SEJARAH SINGKAT YONIF 713/SATYA TAMA

I. Riwayat Pembentukan

Melalui Perintah Panglima Kodam XIII/Merdeka semua kekuatan yang mempunyai tujuan menegakkan, mengawal dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 agar dihimpun dan disatukan, kekuatan-kekuatan tersebut terdiri dari Kompi-kompi Wamil Otonom yang berasal dari EX partisan anggota Bataliyon 702 dan Bataliyon 760/Mondong meliputi Detasemen-C, Detasemen-L, Detasemen-M dan Detasemen-R yang pada tanggal 12 mei 1962 dibentuk menjadi satu Satuan dengan nama Kode Satuan Yonif 0313 berdislokasi di Amurang dan pada bulan Desembar 1963 Markas Bataliyon pindah ke Kampung Bugis Kota Gorontalo

Pada tanggal 16 juni 1964 Nomor Kode Satuan berubah menjadi Yonif 1303 sesuai Surat Keputusan Panglima Kodam XIII/Merdeka dengan Nomor Skep : 026/6/1964 Tanggal 16 Juni 1964

Pada tanggal 16 juni 1965 Nomer Kode Satuan berubah lagi menjadi Yonif 713/Satya Tama dengan dislokasi Kompi I di kabila, Kompi II di Tilamuta, Kompi III di Kotamobagu, Kompi IV di Kwandang dan Kompi Markas di Liluwo serta Kompi Bantuan di Limboto

Pada Tahun 1974 Kompi Bantuan di Limboto di pindahkan ke Pone

Pada Tahun 1980 Markas Bataliyon di Kampung Bugis Kota Gorontalo dipindahkan ke Tinelo, kemudian Kompi I di Kabila dan Kompi II di Tilamuta serta Kompi Markas di Liluwo di lebur menjadi 2 Kompi yaitu Kompi Markas dan Kompi B ke Tuladenggi, Selanjutnya Kompi Bantuan di Pone dipindahkan ke Liluwo dan untuk Kompi III dirubah menjadi Kompi C tetap di Kotamubagu serta Kompi IV menjadi Kompi A tetap di Kwandang.

II. Perwujudan Tunggul SatyaTama

Panji Lambang Yonif 713/Satya Tama adalah “TUNGGUL SATYA TAMA” . Tunggul ini dilukiskan dengan simbol BURUNG RAJAWALI yang siap menerkam, diatas burung rajawali terdapat simbol BINTANG bersudut 5 (Lima) berwarna kuning, burung Rajawali diapit simbol UNTAIAN PADI berwarna kuning emas berjumlah 45 (empat puluh lima) dan UNTAIAN KAPAS berwarna putih berjumlah 8 (delapan) dengan DAUN KAPAS berwarna hijau berjumlah 17 (tujuh belas) , di bawah burung rajawali SIMBOL GELOMBANG AIR berwarna hitam berjumlah 5 (lima) dan di bagian atas Tunggul ditulis seloka “SATYA TAMA” berwarna merah dengan dasar warna kuning . Tunggul Satya Tama dibuat dari bahan beludru berwarna dasar hijau daun berbentuk segi empat ukuran 60 x 90 cm. tepinya di beri jumbai-jumbai berwarna kuning emas dengan panjang jumbai 7 cm