LETDA INF CHAIRUL F B N BESERTA ANGGOTA POS MOSSO LAKSANAKAN PEMERIKSAAN

LETDA INF CHAIRUL F B N BESERTA ANGGOTA POS MOSSO LAKSANAKAN PEMERIKSAAN

Satgas Pamtas Yonif 713/ST Pos Mosso pada hari Rabu, 20 Nopember 2019 pukul 14.00 WIT bersama satu regu anggota Pos Mosso pimpinan Letda Inf Chairul F B N melaksanakan pemeriksaan di Jln pertigaan Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Rabu (20/11/2019).

Dalam pemeriksaan ini pos berhasil mendapatkan 6 botol Bir Bintang uk 330 ml, 1 botol besar Bir Bintang, 1 botol isi setengah botol bir bintang, 2 botol kosong bir bintang, 1 botol isi setengah bir guinness dan botol kosong botol bir Vodka yang didapatkan dari saudara  Y K umur 50 pekerjaan Kepala Desa beralamat di Panaga dan Nama B Y umur 27 tahun pekerjaan Belum Bekerja beralamat di Panaga.                             

Untuk keamanan saat ini barang bukti di amankan di Pos Mosso dan selanjutnya akan diserahkan ke Komando atas.

PENGEDAR GANJA DIAMANKAN SATGAS DALAM PEMERIKSAAN

PENGEDAR GANJA DIAMANKAN SATGAS DALAM PEMERIKSAAN

Letda Inf H.R Sitorus Danpos Nafri dan Letda Inf K.P Simajuntak Danpos Skamto Satgas Yonif 713/Satya Tama masing-masing memerintahkan personel Pos nya untuk melaksanakan pemeriksaan demi menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat serta untuk meminimalisir peredaran Narkotika, miras dan lain sebagainya, Selasa (19/11/2019).

Pos Nafri melaksanakan pemeriksaan di kampung Nafri Kabupaten Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua yang dipimpin oleh Danpos langsung Letda Inf H.R Sitorus bersama satu regu personel Pos Nafri dan mendapatkan hasil 12 kaleng miras merk Bintang yang didapat dari masyarakat dengan inisial T Y umur 31 tahun jenis kelamin  laki-laki pekerjaan Mahasiswa alamat Kampung Almaleo dan tidak hanya miras namun adapula didapat 4 paket ganja seberat 200 gram yang dari masyarakat dengan inisial P C I umur 30 tahun jenis kelamin Laki – laki pekerjaan Swasta alamat BTN Puskopad Abepura dan menurut keterangan P.C.I ini merupakan target operasinya Polisi, demi keamanan minuman tersebut diamankan di Pos Nafri dan paket ganja serta pelaku telah di amankan di Polres Jayapura.

Sedangkan Pos Skamto pimpinan Letda Inf K.P. Simanjuntak S.H melaksanakan pemeriksaan di Jln. Trans Papua Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua dengan hasil 1 botol Jenever 1000 ml, 1 botol Anggur Merah 650 ml, 1 botol Topi Miring Jenever 500 ml dan 1 botol Whisky 350 ml yang dibawa oleh saudara H umur 36 tahun jenis kelamin laki-laki alamat Arso 8 dan saudara E umur 35 tahun jenis kelamin laki-laki alamat Abepura. Demi keamanan saat ini barang bukti tersebut di amankan di Pos Skamto dan selanjutnya akan diserahkan ke Komando atas.

Sitorus dan Simajuntak dalam hal ini menanggapinnya dengan sama-sama mengajak masyarakat untuk menghindari Narkotika dan Miras karena efeknya pasti tidak baik, sudah harganya mahal, merusak tubuh dan pastinya mengganggu ekonomi. Untuk itu sekali lagi kami Satgas akan terus bekerja keras demi mengurangi dan menghentikan peredaran Narkotika dan Miras.

