknya virus corona Covid-19 yang telah menelan banyak korban jiwa tidak terkecuali Indonesia saat ini, sehingga pelaksanaan perayaan Paskah yang biasanya dilaksanakan subuh hari untuk tahun ini banyak dilaksanakan secara live streaming alias dilaksanakan dengan menggunakan teknologi dengan pelayan-pelayan melaksanakan di gedung gereja sementara jemaat mengikuti dari rumah masing-masing. Namun itu semua tidak mengurangi makna dari Paskah itu sendiri bahwa Yesus telah bangkit dari kematian mengalahkan maut untuk memberikan hidup bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Tetapi Personil Satgas Yonif 713/ST Pos Kotis yang beragama Kristen masih berkesempatan mengikuti ibadah Paskah di Pospel GKI Oikumene Edom Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua walaupun dilaksanakan tidak pada subuh hari seperti biasanya, Minggu (12/04/2020).

Ibadah Paskah kali ini di pimpin oleh Pabintal Satgas sendiri Lettu Arm Jeckson Siallagan, S.Th yang mengambil pembacaan Alkitab dari MARKUS 16:1-8. Dengan TEMA “YESUS SUDAH BANGKIT IA HIDUP DAN BERKUASA”. Dalam kotbahnya Pabintal menyampaikan bahwa berita kebangkitan Yesus harus dimaknai sebagai titik-tolak baru untuk membaharui iman, pengharapan dan kasih untuk menghidupkan kembali semangat yang lemah, keberanian yang sudah tidak berdaya berdasarkan kuasa kebangkitan Yesus. Manusia dan dunia harus belajar dari semangat iman dan kerinduan perempuan-perempuan yang selalui merindukan perjumpaan dengan Yesus, seperti disaksikan dalam ayat 1 dan 2. Berita kudus bagi dunia dan manusia adalah jangan takut, Yesus yang tersalib telah bangkit, Ia tidak ada di sini.

Berita yang disampaikan kepada perempuan-perempuan yang mengunjungi kubur Yesus oleh orang muda yang memakai jubah putih membuktikan bahwa Yesus hidup, Ia berkuasa, Ia mengalahkan kuasa kematian. Kebangkitan, kubur yang kosong adalah tanda dan bukti bahwa Ia adalah pemenang. Kebangkitan Yesus menjadi bukti bahwa Ia telah melucuti, mengalahkan segala kuasa dosa dan maut yang pada mulanya berkuasa atas hidup manusia dan menuntun manusia kepada kematian. Kebangkitan Yesus adalah suatu fakta, kenyataan dalam sejarah keselamatan Allah yang digenapkan dalam diri Anak-Nya Yesus Kristus. Oleh karena itu, kebangkitan Yesus adalah berita yang kudus, berita yang tak terbinasakan tentang keselamatan kekal yang tersedia bagi orang yang percaya kepada-Nya. Berita kebangkitan tidak boleh didiamkan, tidak boleh dijadikan milik pribadi, berita kebangkitan tidak untuk dikagumi, tetapi dimaknai, dipelihara dan diberitakan di dalam keluarga, jemaat, dan masyarakat.