KOMSOS KREATIF SKOUW PERBATASAN RI-PNG

KOMSOS KREATIF SKOUW PERBATASAN RI-PNG

Satgas Yonif 713/Satya Tama melaksanakan kegiatan Komsos Kreatif yaitu dengan hiburan bersama Masyarakat, Skouw, Sabtu (2/11/2019).

Dalam penugasannya Satgas Pamtas RI-PNG Pos Kotis Skouw Yonif 713/Satya Tama menyelenggarakan kegiatan Komsos yang diisi dengan panggung hiburan. Komsos sendiri merupakan suatu kegiatan komunikasi bersama masyarakat dengan tujuan adalah agar terjalin proses interaksi antar individu dan kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, menjalin asa, serta menumbuhkan rasa kebersamaan untuk menjaga kondisi daerah dari segi pertahanan dan keamanan supaya tetap kondusif, dengan suasana kerja yang saling mendukung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Letkol Inf Dony Gredinand S.H,. M.Han,.M.I.Pol (Dayonif 713/ST), Iptu Kasrun (Danpospol PLBN SKOUW), Para Perwira Staf dan Anggota Pos Kotis Skouw, Bapak Andis Saybani (Ketua Team Vocal BOB Jayapura), Bapak Chanox (Team Vokal BOB Jayapura), Alis (Team Vokal BOB Jayapura), Ibu Indah (Team Vokal BOB Jayapura) dan Masyarakat di sekitaran Pos Kotis Skouw.

Kegiatan yang berlangsung dengan meriah ini sebagai wujud dimana Satgas Yonif 713/Satya Tama sangat serius menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat setempat. Tak kalah aksi oleh Team Vokal BOB Jayapura, Satya Tama Band pun ikut memeriahkan kegiatan ini dengan menyanyikan beberapa lagu bahkan berkolaborasi dengan Team Vokal BOB.

Diakhir kegiatan ini Alis Team Vokal BOB Jayapura mengungkapkan “Kami pernah sesekali datang ke perbatasan untuk berkunjung namun kali ini berbeda karna kami disambut baik oleh Satgas Yonif 713/Satya Tama dan suasana sekarang pun berubah karena baru pertama kali juga Satgas yang mengadakan kegiatan seperti ini, harapan kami kedepannya semoga Satgas Yonif 713/Satya Tama akan sering-sering melaksanakan kegiatan seperti ini agar lebih dekat dengan masyarakat setempat dan juga semoga dalam penugasannya dapat sukses dan berhasil”, ungkapnya.

SOSIALISASI BELA NEGARA PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST UNTUK CIPTAKAN NASIONALISME

SOSIALISASI BELA NEGARA PERSONEL SATGAS YONIF 713/ST UNTUK CIPTAKAN NASIONALISME

Prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini Batalyon Infanteri 713/Satya Tama yang berada di Pos Kout KM 31 menggelar Sosialisasi Bela Negara dan Peraturan Baris Berbaris di SMP N 3 Arso bertempat di Arso 6 Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Jumat (01/11/2019).

Personel Pos Kout KM 31 Satgas Yonif 713/Satya Tama memberikan materi Bela Negara, Mengenal Arti dari Negara terutama kecintaanya kepada Republik Indonesia serta Manfaat dan pengaruh dalam ilmu tersebut bagi pelajar di lanjutkan dengan latihan Baris Berbaris ala Militer dengan penuh kedisiplinan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa sejumlah 120 siswa putra dan siswi putri yang nanti apabila bisa mencerna dan meperagakan dengan baik akan diberikan hadiah untuk menumbuhkan keberanian, semangat dan motivasi tinggi.