3 BUNGKUS PAKET GANJA KERING DIAMANKAN SATGAS POS MUARA TAMI

3 BUNGKUS PAKET GANJA KERING DIAMANKAN SATGAS POS MUARA TAMI

Peredaran Narkotika dan Miras memang tidak ada hentinya didalam masyarakat, hal ini terbukti dalam pemeriksaan yang dilaksanakan Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama Pos Muara Tami di Jalan Poros RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua yang mendapatkan Narkotika jenis ganja dan miras, Minggu pagi (17/11/2019).

Ketika melaksanakan pemeriksaan yang dipimpin oleh Wadan Pos Serda Sarifudin mendapatkan laporan dari pengendara mobil PA 1728 P bahwa melihat pengendara motor matic membuang sesuatu (bungkusan plastik hitam yang mencurigakan) ke tepi jalan maka Sarifudin Wadanpos Muara tami beserta tim anggota Pos Muara Tami selanjutnya melakukan pemeriksaan di tempat tersebut dan terbukti didapati satu bungkus plastik hitam berisikan 3 paket ganja kering dengan berat sekitar 300 gram yang tidak diketahui pemiliknya.

Setelah didapati barang tersebut yaitu berupa ganja kering kemudian Wadan Pos segera melaporkannya kepada Danpos Muara Tami Letda Inf Megantara untuk selanjutnya menunggu perintah membawa barang tersebut dan mengamankannya agar dilaporkan ke Komando Atas.

Dalam pemeriksaan ini juga personel mendapatkan minuman keras yaitu 5 kaleng Bir Prost dan 1 botol Strongbow yang dibawa oleh saudara M D umur 44 tahun jenis kelamin laki-laki yang beralamat di PNG. Sarifudin mengajak masyarakat agar menjauhi yang namanya Narkotika dan Miras karena barang tersebut dapat merusak kehidupan masyarakat apalagi bagi generasi penerus bangsa.

MENCEGAH PEREDARAN MIRAS

MENCEGAH PEREDARAN MIRAS

Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Skamto kembali melaksanakan kegiatan pemeriksaan di Jalan Trans Papua Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom dan berhasil mengamankan beberapa botol miras, Sabtu (16/11/2019).

Berulang kali pemeriksaan dilaksanakan oleh Pos Skamto dan juga saat ini sampai dengan bulan November masih sering didapati beberapa masyarakat yang kedapatan membawa ataupun mengkonsumsi miras. Pemeriksaan yang dilaksanakan kali ini bertujuan mengurangi tingkat penyalah gunaan miras terutama untuk kalangan remaja.

Minuman keras sendiri disini biasa digunakan untuk sebagai penghangat badan ataupun untuk penghilang rasa lelah ketika sedang perjalan jarak jauh, namun ketika miras itu disalah gunakan dalam arti mengkonsumsinya secara berlebihan maka akan berdampak pada kehilangan kesadaran atau kata lain mabuk.

Dimana kecelakaan lalu lintas ataupun terjadinya perkelahian dan tindak kekerasan yang diawali karena pengaruh miras sudah sangat sering terjadi. Maka dari itu kepedulian Satgas terhadap masyarakat terhadap miras selalu digalakkan dengan adanya pemeriksaan.

Pada kali ini Pos Skamto pimpinan Letda Inf Inf K.P. Simanjuntak S.H  berhasil mengamankan 1 botol Jenever 1.000 ml, 1 botol Robinson Whisky 650 ml, 3 botol Bir Bintang dan 1 botol Guinnese 32 ml didapat dari pemilik Bapak Dortenus (37 Tahun) pekerjaan Pegawai Negeri Sipil beralamat di Warkuanak dan Bapak Yunus (37 Tahun) pekerjaan Swasta beralamat di Arso Kota.

Letda Inf K.P. Simanjuntak mengungkapkan “Menghentikan peredaran minuman keras memang tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi setidaknya kami Satgas sedikit mengurangi dan member efek jera terhadap masyarakat yang kedapatan membawa Miras dengan memberikan peringatan serta apabila kedapatan membawa lagi tentunya akan diberi sanksi”, ungkapnya.

