TIGA DANSATGAS SEKTOR UTARA PAPUA HADIRI SERTIJAB DANDIM 1701/JAYAPURA

TIGA DANSATGAS SEKTOR UTARA PAPUA HADIRI SERTIJAB DANDIM 1701/JAYAPURA

Bertempat di Aula Makorem 172/Praja Wira Yakthi Jl. Padang Bulan Abepura, Hedam, Heram Kota Jayapura Provinsi Papua telah dilaksanakan serah terima jabatan Dandim 1701/Jayapura yang di hadiri para Pejabat Korem 172/PWY, Pejabat Kodim 1701/Jayapura, Ibu Persit dan tiga Dansatgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Papua yang didalalamnya hadir Dansatgas Yonif 713/ST. Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol dalam release tertulisnya di Papua, Jumat (03/07/2020).

Dansatgas mengungkapkan bahwa Sertijab Dandim 1701/Jayapura dipimpin langsung oleh Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan selaku Dankolakops dan dihadiri oleh Pejabat yang ada di bawah Korem 172/PWY dan Kodim 1701/Jayapura serta ibu Persit. Lanjutnya, pergantian pejabat dalam instansi TNI itu hal yang biasa, ada yang datang dan ada yang pergi itu menandakan bahwa organisasi itu berjalan dengan baik serta itu semua demi memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia.

Dalam serah terima jabatan ini Kolonel Inf Jerry Harapan Tua Simatupang sebagai pejabat lama Dandim 1701/Jayapura digantikan oleh Letkol Inf Edwin Apria Candra, SE sebagai pejabat baru Dandim 1701/Jayapura. Dan kegiatan dimulai pada pukul 09.00 s.d 11.00 Wit dan dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar sampai selesai, ungkapnya.

SATGAS HADIRI RAKOR PERSIAPAN PEMBUKAAN AKTIFITAS DI PERBATASAN RI-PNG

SATGAS HADIRI RAKOR PERSIAPAN PEMBUKAAN AKTIFITAS DI PERBATASAN RI-PNG

Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.l.Pol bersama Lettu Inf Suyono (Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 713/ST) menghadiri Rapat Koordinasi terkait persiapan pembukaan aktifitas lintas batas dan tukar informasi tentang penanganan kasus pandemi covid 19 di Perbatasan RI-PNG yang  bertempat di Swiss Belhotel Internasional, Kota Jayapura Provinsi Papua yang dihadiri 30 orang peserta, Selasa (16/06/2020).

Dansatgas dalam keterangannya mengatakan rapat koordinasi ini dipimpin oleh Ibu Suzana D. Wanggai (Kepala Dinas Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua) dan diikuti oleh Stakeholder yang ada di wilayah Perbatasan RI-PNG termasuk di dalamnya aparat TNI dan Polri. Ibu Suzana D. Wanggai dalam sambutannya mengatakan tentang permintaan pertemuan perintah PNG terkait skenario apa yg akan dibuat bersama pada saat pembukaan pagar batas PLBN, dan ekstensi informasi tentang  Covid 19 dimana PNG hanya 8 kasus dan sudah dinyatakan sembuh.

Sementara itu Brigjen TNI Izak Pangemanan (Danrem 172/PWY) mengatakan ketika Perbatasan dengan PNG dibuka maka dari sisi ekonomi banyak yang bisa kita dapatkan yang dapat menyokong ekonomi di Papua, sebagai contoh  dulu di perbatasan kios hanya ada 3 dan sering di gangguan dari kelompok Mateas Wenda, tapi sekarang sudah cukup banyak dan aman. Tidak hanya dari sisi ekonomi kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari sisi budaya dimana kita dapat melaksanakan pertukaran budaya dengan PNG.

Dansatgas sendiri dalam keterangannya mengatakan kami sebagai prajurit yang bertugas di Perbatasan RI-PNG selalu siap, akan tetap mendukung setiap kebijakan dari pemerintah demi kepentingan dan kemajuan masyarakat, bangsa dan negara kita. Namun Dansatgas juga meminta bantuan fasilitas Kesehatan bagi Satgas Yonif 713/ST yang bertugas di Perbatasan RI-PNG.