Letda Ckm Syaban Komandan Peleton Kesehatan Satgas Yonif 713/Satya Tama tidak hanya jago mengobati, merawat prajurit sakit, akan tetapi pintar dalam segi apapun, dalam kegiatan Bela Negara ini menyampaikan “Konsep bela negara ini soal kesadaran cinta kepada negara. Bela negara wajib akan tetapi pelaksanaannya sukarela. Tak ada latihan militer, ini tentang kedisiplinan diri pribadi serta menumbuhkan kecintaanya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” ungkapnya

Siswa dan siswi yang berseragam Pramuka ini Lebih ke pendidikan untuk membentuk kedisiplinan dan kepemimpinan. Dalam latihan misal tampil kedepan cara memimpin rekannya sendiri seperti apa, lalu masuk kelas untuk mengikuti pelajaran bela negara hal ini memperdalam tentang Pancasila dasar negara. Jadi titik beratnya adalah untuk menumbuhkan cinta tanah air dan semangat nasionalisme

Para siswa siswi pun sangat antusias dalam pelaksanaan latihan bela negara ini, Papen Satgas Yonif 713/Satya Tama Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th mengungkapkan “Tentang Bela Negara ini konteksnya luas, Bela Negara juga termasuk menjaga lingkungan sekeliling sekolah maupun dirumah agar bersih dari sampah, mencintai produk lokal, menghargai sesama rekan, dan selalu gotong royong seperti ciri khas Negara Indonesia”, tutupnya.

LES TAMBAHAN UNTUK ANAK-ANAK KAMPUNG NAFRI

Satgas Yonif 713/Satya Tama melaksanakan kegiatan les tambahan kepada anak-anak SD Inpres Kampung Nafri yang bertempat di Pos Nafri, Kamis (31/10/2019).

Pelaksanaan les tambahan ini dimulai dari pukul 14.00 WIT dengan tenaga pendidik yaitu dari personel Pos Nafri yang bernama Serda Angga P.K dengan murid yang datang sebanyak 4 orang. Diadakannya les tambahan ini tidak lain yaitu untuk memberikan pemahaman kembali kepada siswa siswi SD Inpres dalam pelajaran di sekolahnya yang diberikan ketika pagi hari oleh gurunya.

Kegiatan les tambahan ini dirasa oleh Satgas sangat penting dimana ketika pagi mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolahan dan ketika sore mereka mendapat les tambahan dari personel Pos Nafri. Adapun materi yang diberikan yaitu membuat pantun, belajar matematika dan mengerjakan PR.

Turut hadir dalam kegiatan ini Letda Inf H.R Sitorus (Danpos Nafri), Serda Angga P.K (Wadanpos/Gadik), Astrid awi (siswi SD Inpres Nafri), Susanna Frinkrew (siswi SD Inpres Nafri), Emma Misel Koti (siswi SD Inpres Nafri) dan Bessi Nero (siswi SD Inpres Nafri).

Danpos Nafri Letda Inf H.R Sitorus mengungkapkan “kegiatan les tambahan seperti ini juga sangatlah penting dimana sebagai momen untuk bisa dekat dengan anak-anak di perbatasan sekaligus dan menjadikan media untuk mereka dapat mengingat kembali pelajaran yang ketika pagi hari diberikan oleh guru sekolah sehingga merekapun tidak menggunakan waktu di sore hari untuk hanya bermain saja tanpa ada manfaatnya”, ungkapnya.

MENGENAL SITUS LUKISAN DINDING GUA PRASEJARAH BUNDA MARIA DI KEEROM PAPUA

MENGENAL SITUS LUKISAN DINDING GUA PRASEJARAH BUNDA MARIA DI KEEROM PAPUA

Dalam tradisi Katolik, Gua Maria adalah tempat yang dipusatkan untuk melakukan ziarah dan devosi kepada Maria. Tempat-tempat tersebut dapat ditetapkan sebagai tempat ziarah karena pertimbangan penampakan supranatural Maria ataupun faktor sejarah sebagai tempat devosi dan ziarah umat Katolik. Hal inilah yang mau disampaikan oleh Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Kout dalam kegiatan mengenal Situs Lukisan Dinding Gua Prasejarah Bunda Maria Arso bertempat di Gua Bunda Maria Arso Jalan Trans Papua Arso 1 Kecamatan Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Rabu (30/10/2019).