Tepat pada pukul 21.30 WIT pemeriksaan yang dilaksanakan Pos Skamto selesai dilaksanakan dengan aman dan lancar dan kemudian untuk barang bukti miras tersebut diamankan di Pos Skamto dan selanjutnya akan di laporkan ke Komando Taktis.

CIPTAKAN KONDISI YANG AMAN DI PERBATASAN

CIPTAKAN KONDISI YANG AMAN DI PERBATASAN

Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama Pos Kotis kembali melaksanakan kegiatan Pemeriksaan terhadap pengunjung yang datang di wilayah PLBN Skouw. Kali ini Pemeriksaan dipimpin oleh Serda Muhammad Sandra tepat di Jln. Trans Papua RI-PNG di depan Pos Kotis dan berhasil mengamankan beberapa botol minuman keras, Skouw, Sabtu (16/11/2019).

Pemeriksaan ini berulang kali dilaksanakan oleh seluruh jajaran Pos Satgas Pamtas Yonif 713/ST termasuk Pos Kotis dan kali ini pemeriksaan dengan dipimpin oleh Serda Muhammad Sandra (Basiops Satgas) beserta dengan 9 orang anggota Personel Pos Kotis mengamankan beberapa jenis minuman keras.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu pelaku pertama Bapak Nikolas Wakur (33 Tahun) pekerjaan Wiraswasta beralamat di Abepura Kota Jayapura dengan menggunakan mobil jenis Terios warna Putih Nopol  PA 1421 R dari arah Jayapura menuju PNG membawa 36 botol Bir Bintang, pelaku kedua Bapak Yosua Sumaredi (24 Tahun) pelajar berasal dari Tamalanrea Kota Makassar menggunakan mobil jenis Avanza warna Silver Nopol KT 1483 NZ dari arah Jayapura menuju PNG membawa 24 botol Singaraja dan 1 botol Whisky, pelaku ketiga Bapak Larinus Waniambo (34 Tahun) pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralamat di Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya menggunakan mobil jenis Ertiga warna Hitam Nopol DS 1741 AI dari arah Jayapura menuju PNG membawa 11 botol Bir Bintang dan 1 botol Robinson dan pelaku keempat Tiska Rosali Kario (26 Tahun) pekerjaan Karyawan Swasta berasal dari Talawaan Kabupaten Minahasa Utara menggunakan mobil jenis Triton warna Silver Nopol DD 8875 RF dari arah PNG menuju Jayapura membawa 6 botol SP.

Barang bukti tersebut kemudian diamankan di Pos Kotis untuk selanjutnya dilaporkan ke Komando Atas dalam hal ini yaitu kepada Dankolakops. Tiska Rosalia salah seorang yang membawa miras mengungkapkan “Saya merasa menyesal karena telah membawa dan mengkonsumsi miras dimana miras sendiri sebenarnya merugikan untuk diri sendiri dan juga saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali dengan membawa ataupun mengkonsumsi minuman keras”, ungkapnya.

Serda Muhammad Sandra Basiops Satgas menjelaskan “Adanya pemeriksaan ini kami laksanakan karena dengan tujuan agar menciptakan suasana dan kondisi yang aman serta nyaman di Perbatasan dimana asal mula terjadinya tindak kekerasan biasanya berasal dari minuman keras, maka dari itu kami sangat menekankan kepada pengunjung agar tidak mengkonsumsi maupun membawa miras ke perbatasan”, jelasnya.

POS NAFRI KEMBALI MENGAMANKAN MIRAS

POS NAFRI KEMBALI MENGAMANKAN MIRAS

Personel Nafri Satgas Yonif 713/Satya Tama dipimpin oleh Letda Inf Sitorus kembali melaksanakan pemeriksaan pengendara yang melintas baik dari arah perbatasan maupun yang akan menuju perbatasan dengan berhasil mengamankan 1 Botol Minuman merk Robinson, 1 Botol Bir Geunies dan 1 Botol Vodka dari seorang pengendara mobil yang bernama Devi Jikwa (29 th) dan Felik Wambraw (30 th), Jumat (15/11/2019).

