PENANGKAPAN PENGEDAR DAUN GANJA KERING

PENANGKAPAN PENGEDAR DAUN GANJA KERING

Perbatasan RI-PNG Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua memiliki daya tarik untuk di kunjungi orang, apakah itu untuk rekreasi, jalan-jalan bersama keluarga, kerabat, teman dan lain sebagainya. Namun hal ini banyak juga di salah gunakan orang dimana dalam kesempatan tertentu mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik seperti melakukan peredaran miras, pelintas ilegal, jual beli narkotika dan lain sebagainya. Seperti yang terjadi saat ini dimana Satgas menangkap pengedar ganja kering, Selasa subuh (21/01/2020).

Anggota Pos Kotis Skouw yang dipimpin oleh Batih Kima Satgas Pamtas Pos Kotis Skouw Yonif 713/ST Sertu Lalu Mashap bersama satu tim personel Pos Kotis melakukan penangkapan terhadap warga masyarakat yang sedang membawa daun ganja kering, setelah di periksa dengan teliti masyarakat tersebut kedapatan membawa 10 bungkus daun ganja kering yang dibungkus dalam kantong plastik kecil dan telah siap jual dan siap pakai.

10 bungkus ganja kering di dapati dari masyarakat dengan inisial nama O J 26 tahun tempat tanggal lahir Sorong, 28 Juli 1994 pekerjaan mahasiswa FHI Uncen beralamat di  jalan Buper – Perumahan Pemda blok B Distrik Heram – Kota Jayapura Provinsi Papua dan saudara Y G Y G 28 Tahun tempat tanggal lahir Abepura, 4 April 1992 pekerjaan mahasiswa Fakultas Hukum Uncen beralamat di jalan sosial – kompleks Taruna, Sentani – Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Dalam penangkapan ini juga melibatkan Polisi sektor Skouw Perbatasan yang dipimpin oleh Kapolsub Sektor Skouw Perbatasan Iptu Kasrun, S.H. Dan saat ini kedua pelaku dan beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Muara Tami guna proses hukum lebih lanjut.

Sertu Lalu Mashap mengungkapkan “Di subuh hari harusnya menjadi waktu yang baik untuk beristirahat namun kedua pelaku saudara-saudara kita ini menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik yaitu bertransaksi Narkotik. Hal ini tidak patut di contoh, untuk itu kami selaku personel pengamanan perbatasan yang bertugas di Skouw terus mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan transaksi barang-barang ilegal di Perbatasan. Mari kita bersama-sama menjaga wilayah perbatasan ini agar wilayah Perbatasan bebas dari peredaran barang-barang ilegal, miras, narkotika dan lain sebagainya”, tegasnya.

MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYANYA NARKOBA DAN MIRAS

MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYANYA NARKOBA DAN MIRAS

Perlu kita ketahui bahwa Narkoba dan Miras sangat berbahaya di dalam kehidupan, dimana penyebab kematian tersebar terjadi karena faktor tersebut. Pentingnya pencegahan terhadap pengaruh barang-barang tersebut perlu kita waspadai dengan meningkatkan kewaspadaan melalui pemeriksaan terhadap masyarakat.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh kedua Pos Satgas Yonif 713/ST yaitu Pos Ramil Tami dan Pos Nafri yang melaksanakan kegiatan pemerisaan guna mencegah terjadinya penyelundupan barang-barang terlarang, Minggu (19/01/2020).

Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh kedua Pos yaitu Pos Ramil Tami dan Pos Nafri dengan tujuan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun penyelundupan barang-barang ilegal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Barang-barang ilegal seperti halnya Narkoba maupun miras merupakan contoh baraang-barang yang sangat dilarang masuk di Indonesia karena pengaruh dari Narkoba maupun miras tentu dapat merusak masa depan bangsa.

Pos Ramil Tami dengan dipimpin oleh Kapten Inf Supriyanto., S.S.T.Han., S.I.P. bersama dengan 10 orang anggota dari Pos Ramil Tami melaksanakan pemeriksaan tepat di Jln. Skow Mabo Distrik Muara Tami dan berhasil mengamankan barang bukti sitaan berupa 23 botol Bir Bintang isi 330 ml (7 botol sudah terbuka),1 botol Wisky Drum isi 250 ml (Sudah Terbuka) dan 4 Ice Bir isi 330 ml dengan pemilik yaitu Andai Matuan umur 35 tahun beralamat di Eselon IV Kelurahan Dekai Kecamatan Dekai Kabupaten Yahukimo pekerjaan PNS dan Keven Ali umut 45 tahun beralamat di Wutung Village PNG.