Dansatgas juga menambahkan kami akan memperketat keamanan dan kami akan membantu security yang ada di kantor PLBN serta akan menjadwalkan patroli bersama dengan rekan kepolisian yang ada di Skouw. Dari rapat koordinasi ini maka diputuskan bahwa jam pembukaan yang di sepakati jam 09:00 WIT s.d 14:00 WIT, jumlah pengunjung umum ditiadakan sampai kondisi aman, ojek dengan gerobak ditiadakan dulu, bagi masyarakat yang berkebun agar melewati PLBN dan Pos bersama akan di dirikan di Depan pasar Skouw. Hasil rapat tersebut akan digunakan sebagai bahan rapat dengan pihak Negara PNG agar kesepakatan tersebut dapat diterapkan kepada warga PNG yg akan masuk ke wilayah Indonesia.

PENINGKATAN EKONOMI PERBATASAN DANSATGAS YONIF 713/ST RAPAT BERSAMA MAYJEN TNI AFINI BOER DEPUTI V BIN PUSAT DAN STAKEHOLDER DI PLBN SKOUW PAPUA

PENINGKATAN EKONOMI PERBATASAN DANSATGAS YONIF 713/ST RAPAT BERSAMA MAYJEN TNI AFINI BOER DEPUTI V BIN PUSAT DAN STAKEHOLDER DI PLBN SKOUW PAPUA

Deputi bidang Intelijen Teknologi (Deputi V BIN Pusat) Mayjen TNI Afini Boer bersama tim hadir di PLBN Skouw Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dalam rangka menggelar rapat dengan Satgas Yonif 713/ST dan Stakeholder yang ada di Perbatasan, Konsulat RI-PNG terkait dengan wacana bapak Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan ekonomi di wilayah Perbatasan, Senin (18/05/2020)

PLBN Skouw merupakan wilayah penugasan Satgas Yonif 713/ST yang keamanannya menjadi tanggung jawab Satgas, dan seluruh aktivitas yang ada di Perbatasan ini juga harus dalam sepengetahuan Satgas hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Untuk itulah pada kesempatan kali ini Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol bersama Perwira Staf terlibat langsung mengikuti dan memberikan pendampingan kepada Deputi V Bin Pusat bapak Mayjen TNI Afini Boer dan tim yang mengadakan pertemuan dengan Satgas, Stakeholder yang ada di Perbatasan dan Konsulat RI-PNG di kantor PLBN Skouw untuk mencari data-data terkait upaya peningkatan ekonomi di Perbatasan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melengkapi data dan masukan dari Satgas, Stakeholder yang ada dan Konsulat RI-PNG tentang Wilayah dan seluruh aktivitas yang ada di perbatasan ini yang nantinya menjadi masukan kepada bapak Presiden RI Joko Widodo yang ingin menghidupkan perekonoomian di wilayah Perbatasan RI-PNG ini. Mayjen TNI Apini Boer Deputi 5 BIN Pusat mengatakan dalam waktu dekat kami akan Vicon dengan bapak Presiden untuk itu kami membutuhkan data data yang ada di Indonesia maupun PNG meliputi beberapa aspek yang kami ingin ketahui yaitu aspek potensi ekonomi lokal, kemananan, konektifitas, data kependudukan, teknologi informasi dan komunikasi, Kerja, Pembiayaan dan Perdagangan.

Bapak Abraham selaku Konsulat RI-PNG mengatakan kalau dari sisi ekonomi, marketing yang ada di pasar Indonesia cukup besar dari pembeli Vanimo, logistik bahan pokok merupakan prospek yang bagus yang dibutuhkan warga Negara PNG. Akses ke Vanimo sudah mempunyai pelabuhan besar Pelabuhan Wiwek akan tetapi belum Standar Internasional (pasokan barang lewat laut), logging kayu dan sawit milik perusahaan asal Malaysia ijin konsesi 99 tahun dan sudah berjalan hampir sdh 15 tahun, lazim disana tidak bisa di hak milik, akan tetapi sewa ijin dengan batas waktu 99 tahun. Masyarakat PNG mempunyai semboyan tersendiri “bukan saya yang memiliki tanah, tetapi tanah yang memiliki saya maka dari itu mereka disana apabila mau membeli tanah uangnya dititip ke pemerintah.