Turut hadir pada acara ini Drs. Gusti Made Sudarmika (Kepala Balai Arkeologi Papua), Ibu Katrimah (Kasi Bidang Kebudayaan), Ibu Erlin Novita (Balai Arkeologi Papua), Sertu Sandi Prabowo (Bakom Satgas Yonif 713/ST), Pratu I Wayan Arya (Ta Pionir Satgas Yonif 713/ST), Pdt. Saraq Mandibodibo, S. Si Teologia (Bapak Pendeta), Perwakilan Guru-guru dari Kabupaten Keerom, Siswa siswi SMA dan SMK dari Kabupaten Keerom.

Drs. Gusti Kepala Balai Arkeologi Papua menjelaskan dalam tradisi agama Katolik keberadaan gua Maria mempunya sejarah panjang. Bunda Maria beberapa kali menampakkan diri pada orang-orang terpilih. Salah satu penampakan yang paling terkenal adalah penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous di sebuah gua yang ada di kota Lourdes Perancis pada tahun 1858. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah gua Maria paling populer.

Tempat ziarah ini pulalah yang kemudian menjadi inspirasi untuk membuat tempat ziarah serupa pada komunitas Katolik setempat. Dari situ muncullah tempat ziarah gua Maria di banyak tempat di dunia seperti Gua Bunda Maria Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua ini sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

SATGAS YONIF 713/SATYA TAMA KEGIATAN GADIK DI SD N INPRES KRIKO

SATGAS YONIF 713/SATYA TAMA KEGIATAN GADIK DI SD N INPRES KRIKO

Kegiatan mencerdaskan anak-anak Perbatasan Papua ini selalu digiatkan dan digalakkan oleh Satgas Yonif 713/Satya Tama dimana dijadikan sebagai momentum Satgas bukan hanya menjaga Perbatasan dan mencegah terjadinya tindakan illegal namun sebagai sarana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dan sekaligus mencerdaskan anak-anak Perbatasan Papua, Pitewi, Selasa (29/10/2019).

Satgas Yonif 713/Satya Tama dalam hal mencerdaskan atau dibidang Pendidikan selalu diutamakan bahkan sebelum melaksanakan Penugasan para personel Satgas yang telah dipilih sebagai Tenaga Pendidik telah diberikan pelatihan dan pengalaman mengajar di Gorontalo sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika melaksanakannya di Perbatasan Papua.

Pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 tepat pukul 09.00 WIT Pos Pitewi melaksanakan kegiatan Tenaga Pendidik di SD N Inpres Kriko tepatnya di Jalan Tapat Batas Desa Kriko Kecamatan Arso Kabupaten Keerom. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Bapak A. Yani (Guru Sekolah SD N Inpres Kriko), Letda Inf Prabowo Teguh Julianto (Danki B Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST), Sertu Roin Yusuf (Batih Pos Pitewi), Praka Suardi, Pratu Dede Mahmud, Pratu Edi, Pratu Butarbutar, Pratu Panggabean dan Prada Akbar serta siswa-siswi sebanyak 13 orang.

Dalam pelaksanaan belajar mengajar kali ini personel Satgas memberikan materi pelajaran Matematika dan pengetahuan umum yang diikuti oleh siswa siswi dengan penuh semangat. Mereka mendengarkan dan memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh Personel Satgas, diakhir kegiatan belajar mengajar Personel Gadik Pos Pitewi memeberikan bantuan berupa buku tulis kepada para siswa dan siswi degan maksud dan tujan agar mereka lebih semangat lagi untuk menimba ilmu dan mengikuti kegiatan belajar mengajar demi masa depan mereka yang cerah agar dapat mengharumkan nama Sekolah, keluarga bahkan Bangsa dan Negara.