Pos Nafri dengan dipimpin oleh Letda Inf H. R. Sitorus bersama dengan 15 orang anggota dari Pos Nafri melaksanakan pemeriksaan tepat di Kampung Nafri dan berhasil mengamankan barang bukti sitaan berupa 2 paket ganja kering dengan berat +/- 3 gram didapat dari masyarakat yang bernama Ewin Nangai umur 20 tahun beralamat di Senggi pekerjaan pengangguran dan 1 kaleng Bir Bintang 500 ml didapat dari masyarakat bernama Amsal Nak umur 25 tahun beralamat di Keerom pekerjaan petani.

Dari hasil pemeriksaan tersebut kemudian barang bukti diamankan di masing-masing Pos untuk kemudian akan dilaporkan kepada Komando Atas. Kapten Inf Supriyanto mengungkapkan “Kami selalu melaksanakan kegiatan pemeriksaan ini tidak lain yaitu untuk memastikan situasi di Perbatasan dalam keadaan aman, karena kami sadari di wilayah Perabatasan ini merupakan sangat rawan terhadap tindak kejahatan maupun penyelundupan barang-barang ilegal terlebih mudahnya masyarakat untuk mendapatkan miras ataupun narkoba yang membuat kami semakin gencar untuk melaksanakan pemeriksaan”, ungkapnya.

SATGAS BERSIHKAN MIRAS DARI KAMPUNG YOWONG SAMPAI KAMPUNG PIKERE

SATGAS BERSIHKAN MIRAS DARI KAMPUNG YOWONG SAMPAI KAMPUNG PIKERE

Wilayah Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom sangat rentan dengan peredaran miras, Narkotika dan sejenisnya. Wilayah ini sebagian merupakan menjadi tanggungjawab Satgas Yonif 713/Satya Tama, sehingga di dalam penugasannya pos-pos jajaran Satgas Yonif 713/ST yang berada di wilayah tersebut harus bekerja keras untuk membersihkan dari peredaran miras, Narkotika dan sejenisnya seperti halnya pemeriksaan yang dilakukan oleh Pos Skamto dan Pos Pitewi, Minggu malam (29/12/2019).

Pos Skamto pimpinan Letda Inf K. P. Simanjuntak bersama dua regu personel melaksanakan pemeriksaan di Jln. Trans Papua Kabupaten Keerom Provinsi Papua dengan hasil 15 kaleng Bir Bintang 320 ml,12 kaleng Bir Bintang 500 ml, 2 botol Robinson Whisky 650 ml, 2 kaleng Bir Angker 500 ml dan 1 botol Robinson Vodka 250 ml yang didapat dari saudara dengan inisial L M 39 Tahun, M 19 Tahun, E 23 Tahun, Y 28 Tahun dan O S 30 Tahun.

Sedangkan Pos Pitewi pimpinan Letda Inf Prabowo bersama satu regu personel Pos Pitewi melaksanakan pemeriksaan di Kampung Pikere Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom Provinsi Papua dengan hasil 5 botol Bir Bintang 330 ml dan 1 botol Whisky 350 ml yang di dapat dari masyarakat dengan inisial G 31 Tahun dan  H P 36 Tahun. Untuk barang bukti Miras tersebut telah diamankan di Pos masing-masing yaitu Pos Skamto dan Pos Pitewi untuk selanjutnya diserahkan ke Komando Atas.

Letda Inf Simajuntak dan Letda Inf Prabowo mengatakan menjelang pergantian Tahun yang tinggal menghitung hari lagi kami Satgas akan terus bekerja keras untuk membersihkan Miras ini karena disinyalir menjelang pergantian tahun peredaran miras ini cukup tinggi, jika dibiarkan maka tidak mungkin karena miras pergantian tahun bisa menimbulkan keributan, perkelahian karena banyak orang yang mengkonsumsi miras, banyak orang mabuk dan tidak bisa mengkontrol diri, untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat supaya mengjauhi namanya miras, Narkotika dan sejenisnya mari kita ciptakan Wilayah Keerom ini bersih dari barang-barang itu.