Artinya disini, mau berkembang sulit dan berat negara Cina dan negera Malaysia yang sudah berada di sana itu tetap bertahan. Pasokan barang-barang sembako (beras) dari Jayapura dan Perdagangan Bahan bangunan lebih bagus tapi Badan POM mempunyai standard tinggi maka volume ekspor ke PNG terbatas, padahal masyarakat PNG sangat membutuhkan sembako tersebut. Vanimo sebuah prosfek yang ideal karna tidak punya pilihan pergi belanja ke lain-lain selain ke Indonesia. Kebutuhan logistik pangan, Indonesia khususnya Jayapura suplayer terbesar karena dengan kedekatannya dan suku budaya, pasokan lain-lain umum seperti biasa logistik dibutuhkan tetapi tidak besar, sehingga perbatasan ini sangat layak untuk di kembangkan, tegasnya.

SATGAS HADIRI KUNJUNGAN DAN RAPAT BERSAMA KABINDA PAPUA DI PLBN SKOUW

SATGAS HADIRI KUNJUNGAN DAN RAPAT BERSAMA KABINDA PAPUA DI PLBN SKOUW

Bertempat di Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST dan Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Satgas Yonif 713/ST yang di wakili oleh Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu bersama Perwira Staf Satgas hadiri kunjungan dan rapat bersama Kabinda Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon S.E., M.Si beserta Tim Binda Papua, Kamis (14/05/2020).

Sebelum menuju PLBN Skouw Kabinda dan Tim terlebih dahulu kunjungi Makotis Satgas Yonif 713/ST yang tempatnya tidak jauh dari kantor PLBN Skouw untuk berkomunikasi dengan Personil Satgas mengenai situasi terkini di Perbatasan. Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengatakan bahwa kunjungan dan rapat bersama Kabinda Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon S.E., M.Si beserta Tim Binda ini dalam rangka melihat kondisi Perbatasan Skouw terkait dengan wacana dari Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk menghidupkan atau menggalakkan ekonomi di Perbatasan. Kabinda beserta rombongan Tiba di depan Pos Kotis Skouw dan disambut oleh Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu (Wadan Satgas Yonif 713/ST) bersama dengan Perwira Staf Satgas dan aparat keamanan yang ada di Perbatasan diantaranya Perwakilan dari Danramil Muara Tami, Polsub Sektor Skouw, Satgas Bais dan Satgas Ban.

Dalam kunjungannya di Pos Kotis Skouw Kabinda menyampaikan beberapa hal terkait kunjungannya ini diantaranya untuk selalu melaksanakan pengawasan terhadap jalan-jalan tikus yang ada di sekitar Perbatasan, melaksanakan pengawasan Wilayah Perbatasan dengan menggunakan Drone, Pendataan jumlah pedagang di Pasar Skouw dan barang apa saja yg laku di pasar Skouw, Layak atau tidak di bangun Pergudangan di Skouw guna meningkatkan Ekonomi masyarakat diwilayah Skouw, Pergudangan apa yang cocok di bangun di wilayah perbatasan  Skouw dan yang terakhir untuk selalu menjaga moril anggota sampai dengan pulang Satgas.