Dalam kesempatannya Bapak A. Yani (Guru Sekolah SD N Inpres Kriko) menyampaikan rasa bangganya kepada Satgas Yonif 713/Satya Tama “Saya mewakili siswa dan siswi dari SD N Inpres Kriko sangat mengucapkan banyak terimakasih karena kemurahan hatinya bapak-bapak TNI dapat meluangkan waktunya lebih dekat dengan anak-anak murid kami di Perbatasan, semoga kedepannya Satgas selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan tentunya keberhasilan sehingga dapat kembali lagi ke Gorontalo dengan selamat dan dapat berkumpul dengan keluarga”, ungkapnya.

SOSIALISASI ATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (ATURAN LINTAS BATAS, KEPABEANAN, NARKOTIKA DAN BELA NEGARA)

SOSIALISASI ATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (ATURAN LINTAS BATAS, KEPABEANAN, NARKOTIKA DAN BELA NEGARA)

Satu hati membangun kota untuk kemuliaan Tuhan (Hen Tecahi To Onomi Tmar Ni Hanased) menjadi tema dalam acara Sosialisasi aturan Perundang-Undangan Aturan Lintas Batas, Kepabeanan, Narkotika dan Bela Negara yang diikuti oleh Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama, Jayapura, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan ini diprakarsai oleh pemerintah kota Jayapura bagian perbatasan antar negara dan dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Jalan Raya Abepura Abe Pantai Kamkey Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua.

Hadir dalam kegiatan ini Dr. Drs. Benhur Tomi Mano. MM (Walikota Jayapura), Ir. H. Rustan Saru, MM (Wakil Walikota Jayapura), Letkol Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol (Dansatgas Yonif 713/ST), AKBP H. Muhammad Safei AB,SE (Kabid Brantas BNNP /lV B), Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST), Bapak Elby Umneputi, SE (Staf Ahli Walikota Jayapura), Bapak Arif Dwi Darmanto, SKM, M.Kes (Staf Ahli Walikota), Ibu Suzana Dewijana Wannggai., S.Pd, MSocSc (Kepala Biro Perbatasan Papua), Drs. Jackson Lapalongo, M. Si (Kepala BNN Prov. Papua), Bapak Supriyanto (Kepala Distrik Muara Tami), Bapak Gatut Setiawan (Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura), Didi Suhandi (Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai II) dan perwakilan dari siswa-siswi sekolah yang ada di sekitar Abepura dan Skouw.

Walikota Jayapura Bapak Dr. Drs. Benhur Tomi Mano. MM mengawali sambutannya mengucapkan kebahagiannya atas diresmikannya jembatan Youtefa oleh Presiden Joko Widodo serta untuk mengajak masyarakat supaya menjaga jembatan ini jangan coret-coret, jangan habis makan pinang buang disitu, jangan mabuk mabukan disitu, apalagi jangan kalau mau bunuh diri pergi ke Jembatan itu. Dengan diresmikannya jembatan Youtefa ini maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat daerah Muara Tami dan sekitarnya sampai Perbatasan Skouw.

Dulu perbatasan ditakuti karena takut tidak aman, tapi sekarang perbatasan menjadi destinasi wisata yang cukup berkembang karena perbatasan sekarang sudah aman untuk dikunjungi dengan di tempatkannya pasukan TNI dan POLRI di perbatasan. Walikota mau generasi-generasi Jayapura menjadi generasi-generasi emas, jangan terjerumus dalam peredaran narkoba, miras yang merusak masa depan.

Beliau juga menambahkan bahwa dalam kegiatan sosialisasi ini akan disosialisasikan aturan perundang-undangan yaitu yang terkait mengenai Aturan Lintas Batas yang disampaikan oleh bapak Gatut Setiawan S.H (Kepala Kantor Imigrasi kelas l TPI Jayapura), Kepabeanan akan disampaikan oleh bapak  Didi Suhandi (Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai II), Narkotika oleh bapak AKBP H. Muhammad Safei AB,SE (Kabid Brantas BNNP /lV B) dan Bela Negara oleh Letkol Inf Dony Gredinand, SH., M.Tr.Han., M.I.Pol (Dansatgas Yonif 713/Satya Tama) harapan saya kiranya para peserta bisa mengikutinya dengan baik, menyimaknya dengan baik dan apabila ada yang kurang jelas bisa di tanyakan dalam sesi tanya jawab.