MENJELANG TAHUN BARU SATGAS YONIF 713/ST NYATAKAN PERANG TERHADAP MIRAS DAN NARKOTIKA

MENJELANG TAHUN BARU SATGAS YONIF 713/ST NYATAKAN PERANG TERHADAP MIRAS DAN NARKOTIKA

Sabtu malam jajaran Satgas Yonif 713/Satya Tama melaksanakan kegiatan pencegahan beredarnya minuman keras di 3 (Tiga) Pos sekaligus diantaranya Pos Kotis, Pos Yetti dan Pos Kout Km 31 serta berhasil mengamankan 15 kaleng Bir Bintang, 34 Botol berbagai jenis merk dan satu paket ukuran kecil ganja, tujuan pemeriksaan ini yaitu adalah untuk mengantisipasi tidak terjadinya laka lalin, keributan dan hal-hal lainnya yang bisa terjadi menjelang Tahun Baru 2020, Sabtu (28/12/2019).

Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinand. S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol juga terus menerus menekankan kepada jajaran untuk “Laksanakan kegiatan seperti yang di maksud secara rutin dan berkelanjutan hal ini bermaksud untuk melindungi masyarakat yang ada di Papua karena kami juga sayang sama masyarakat Papua, kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak baik terjadi di masyarakat seperti terjadinya kecelakaan lalu lintas hanya karena minum minuman keras, perkelahian, keributan dalam rumah tangga maupun dalam masyarakat”, tegasnya.

Kegiatan pemeriksaan, pengamanan dan pencegahan beredarnya barang illegal tersebut diperuntukkan kepada pengguna jalan yang melintasi di depan pos-pos baik pengendara mobil maupun sepeda motor. Adapun personel yang di libatkanpun kurang lebih dua regu per Posnya, hal ini untuk menjaga supaya lebih aman dan dapat mengkaver dari tepi jauh maupun pada sasarannya.

Saat ini pemeriksaan-pemeriksaan akan dilaksanakan pada jam jam tertentu yang diperintahkan secara mendadak atau lisan dari Dansatgas maupun dari Perwira Seksi 1 Intelejen Satgas Yonif 713/Satya Tama. Lettu Inf Suyono yang menjabat sebagai Pasi Intel Satgas menyampaikan kegiatan ini kami lakukan hanya untuk memastikan situasi di Papua tetap kondusif jelang pergantian tahun baru,” katanya. Perwira berpangkat garis dua di pundaknya itu menambahkan, dalam kegiatan tersebut sejumlah pengguna jalan terjaring karena masih didapat membawa minuman beralkohol dan semua miras tersebut telah diamankan di pos Satgas yang ada untuk nantinya akan diserahkan ke Komando Atas untuk menerima perintah selanjutnya.

POS RAMIL TAMI AMANKAN GANJA KERING DALAM PEMERIKSAAN DI MINGGU MALAM

POS RAMIL TAMI AMANKAN GANJA KERING DALAM PEMERIKSAAN DI MINGGU MALAM

Pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Pos Ramil Tami pada pukul 14.30 WIT bertempat di Jalan Distrik Muara Tami Kampung Skouw Sae dengan maksud dan tujuan yaitu untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi di daerah Perbatasan berkaitan menjelang Natal dan Tahun Baru, Minggu (15/12/2019).

Pemeriksaan kali ini dipimpin oleh Sertu Agung Nugroho dengan bersama 14 orang anggota dari Pos Ramil Tami. Seperti biasanya personel Pemeriksa selalu melaksanakan pemeriksaan atau pengecekan secara teliti dan cermat dengan maksud tidak adanya celah bagi masyarakat yang akan melakukan tindak kejahatan baik itu berupa penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang terlarang seperti misalnya Miras dan Narkotika.

Ketika pelaksanaan pemeriksaan berlangsung Pratu Asep anggota Pos Ramil Tami yang bertugas sebagai pengaman tepi jauh melihat adanya kendaraan roda empat jenis Avanza dengan Nopol PA 1619 R yang akan melintas terlihat pelan dan ragu-ragu. Kendaraan tersebut tampak terlihat pelan dan ragu-ragu akan melintas karena melihat adanya kegiatan pemeriksaan tepat di depan Pos Ramil Tami.