Selesai memberikan arahan di Pos Kotis selanjutnya Kabinda dan tim melanjutkan perjalanan ke Kantor PLBN Skouw untuk melaksanakan rapat. Dalam rapat ini adapun yang dibahas antara lain tentang perkembangan perekonomian bagi masyarakat yang berada di sekitar Perbatasan baik dari warga Indonesia maupun warga PNG. Akan di usulkan untuk membangun pergudangan yang diperuntukkan menyimpan bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berada sekitaran Perbatasan dan juga untuk menghimpun produksi asli dari Negara kita Indonesia untuk di export ke negara PNG, serta akan diusulkan pembangunan pabrik makanan kaleng atau bahan sembako di sekitar Perbatasan. Kabinda dalam hal ini juga meminta untuk menghimpun data masyarakat yang berjualan di sekitar Perbatasan. Kabinda menambahkan bahwa rencana kedepannya Bapak Presiden RI Joko Widodo akan membangun Gedung Papua Inspiratif yang sampai saat ini belum ditentukan untuk lokasinya.

Sedangkan bapak Yan Z Numberi selaku Kepala PLBN Skouw yang hadir dalam rapat ini juga menanggapi apa yang di sampaikan oleh Kabinda Papua dengan mengatakan bahwa dalam kegiatan ini yang harus lebih diutamakan itu adalah masyarakat lokal supaya masyarakat lokal itu bisa bersaing dengan penjual lainnya yang berasal dari seantero Nusantara, dan saya juga sudah mengajukan ke pusat supaya di Perbatasan ini dibangun rest area dimana di Rest Area ini nantinya masyarakat bisa berjualan sovenir khas asli Papua karena warga PNG yang datang berbelanja ke Pasar Perbatasan ini tidak hanya belanja 9 bahan pokok saja melainkan bahan-bahan lainnya seperti bahan bangunan semen, eletronik dan belanja makanan khas Indonesia.

Numbery juga menambahkan tolong disampaikan kepada bapak Presiden supaya untuk pembangunan pabrik atau gudang nantinya bisa berdampingan dengan terminal barang yang saat ini sedang di bangun. Disamping itu Numbery juga mengatakan bahwa perlunya pendamping untuk masyarakat kampung Skouw, Mosso dan sekitarnya yang berjualan sehingga nantinya kampung-kampung tersebut bisa berkembang. Harapannya PLBN Skouw ini nantinya akan menjadi kebanggaan Negara Indonesia tidak hanya kebanggaan akan tetapi bisa memajukan ekonomi masyarakat lokal yang ada di Perbatasan ini.

BBKSDA PAPUA APRESIASI KINERJA SATGAS YONIF 713/ST DENGAN MEMBERIKAN SERTIFIKAT PENGHARGAAN

BBKSDA PAPUA APRESIASI KINERJA SATGAS YONIF 713/ST DENGAN MEMBERIKAN SERTIFIKAT PENGHARGAAN

Bertempat di Kantor BKSDA Papua Jalan Raya Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua Satgas Yonif 713/ST menerima sertifikat penghargaan dari BKSDA Papua atas kinerjanya selama ini membantu tugas-tugas mengamankan binatang langkah dalam hal ini mengamankan burung yang di lindungi yang di dapatkan dari masyarakat ketika sedang melaksanakan pemeriksaan-pemeriksaan, Rabu (22/04/2020).

Disamping tugas utamanya melaksanakan pengamanan Perbatasan Satgas Yonif 713/ST juga di dalam melaksanakan tugasnya telah membantu instansi pemerintah lainnya seperti halnya ketika melaksanakan pemeriksaan dan mengamankan hewan yang dilindungi dalam hal ini telah membantu BKSDA Papua, demikian juga ketika mendapatkan Narkotika dalam hal ini ganja maka telah membantu Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua dan lain sebagainya.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (BBKSDA Papua) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berlokasi di Jayapura, Provinsi Papua yang lingkup wilayah kerjanya adalah seluruh kawasan konservasi yang berada di Provinsi Papua, sampai dengan saat ini terhitung berjumlah 19 kawasan konservasi. BBKSDA Papua memiliki 2 Bidang Wilayah yaitu di Merauke dan Nabire serta 4 Seksi Wilayah yaitu Agats, Timika, Biak dan Sarmi.

Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring mengucapkan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Satgas Yonif 713/ST yang selama ini telah membantu melestarikan ekosistem yang ada dengan menyelamatkan Fauna yang di lindungi. Menjaga ekosistem alam merupakan tugas kita bersama untuk itu hal yang baik yang telah dilaksanakan oleh Satgas Yonif 713/ST ini kiranya dapat di ikuti oleh instansi lainnya.

Komandan Satgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol dalam keterangannya mengungkapkan bahwa inilah bentuk kepedulian kami terhadap ekosistem yang ada, saya sendiri sebagai Dansatgas melarang personil kami memelihara burung karena yang pasti burung-burung itu adalah burung-burung yang di lindungi yang keberadaannya hampir punah. Kalau bukan kita yang menjaga ekosistem alam ini tetap terpelihara siapa lagi, mari jangan kita biarkan ekosistem alam ini rusak demi kita yang hidup kita saat ini dan demi anak cucu kita nantinya.

SATGAS HADIRI RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI PENANGGULANGAN COVID 19 DI PERBATASAN RI-PNG

SATGAS HADIRI RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI PENANGGULANGAN COVID 19 DI PERBATASAN RI-PNG

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus Covid 19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMMD), maka KKP Jayapura melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi penanggulangan Covid 19 yang dilaksanakan di ruang rapat PLBN Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua yang di ikuti oleh perwakilan Satgas Yonif 713/ST dalam hal ini Dankima Satgas Lettu Inf Sulaiman dan Dokter Satgas Lettu Ckm Aldwin, Selasa (10/03/2020).

Sehubungan dengan meluasnya penyebaran Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) ke berbagai negara dengan risiko penyebaran ke Indonesia terkait dengan mobilitas penduduk, maka diperlukan upaya penanggulangan dalam bentuk peningkatan kewaspadaan dini, kesiapsiagaan, serta tindakan antisipasi pencegahan, deteksi, pengobatan,dan respon lain yang diperlukan. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai Jenis Penyakit yang dapat menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pencegahan wabah Covid 19 untuk tidak memasuki Perbatasan RI-PNG Skouw, Virus Covid 19 yang kemungkinan di bawah oleh pengunjung yang datang ke Perbatasan maupun yang akan memasuki wilayah PNG lewat Pintu Perbatasan RI-PNG Skouw. Perbatasan RI-PNG memang rentan terkena penyebaran virus Covid 19 karena lokasinya yang dijadikan sebagai perlintasan masyarakat atau turis yang mau menyeberang ke PNG untuk itu langkah ini tepat untuk mencegah penyakit Covid 19.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengatakan bahwa penyakit Covid 19 saat ini menjadi penyakit yang sangat menakutkan karena sudah terbukti di beberapa negara banyak korban yang meninggal akibat Covid 19 ini, dan saat ini sudah terdapat juga di Negara kita sehingga hal ini perlu kita antisipasi penyebarannya. Namun kami sebagai aparat keamanan tetap menghimbau semua masyarakat tidak perlu memikili keresahan yang berlebihan sehingga akan mengganggu aktivitas dan  ekonomi mari kita bersama-sama menjaga diri supaya kita di jauhkan dari Covid 19 ini.

DANSATGAS YONIF 713/ST PIMPIN RAPAT PENYIAPAN SATUAN PENGGANTI

DANSATGAS YONIF 713/ST PIMPIN RAPAT PENYIAPAN SATUAN PENGGANTI

Menjelang akhir penugasan yang tersisa sekitar beberapa bulan lagi maka segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik terlebih kepada satuan pengganti yang akan menggantikan satuan lama. Untuk itu agar semua berjalan dengan baik maka Satgas Yonif 713/ST mempersiapkan segala sesuatunya dengan terlebih melaksanakan rapat penyiapan tinjau medan dari satuan pengganti di Ruang Rapat Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papu, Selasa (25/02/2020).

Rapat penyiapan ini dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol. dan di ikuti oleh Wadan Satgas, para Perwira Staf serta para Dansi Satgas Yonif 713/ST. Banyak program-program dari Satgas yang sudah berjalan dengan baik sampai saat ini dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar pos-pos Jajaran Satgas berada, harapannya itu akan lebih baik dengan satuan pengganti.