Menurut Danpos Nafri berkendara di jalan raya dalam keadaan pengaruh Miras sangatlah berbahaya baik bagi pengendara maupun untuk orang lain, padahal sudah ada Perda dari Gubernur langsung yang melarang peredaran serta mengkonsumsi miras apalagi dalam membawa kendaraan sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Serda Angga Puja selaku Wadanpos juga terus menghimbau kepada para pengendara yang kedapatan membawa Miras atau dalam pengaruh Miras saat membawa kendaraan agar tidak lagi mengkonsumsi miras dengan tujuan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Demi keamanan minuman tersebut diamankan di Pos Nafri yang nantinya akan di laporkan ke Komando Atas di Pos Kotis. Dengan selalu mengadakan pemeriksaan seperti ini bertujuan agar mengurangi tindak kejahatan atau kekerasan bahkan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat dari minuman keras.

SATGAS MENGAMANKAN ORANG MABUK

SATGAS MENGAMANKAN ORANG MABUK

Mengkonsumsi minuman keras memang selalu menimbulkan masalah bagi yang meminumnya dan bahkan juga terkadang menimbulkan masalah bagi orang lain, seperti halnya yang terjadi di Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua, Jumat pagi (15/11/2019).

Kejadian ini berawal dari laporan masyarakat yang datang Pos Dalduk Pos Ramil Tami Satgas RI-PNG Yonif 713/ST yaitu Bapak Barto yang melaporkan bahwa ada masyarakat atas nama Naftali Karel umur 35 tahun yang mabuk dan mengamuk serta memukuli salah satu Guru SMP N Muara Tami.

Pratu Itsar dan Pratu Beni yang ketika itu jaga di Pos Dalduk menerima laporan tersebut dan segera melaporkannya kepada Serka Speiken Bakes Pos Ramil Tami selanjutnya Speiken memerintahkan satu tim yang dipimpin oleh Serda I Gede Suteja Baminlog Pos Ramil Tami untuk mendatangi rumah dan mengamankan warga yang mabuk tersebut

Adapun nama korban  adalah Amin Nur (27 th) jenis kelamin laki-Laki pekerjaan Guru SMP N Muara Tami yang beralamat di Abepura dan data warga yang mabuk atau Pelaku bernama Naftali Karel (35 th) jenis kelamin laki-laki pekerjaan Petani yang beralamat di Kampung Skouw Mabo.

Menurut informasi dari Korban Bapak Amin Nur bahwa pada saat akan masuk pintu gerbang sekolah SMP N Muara Tami pukul 07.30 WIT tiba-tiba ia dihentikan oleh warga dalam kondisi mabuk lalu memukulinya sebanyak 2x pada bagian muka dan kepala tanpa alasan yang jelas.

Karena bapak Amin Nur merasa dirugikan maka ia melaporkan kejadian tersebut ke Kepsek SMP N Muara Tami kemudian meminta bantuan kepada Ondo Afi Skow Mabo agar melaporkan ke Pos Satgas Ramil Tami. Saat ini warga yang mabuk telah diamankan oleh Polsek Muara Tami agar segera ditindak lanjuti karena telah membuat keresahan masyarakat.

PEMERIKSAAN POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST

PEMERIKSAAN POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST

Dibawah Komandan Kompi Tempur C Satgas Yonif 713/Satya Tama Kapten Inf Supriyanto memerintahkan Serka Sepeiken untuk melaksanakan penertiban dan pemeriksaan yang melintas di depan Pos Ramil Tami bersama 7 orang Personel Pos Ramil Tami, Jumat (15/11/2019).

Kegiatan pelaksanaan pemeriksaan ini hanya untuk mengamankan diri si pengendara maupun bagi pengendara lainnya, penertibanpun dilaksanakan yang melintasi baik dari arah Jayapura maupun yang kembali dari arah perbatasan.

Serka Sepeiken yang jabatannya sebagai Bakes Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/Satya Tama berhasil mengamankan 3 botol minuman keras campuran yang di bawa oleh 2 orang masyarakat atas nama Jihan Kiwai (27th) dan Donal (34th) dengan menggunakan kendaraan jenis avanza putih.