Setelah berhasil diberhentikan kemudian Serda Danu dan Pratu Zulkifli yang bertugas sebagai tim Pemeriksa menggeledah seluruh isi kendaraan namun pemilik kendaraan mengelak untuk diperiksa dengan alasan mereka sedang terburu-buru. Tanpa pikir panjang lagi Serda Danu dan Pratu Zulkifli segera mengecek dan mengeledah isi kendaraan dan ternyata benar di dalam kendaraan tersebut ditemukan minuman keras berupa 2 botol Whisky 350 ml, 1 bungkus Ganja kering yang disimpan di jok kursi mobil dan 3 bungkus Ganja kering disimpan di dalam celana.

Adapun identitas pelaku yaitu Leni umur 21 tahun jenis kelamin perempuan alamat di Kampung Wutung Vanili PNG, Manu Marlie umur 25 tahun jenis kelamin laki-laki alamat di Pandang bulan USTJ Organda, Heri Nusi umur 21 tahun jenis kelamin laki-laki alamat di Hamadi Gunung Kabupaten Waropen dan Seat Yusuf umjur 21 tahun jenis kelamin laki-laki alamat di Kampung Wamena di Jln. Belur Gelanggang 1 Perumahan. Dari keempat pelaku pemilik ganja kering tersebut merupakan anak-anak remaja yang dikatuhi merupakan mahasiswa ataupun pelajar.

Tidak hanya ganja kering saja, Tim pemeriksa berhasil mengamankan beberapa minuman keras antara lain 16 Kaleng Bir Bintang 320 ml, 6 botol Bir Guinees kaleng 320 ml, 1 botol SP 330 ml, 2 botol Whisky 350 ml dan 1 botol Aqua yang berisi Mension yang didapat dari Bapak Stepanus umur 37 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan PNS beralamat di Abepura, Bapak Michael Nainoe umur 36 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan Swasta beralamat di Sentani dan Bapak Daniel Thomas umur 40 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan Swasta beralamat di Jayapura.

Dari beberapa hasil pemeriksaan berupa ganja kering dan minuman keras tersebut kemudian diamakan di Pos Ramil Tami untuk selanjutnya dilaporkan ke Komando Atas. Sementara itu untuk ganja kering untuk sementara diamankan di Pos Ramil Tami dan secepatnya akan diserahkan kepada BNN Jayapura untuk dapat diproses lebih lanjut. Sertu Agung kembali menekankan kepada masyarakat bahwa “Kami laksanakan pemeriksaan sesuai dengan prosedur dan tidak ada kompromi atau tawar menawar ketika ketahuan salah tentunya pasti kita tangkap dan kita amankan”, tegasnya.

WADAN SATGAS YONIF 713/ST KAPTEN INF SIMON FREDDY PASARIBU PIMPIN LANGSUNG PEMERIKSAAN

WADAN SATGAS YONIF 713/ST KAPTEN INF SIMON FREDDY PASARIBU PIMPIN LANGSUNG PEMERIKSAAN

Pagi hari personel Satgas melaksanakan ibadah Minggu dan malam harinya melaksanakan pemeriksaan di wilayah Pos masing-masing, hal ini dilakukan oleh Satgas untuk menciptakan keamanan dan ketertiban seperti halnya yang dilaksanakan oleh Pos Kout yang dipimpin langsung Wadan Satgas Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu dan Pos Ramil Tami yang di pimpin Sertu Agung, Minggu (08/12/2019).

Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu (Wadan Satgas Yonif 713/ST)  Melaksanakan pemeriksaan di Mata Jalan Arso 7 Kecamatan Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua dan mendapatkan hasil 1 Botol Bir Bintang, 2 Botol Anggur Merah, 2 butir munisi (1 munisi Ak dan 1 munisi Pistol 9 mm).

Saat ini barang bukti di amankan di Pos Kout (KM 31) dan untuk munisi tajam telah diserahkan ke Polres Keerom. Sedangkan Pos Ramil Tami yang pada pemeriksaan di pimpin oleh Sertu Agung melaksanakan pemeriksaan di belokan Kampung Buton Skow Mabo dan mendapatkan hasil 7 Kaleng minuman jenis Ice, 12 kaleng jenis Export.