Dony mengatakan bahwa harapan kami satuan pengganti nanti dapat lebih baik dari satuan kami sehingga masyarakat akan semakin maju dari semua aspek baik itu ekonominya, pendidikannya, sumber daya manusianya dan lain sebagainya. Kami selama penugasan sampai dengan saat ini sudah berbuat maksimal, namun kami menyadari masih ada kekurangan di dalamnya apalagi dari segi dana. Namun sampai saat ini kami sudah hidup baik dengan masyarakat karena kami menyadari kedekatan dengan masyarakat menjadi wujud keberhasilan tugas kami, ketika Satgas tidak dekat dengan masyarakat maka keberadaan Satgas itu dinyatakan belum berhasil di dalam penugasannya.

DANSATGAS YONIF 713/ST MENJADI NARA SUMBER DALAM RAPAT DENGAR PENDAPAT PENCEGAHAN DAN PENGAWASAN PEREDARAN NARKOBA DAN MIRAS

DANSATGAS YONIF 713/ST MENJADI NARA SUMBER DALAM RAPAT DENGAR PENDAPAT PENCEGAHAN DAN PENGAWASAN PEREDARAN NARKOBA DAN MIRAS

Sebagai bagian dari masyarakat Papua oleh karena keberadaan Satgas Yonif 713/ST yang saat ini melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan di wilayah Papua Sektor Utara bersama-sama dengan Stake Holder yang ada mempunyai cita-cita untuk menciptakan kedamaian, ketertiban dan keamanan.

Dinamika yang terjadi di kebanyakan wilayah Papua bahwa peredaran narkoba dan miras cukup tinggi yang mana sering mengakibatkan berbagai masalah di wilayah. Untuk itu kegiatan dengar pendapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua ini yang diikuti oleh Satgas menjadi salah satu hal yang baik untuk bagaimana menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat, terlebih Dansatgas menjadi salah satu pemberi Materi yang berhubungan dengan Narkoba dan Miras ini, Kamis (20/02/2020).

Rapat dengar pendapat ini sendiri dilaksanakan bersama kelompok kerja, agama-Majelis Rakyat Papua dengan Pemerintah Kota Jayapura, Pemerintah Kabupaten Keerom, Tokoh Agama, mahasiswa, pelajar dan pemangku kepentingan terkait pencegahan dan pengawasan peredaran Narkoba dan Miras di Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom.

Narkoba dan Miras menjadi musuh terbesar di era sekarang ini, karena ketika orang mulai memakai Narkoba dan mengkonsumsi miras sering kali menimbulkan keributan dan kekacauan. Keributan dalam rumah tangga maupun kecelakaan kebanyakan berawal dari Miras dan masih banyak lagi hal lainnya yang di akibatkan oleh miras ataupun narkoba.

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol mengatakan bahwa “Minuman keras itu digunakan untuk kegiatan-kegiatan ibadah namun terkadang disalah gunakan. Diluar negeri minuman keras untuk menghangatkan badan dan itupun tidak sampai berlebihan. Narkoba dan Minuman keras itu tidak ada manfaatnya jika di di konsumsi secara berlebihan, untuk itu kami mengajak semua elemen masyarakat khususnya para tokoh agama untuk selalu memberikan pemahaman tentang bahaya Narkoba dan Miras ini. Untuk itu jika kita menginginkan Papua maju maka kita harus bersama-sama memberantas Narkoba dan Miras ini, Papua harus bersih dari Narkoba dan Miras”, tegasnya.