SAMBUT HARI KESEHATAN SATGAS LAKSANAKAN KEGIATAN PEMBERSIHAN PUSKESMAS

SAMBUT HARI KESEHATAN SATGAS LAKSANAKAN KEGIATAN PEMBERSIHAN PUSKESMAS

Pos Ramil Tami Satgas Yonif 713/Satya Tama melaksanakan kegiatan Gotong Royong dalam rangka menyambut Hari Kesehatan AD dengan mengajak masyarakat Kampung Skow Mabo untuk membersihkan dan memperindah Puskesmas Kampung Skow Mabo, Senin (28/10/2019).

Serda I Gede Suteja yang kesehariannya menjabat sebagai Bintara Administrasi Satgas Yonif 713/Satya Tama Kompi Tempur C mengatakan “Kegiatan yang dilakukan ini selain untuk kebersihan juga untuk membangkitkan semangat gotong royong masyarakat kampung Skow Mabo dan juga memperindah suasana di kampung ini,” jelas I Gede.

Menurutnya, rasa kebersamaan serta bahu membahu dalam setiap kegiatan di tengah masyarakat itu akan terus dilakukan bersama-sama masyarakat agar budaya gotong royong selalu tertanam di lingkungan masyarakat tidak hanya memperindah Puskesmas ini melainkan kegiatan lainnya seperti membersihkan pekarangan jalan dan juga rencana akan memperbaiki atau membuat pos kamling merah putih ini.

Bapa Hein Yophi Olua menyebutkan, “Kegiatan bergotong royong ini dalam rangka untuk memperingati hari kesehatan AD supaya untuk memperindah Puskesamas ini dengan cara mengecat tembok dan membersihkan sekeliling Puskesmas juga”, tandasnya

Satgas Yonif 713/ST yang dilakukan oleh Pos Ramil Tami juga supaya jangan ada jarak antara TNI dengan Rakyat, maka dari itu kegiatan gotong royong akan terus diagendakan agar memperat tali silaturahmi. Semangat gotong royong jangan sampai terkikis zaman, ini ciri khas dari Rakyat Indonesia apalagi dengan perkembangan zaman saat ini yang begitu pesat serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang penuh dengan ke hoax kan.

PEMBENTANGAN BENDERA MERAH PUTIH 2.091 METER MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA 2019

PEMBENTANGAN BENDERA MERAH PUTIH 2.091 METER MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA 2019

Menyambut hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, personel Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama bersama personel TNI-POLRI dan masyarakat di Kabupaten Keerom Provinsi Papua membentangkan Bendera Merah-Putih sepanjang Dua Ribu Sembilan Puluh Satu meter (2.091 M), lebar Seratus Lima Puluh centimeter (150 cm). Senin (28/10/2019)

Pembentangan bendera ini menjadi simbol untuk menjaga keutuhan NKRI, menjadi simbol menjaga persatuan dan kesatuan pemuda, masyarakat dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Keerom. Pembentangan bendera dimulai sekitar pukul 11.00 WIT setelah selesai pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun yang dimulai dari Lapangan Swakarsa kampung Asyaman-Polres Keerom-Lapangan Asyaman.

Pembentangan bendera merah putih ini diikuti oleh Bapak Muh. Markum, SH, MH, MM. (Bupati Keerom), Piter Gusbager, S.Hut, MUP (Wakil Bupati Keerom) dan juga sebagai Ketua PMI Kabupaten Kerom, Ketua KNPI Provinsi Papua, Ketua DPRD Kabupaten Keerom, AKBP Muji Windi Harto, S. I. K., S.H. (Kapolres Keerom), Letkol Inf Ari Sutrisno (Danyonif R 300/BJW), Letkol Kal Hendra Toko (KA GPL), Kompol Harahap (Waka Polres Keerom), Kapten Inf Simon Fredy Pasaribu (Wadan Satgas 713/ST), Bapak Ruben Rumbo (Kabag Umum Kabupaten Keerom), Bapak Abdul Malik (Kabag Humas Kabupaten Keerom), Kasat Reskrim Polres Keerom, H. Panjaitan (Dantim Satgas Tribuana), Lettu Inf Suyono (Pasi intel Satgas) Letda Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas) dan para Asn Pemda Kabupaten Keerom serta masyarakat 1000 orang.