Simon mengatakan kami Satgas akan terus melaksanakan pemeriksaan dan pemeriksaan dan ketika kami mendapati masyarakat membawa barang-barang terlarang apakah itu Miras, Ganja dan lain sebagainya maka kami tidak segan-segan mengamankannya tujuannya untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membawa dan mengkonsumsi Miras dan barang terlarang lainnya.

BERBAGAI JENIS MIRAS DAN GANJA DIAMANKAN SATGAS YONIF 713/ST DALAM PEMERIKSAAN DI MALAM MINGGU

BERBAGAI JENIS MIRAS DAN GANJA DIAMANKAN SATGAS YONIF 713/ST DALAM PEMERIKSAAN DI MALAM MINGGU

Satgas Pamtas Yonif 713/ST Pos Kotis, Pos Koya Koso dan Pos Kout KM 31 mengamankan minuman keras berjenis campuran dan ganja dalam pelaksanaan pemeriksaan rutin yang dilaksanakan di Wilayah Pos masing-masing dalam rangka menutup dan menggagalkan peredaran miras di Perbatasan, Sabtu Malam (07/12/2019).

Personel Koya Koso dipimpin Letda Inf Agung Redono dan Personel Kout KM 31 dipimpin Letda Ckm Syaban melaksanakan penegakan ketertiban bagi pengendara yang melintas baik dari arah kota maupun yang akan menuju ke Perbatasan.

Dalam pelaksanaan penegakan ketertiban ini berhasil mengamankan 16 Botol minuman keras campuran, 2 Kaleng Bir dan 1 gen sopi dari seorang pengendara mobil a.n. Supri (26 Tahun) beserta 3 orang temannya dan Pengendara Motor berboncengan bernama Amos Dude (34 Tahun).

Sementara itu Pos Kotis yang dipimpin oleh Sertu Lalu Mashab beserta dengan satu regu personel Pos Kotis menemukan ganja kering seberat 300 gram yang didapatkan di tengah hutan. Ganja tersebut dibungkus dalam plastik hitam, penemuan ini berawal ketika Satu Regu Personel Pos Kotis dalam perjalanan pulang selesai melaksanakan Patroli.

Menurut Danton Letda Inf Agung Redono berkendara di jalan raya dalam keadaan pengaruh Miras sangatlah berbahaya baik bagi pengendara maupun orang lain, padahal sudah ada pasal dan hukum yang melarang peredaran miras tetapi masih banyak ditemukan warga membawa dan mengkonsumsi Miras apalagi dalam membawa kendaraan sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Letda Ckm Syaban yang juga merupakan jabatannya di Peleton Kesehatan terus menghimbau kepada para pengendara yang kedapatan membawa Miras atau dalam pengaruh Miras saat membawa kendaraan agar tidak lagi mengkonsumsi miras. Barang bukti miras dan ganja di amankan di Pos yang nantinya akan dilaporkan ke Komando Atas.

GANJA DAN MIRAS KEMBALI DIAMANKAN POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST

GANJA DAN MIRAS KEMBALI DIAMANKAN POS RAMIL TAMI SATGAS YONIF 713/ST

Pemeriksaan dan pemeriksaan kembali dilaksanakan Satgas Pamtas Yonif 713/ST khususnya Pos Ramil Tami dan selalu mendapatkan hasil seperti pemeriksaan yang dilaksanakan di belokan Kampung Buton Skow Mabo dibawa pimpinan Sertu Agung Nugroho beserta dengan satu regu personel Pos Ramil Tami, Selasa (03/12/2019).

Dalam pemeriksaan ini personel Satgas berhasil mendapatkan minuman  24 botol kecil SP isi 330 ml, 4 bir Bintang kaleng isi 320 ml, 6 kaleng SP isi 330 ml dan 4 bungkus ganja kering seberat 400 gram yang didapat dari masyarakat. Adapun Identitas pelaku yaitu Rayneth Nue umur 30 Tahun Jenis kelamin perempuan pekerjaan ibu rumah tangga alamat Nafri Abepura, Stanis Laus Urpon umur 47 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan PNS (Pegawai Negeri Sipil) alamat Sentani Kota.