Bintara Kesehatan Sepeiken juga menjelaskan “Bahwa minuman tersebut kami dapatkan dari pengendara yang melintas dengan disimpan di bawah tempat duduk supir dan juga penertiban ini akan terus kami laksanakan serta kami himbau kepada para pengendara agar tidak lagi mengkonsumsi miras ketika berkendara”, tandasnya.

Demi keamanan minuman tersebut diamankan di Pos Muara Tami yang nantinya akan dikumpul di Pos Komando Taktis dan tinggal menunggu printah dari Dankolakops 172/PWY untuk pelaksanaan pemusnahannya.

SERDA ANDRE KASBY PIMPIN PEMERIKSAAN DI PERTIGAAN KAMPUNG MOSSO PAPUA

SERDA ANDRE KASBY PIMPIN PEMERIKSAAN DI PERTIGAAN KAMPUNG MOSSO PAPUA

Satgas Pamtas Yonif 713/ST Pos Mosso kembali melaksanakan pemeriksaan bertempat di pertigaan Kampung Mosso Distrik Muara Tami Provinsi Papua dengan pimpinan Serda Andre Kasby  beserta satu regu anggota personel Pos Mosso, Rabu (13/11/2019).

Dalam pemeriksaan kali ini personel mendapatkan 1 botol Miras Robinson (setengah) di dapat dari masyarakat dengan inisial  O P umur  33 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan belum bekerja alamat jalan Bayangkara Jayapura Provinsi Papua, 3 Botol Miras Bir Bintang Kaleng di dapat dari masyarakat dengan inisial M K umur 30 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjan belum bekerja alamat jaga ll Jayapura Provinsi Papu

Dan 3 senjata tajam di dapat masyarakat dengan inisial O A umur 18 tahun jenis kelamin perempuan pekerjaan pelajar alamat kampung Muris Besar dan saudara J umur 19 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan pelajar/mahasiswa alamat Palita Jayapura Provinsi Papua. Demi keamanan minuman dan senjata tajam tersebut di amankan di Pos Mosso.

POS MUARA TAMI SATGAS YONIF 713/ST AMANKAN PEMILIK GANJA

POS MUARA TAMI SATGAS YONIF 713/ST AMANKAN PEMILIK GANJA

Danpos Muara Tami Letda Inf Megantara Prawira Prastianto melaksanakan pemeriksaan yang dilaksanakan di jln. Poros  RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura ProVinsi Papua, Selasa sore (12/11/2019).

Pada saat melaksanakan pemeriksaan anggota pengamanan tepi jauh Praka Sonny melihat ada 1 unit sepeda motor Satria F memutar balik arah karena melihat ada pemeriksaan dari aparat TNI. Melihat hal tersebut pimpinan pemeriksaan Serda Kadek memerintahkan Kopda Rahman beserta satu tim anggota Pos Muara Tami melaksanakan pengejaran dengan sepeda motor terhadap masyarakat yang berusaha kabur tersebut.

Setelah dilaksanakan pengejaran dan melakukan pemeriksaan maka didapati di dalam jok motor terdapat dua bungkus Ganja Kering dengan berat sekitar 5 ons. Setelah diperiksa dan di data, pemilik barang tersebut yaitu saudara yang berinisial D umur 28 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan tukang ojek bertempat tinggal di Sentani Pos 7 dengan saudari M umur 21 tahun jenis kelamin perempuan pekerjaan tidak bekerja dan bertempat tinggal di Pasar Baru Sentani Provinsi Papua untuk saat ini barang bukti dan pemiliknya telah diserahkan ke BNN Jayapura.

Megantara mengatakan bahwa Narkotika adalah musuh bagi kita oleh karena itu mari kita menjauhinya, kami Satgas akan setiap saat melaksanakan pemeriksaan tujuannya bukan untuk mempersulit masyarakat, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat tetapi untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di masyarakat.