Pasi Intel Satgas Lettu Inf Suyono mengungkapkan Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Sumpah pemuda sangat penting diperingati karena sebagai hari dimana Indonesia mengakui para pemuda penerus bangsa Indonesia yang sebagai cikal bakal negara maju.

Muh. Markum SH., MH., MM Bupati Keerom menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh elemen masyarakat secara khusus kepada TNI-POLRI yang telah mendukung kelancaraan acara peringatan Sumpah Pemuda ini terlebih dalam pembentangan Bendera Merah Putih yang dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

CIPTAKAN RASA AMAN UNTUK MASYARAKAT DI PERBATASAN

CIPTAKAN RASA AMAN UNTUK MASYARAKAT DI PERBATASAN

Satgas Yonif 713/Satya Tama Perbatasan RI-PNG kembali melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan menciptakan rasa aman dan nyaman disaat malam minggu, hal ini dikarenakan malam minggu biasanya rawan untuk anak-anak muda melakukan aktifitas yang negatif, Jayapura, Sabtu (26/10/2019).

Pemeriksaan kali ini dilaksanakan oleh beberapa Pos yaitu Pos Skamto, Pos Bendungan Tami dan Pos Pitewi. Pemeriksaan yang dilaksanakan oleh ketiga Pos ini tujuannya menciptakan kondisi yang aman dan nyaman karena banyaknya laporan dari masyarakat yang menyampaikan sering terjadi tindak kekerasan yang bermula dari pengaruh minuman keras.

Pos Skamto dengan pimpinan Letda Inf Prengki Simanjuntak, S.H bersama dengan satu regu anggotanya melaksanakan pemeriksaan tepat pada pukul 17.00 WIT di Jalan Trans Papua Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Dalam pemeriksaan kali ini Personel Satgas mendapatkan beberapa Minuman keras yang dibawa oleh saudara Nurjulianto umur 22 tahun alamat Arso 4 pekerjaan karyawan swasta; Herman umur 25 tahun alamat Arso 14 pekerjaan Petani dan Kusmanto umur 30 tahun alamat  Arso 7 pekerjaan buruh bangunan  Dari ketiga orang tersebut berhasil diamankan 1 Botol Vodka 250 ml, 1 Botol Guinness 325 ml, 2 Botol Anker Stout 330 ml, 1 buah Badik, 1 Busur Wayer dan 15 anak panah Wayer.

Untuk barang bukti berupa Busur Wayer dan anak panah Wayer tersebut didapat informasi bahwa yang bersangkutan mempersiapkan serta membawa barang tersebut hanya untuk jaga-jaga diri apabila adanya terjadi kerusuhan seperti beberapa minggu lalu dan kemudian barang bukti ini diamankan di Pos Skamto guna untuk dilaporkan serta diserahkan ke Komando atas.

Pos Bendungan Tami sendiri tepat pada pukul 20.00 WIT di Pertigaan Gapura Koya Barat Muara Tami pemeriksaan dilaksanakan dengan dipimpin langsung oleh Letda Inf Josua Saragih bersama dengan satu regu anggotanya. Dalam pemeriksaan ini Personel Satgas juga kembali berhasil mendapatkan beberapa barang sitaan berupa Miras dan senjata tajam, yaitu 1 Sajam jenis Samurai Panjang, 1 buah badik, 2 botol Guinness dan 1 botol anggur merah yang dibawa oleh saudara Retno umur 22 Tahun alamat  Koya Timur pekerjaan pedagang dan Suwanto umur 31 tahun alamat Arso 2 pekerjaan  Petani. Barang bukti tersebut diamankan di Pos Bendungan Tami untuk dilaporkan ke Komando atas.