SATGAS GELAR PENGAWASAN ORANG ASING DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW

SATGAS GELAR PENGAWASAN ORANG ASING DI PERBATASAN RI-PNG SKOUW

Satgas Yonif 713/ST bersama tim dari Pusintelad melaksanakan penyelidikan POA (Pengawasan Orang Asing) di wilayah Perbatasan RI-PNG  Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Selasa (18/02/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Letkol Kav Budiman, Kapten Cpm Gatot, Kapten Inf Pasaribu dan Sertu Gazali. Rombongan Tim dari Pusintelad tiba di Pos Kotis Skouw dan disambut oleh Pakum Satgas Yonif 713/ST Kapten Chk Riyo Iskandar dan Pasi Intel Satgas Satgas Yonif 713/ST Lettu Inf Suyono. Beberapa saat di Pos Kotis rombongan segera menuju kantor Imigrasi PLBN Skouw selanjutnya melaksanakan wawancara dengan Staf Kantor Imigrasi PLBN Skouw untuk mempertanyakan POA yg melintas di wilayah Batas Skouw, hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan isu tentang eks anggota ISIS yang kembali ke Indonesia melalui Perbatasan RI-PNG.

Pengawasan Orang Asing ini perlu dilakukan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat dilakukan oleh orang-orang tersebut, hal ini perlu dilakukan secara selektif demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Perbatasan terlebih perbatasan Skouw ini adalah wilayah yang ramai di kunjungi baik itu wisatawan dalam negeri maupun wisatawan dari luar negeri.Kapten Chk Riyo mengatakan kami akan berusaha menjaga dan mengawasi setiap gerak gerik orang asing, dalam hal ini bukan berarti kami membatasi wisatawan asing untuk berkunjung ke Perbatasan.

“Setiap pengunjung yang akan melintas dari Indonesia maupun dari Negara PNG melewati Pos pemeriksaan atau Pos Pengendalian penduduk (Dalduk) yang ada di Pos Kotis dan selalu diadakan pemeriksaan terhadap barang bawaan maupun identias dari pengunjung tersebut”, tambah Riyo. Namun kami juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama dengan kami melaksanakan hal itu karena hal ini juga memerlukan kerjasama dengan semua elemen masyarakat yang ada di perbatasan ini karena kami tidak setiap saat bisa mengikuti gerak gerik mereka. Hal ini juga kami lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi setiap orang maupun pengunjung yang datang ke Perbatasan.

SATGAS HADIRI MUSRENBANG TINGKAT DISTRIK ARSO BARAT KABUPATEN KEEROM PAPUA

SATGAS HADIRI MUSRENBANG TINGKAT DISTRIK ARSO BARAT KABUPATEN KEEROM PAPUA

Musrenbang merupakan singkatan Musyawarah Pembangunan dan Perencanaan Desa/Kampung. Dimana setiap setahun sekali, kegiatan ini diselenggarakan di Kecamatan/Distrik disetiap Kota Madya atau Kabupaten, yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Seperti halnya Musrenbang yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Arso 1 Kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Tingkat Distrik Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Rabu (12/02/2020).

Tujuan dilaksanakan Musrenbang tingkat Distrik Tahun 2020 ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengenalan tentang pentingnya masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di dalam Musrenbang, mengingat kegiatan ini diadakan untuk menampung setiap aspirasi keperluan masyarakat, meliputi Pembangunan Infrastruktur jalan, pembangunan perkantoran, perumahan, pembangunan jembatan, pasar, gedung sekolah dan sebagainya.

Danton Kesehatan Satgas Yonif 713/Satya Tama Letda Ckm M. Syaban yang hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan “Dengan Pembangunan Distrik yang telah direncanakan dan disepakati oleh aparat Pemerintah yang hadir, harapannya semoga semua bisa terealisasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang kelangsungan hidupnya dan demi kemajuan Distrik”, ungkapnya.

Kepala Distrik Arso Barat Muklis Sawaki menegaskan hasil Musrenbang setingkat Distrik ini, selanjutnya akan dihimpun dan dikawal sampai di Tingkat Kota Madya/Kabupaten. Dengan harapan aspirasi masyarakat Distrik dapat segera terwujud di awal anggaran pembangunan tahun 2020 ini. Serta masyarakat dapat menikmati pembangunan yang merata guna meningkatkan perekonomian di tingkat Distrik.