Ketika  Pos Ramil Tami melaksanakan pemeriksaan pimpinan Sertu Agung di depan Pos Ramil Tami anggota Kelompok Pengamanan tepi jauh Pratu Sergio melihat ada 1 unit sepeda motor Yamaha R15 warna hijau Nopol DS 5734 RI pelan-pelan dan ragu-ragu akan melintas karena melihat ada pemeriksaan.

sesampainya di depan personel yang melaksanakan pemeriksaan Serda Danu dan Praka Adam beserta satu tim anggota Pos Ramil Tami melaksanakan Pemeriksaan di sepeda motor pelaku, pada awalnya pelaku mengelak akan diperiksa dengan alasan karena terburu-buru akan buang air besar, setelah di periksa ternayata benar dugaan bahwa setelah diperiksa ditemukan barang bukti berupa 4 bungkus ganja kering di dalam celana dalam pelaku.

Serda Danu R (Ba Intel Pos Ramil Tami) kembali melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan didapati di dalam tas pelaku terdapat barang bukti berupa 4 bungkus Ganja Kering. Dari hasil temuan tersebut kemudian diamankan di Pos Ramil Tami untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan dilaporkan kepada komando atas dalam hal ini Dansatgas Yonif 713/ST.

PENYERAHAN PEMILIK GANJA KE BNN PROVINSI PAPUA

PENYERAHAN PEMILIK GANJA KE BNN PROVINSI PAPUA

Satgas Pamtas Yonif 713/ST Pos Ramil Tami pada hari Selasa 03 Desember 2019 pukul 10.45 WIT bertempat di Pos Tamil Tami telah menyerahkan 1 Orang  Pemilik Narkotika jenis Ganja oleh Serka Sepeiken (Bakes Pos Ramil Tami) Kepada BNN Provinsi Papua, Selasa (03/12/2019)

Adapun data pemilik ganja yaitu Artinus Hagabal  27 tahun jenis kelamin laki-laki Pekerjaan Mahasiswa dan bertempat tinggal di Jln. Khalkote Kampung Harapan RT 03 RW 3 Nollokila. Barang bukti berupa 4 paket Ganja kering dan 1 unit Motor Yamaha R15 yang diserahkan kepada BNN Papua dan diterima oleh Brigader Achmad M. Satria Syah Jabatan Analis intelejen BNN Provinsi Papua.

Satu Orang pemilik Narkotika Jenis Ganja dan barang bukti tersebut diserahkan ke Pihak BNN Provinsi Papua karen guna penyelidikan lebih lanjut. Dalam kesempatan ini Serka Speiken selalu menekankan kepada masyarakat di sekitar Pos Ramil Tami untuk tidak mengkonsumsi maupun mengedarkan barang-barang terlarang seperti halnya minuman keras ataupun narkotika, hal ini tidak hanya dapat merusak kesehatan namun juga dapat merusak masa depan.

PENYERAHAN 2 ORANG PEMILIK GANJA KE BNN PROVINSI PAPUA

PENYERAHAN 2 ORANG PEMILIK GANJA KE BNN PROVINSI PAPUA

Pada saat Satgas melaksanakan pemeriksaan di depan Pos Ramil Tami dan di dapati dua orang membawa Narkotika jenis Ganja maka pada hari ini kedua tersangka telah diserahkan ke BNN Provinsi Papua oleh Pos Ramil Tami oleh Serka Sepeiken (Bakes Pos Ramil Tami), Senin (02/12/2019).

Adapun nama kedua tersangka adalah saudara Viktor Adolof Djoke 27 tahun jenis kelamin laki-laki pekerjaan Mahasiswa dan bertempat tinggal di Kampung Serwan Samri, kedua saudari Natalia Foldensia Pumat  21 tahun jenis kelamin perempuan Pekerjaan tidak Bekerja dan bertempat tinggal di Ardipura Jayapura Selatan, dengan barang bukti 1 Paket berisi Ganja kering, 1 linting Ganja sudah di hisap dan 1 Unit HP Merk Vivo.

Dengan data penerima Bripka Rusli Taiwan Jabatan Analis Intelejen BNN Provinsi Papua. Kedua Orang pembawa Narkotika Jenis Ganja tersebut diserahkan ke Pihak BNN Provinisi Papua guna penyelidikan lebih lanjut.