Pos Pitewi pimpinan Danpos Letda Inf Prabowo pada pukul 16.00 WIT melaksanakan pemeriksaan di Jalan Tapal Batas Kampung Pikere Distrik Arso Kabupaten Keerom Provinsi Papua dengan hasil Minuman keras berupa 1 botol Robinson 650 ml yang dibawa oleh saudara Oggi 28 tahun dan saat ini miras tersebut diamankan di Pos Pitewi.

Letda Inf Josua Saragih mengungkapkan “dengan adanya beberapa Pos Satgas Yonif 713/Satya Tama yang melaksanakan pemeriksaan hal ini dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat Perbatasan khususnya di sekitar Pos Satgas karena kedatangan kami untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Tanah Papua”, Ungkapnya.

MEMBERIKAN LATIHAN PRAMUKA KEPADA SISWA SISWI SMPN 4 JAYAPURA

MEMBERIKAN LATIHAN PRAMUKA KEPADA SISWA SISWI SMPN 4 JAYAPURA

Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Nafri melaksanakan Pelatihan Pramuka kepada siswa dan siswi SMP N 4 Jayapura, Nafri, Jum’at (25/10/2019).

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang artinya Rakyat Muda yang Suka Berkarya. Pramuka sendiri merupakan suatu organisasi Pendidikan Non Formal yang menjadi wadah dalam melaksanakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan khususnya di Indonesia. Kegiatan Kepramukaan biasanya dilakukan di alam terbuka dimana terdapat aktivitas yang menyenangkan, menarik, sehat, terarah, sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Pos Nafri kepada Siswa siswi SMP N 4 Jayapura ini sendiri merupakan wujud kami selaku Satgas, selain menjaga Perbatasan tentunya turut serta dalam mencerdaskan anak bangsa melalui sebagai Tenaga Pendidik. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Serda Angga P. K (Wadan pos Nafri) beserta 8 orang anggota Pos Nafri, Bapak Yopi Hanuebi (Kepala Sekolah SMP N 4 Jayapura) dan siswa siswi SMP N 4 Jayapura yang berjumlah 340 orang.

Dalam pelatihan Pramuka kali ini Satgas Yonif 713/Satya Tama memberikan berbagai materi tentang Pramuka diantaranya adalah pemberian materi baris berbaris, yel-yel dan sandi morse. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi dengan penuh semangat dan gembira, mereka juga merasa senang karena baru kali ini mendapat pelatihan Pramuka dari anggota TNI yang sedang melaksanakan Penugasan.

Bapak Yopi selaku Kepala Sekolah SMP N 4 Jayapura mengungkapkan “Saya selaku Kepala Sekolah sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada Satgas Yonif 713/Satya Tama Pos Nafri karena telah meluangkan waktunya untuk memberikan pelatihan Pramuka kepada siswa siswi didiknya di SMP N 4 Jayapura semoga pelatihan yang diberikan oleh bapak-bapak TNI ini dapat berguna untuk mereka di kemudian hari dan kami selalu mendoakan agar Satgas Yonif 713/Satya Tama selalu diberi kesehatan dan keberhasilan dalam penugasannya”, ungkapnya.  

Pelatihan Pramuka yang diberikan kali ini dimulai pukul 13.00 WIT dan selesai pada pukul 15.15 WIT dengan berjalan aman dan penuh semangat, Serda Angga dalam hal ini menambahakan “Kami selaku Satgas turut senang dan bangga dengan kegiatan seperti ini dimana kita dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus dapat mencerdaskan siswa siswi di perbatasan khususnya di SMP N 4 Jayapura ini, semoga pelatihan yang kami berikan dapat bermanfaat untuk mereka kedepannya”, tegasnya.